
...Malam di perhentian bus itu nampak tak terlalu ramai. Angin kencang di sertai hujan yang deras, membuat malam itu terasa dingin menyengat tubuh. Orang-orang mengenakan kemeja, baju rapih dan gaun yang cantik bergantian naik turun bis. Berbeda dengan mereka, Ailin gadis berumur 15 tahun itu, terlihat mengenakan baju compang camping, terkesan kotor dengan bau yang lumayan menyengat....
...Ditemani seorang bocah lelaki yang nampaknya lebih muda darinya, mereka berdua bernyanyi ala kadarnya. Bocah lelaki itu membunyikan kentrung yang ia miliki, sementara Ailin membunyikan kecrekan yang ia buat dengan botol bekas, yang ia isi dengan batu kerikil dan pasir....
...Nampak upah mereka memang tak seberapa, hanya sebatas uang recehan dalam kantong plastik bekas Snack. Namun bagi mereka begitu berarti, uang yang harus mereka hemat untuk makan esok hari. Terkadang mereka harus menahan lapar karna tak mendapatkan sepersen pun uang, Bahkan hanya untuk sekedar makan sepiring nasi putih pun tak ada ....
...Setelah mereka kelelahan menyanyi, mereka putuskan untuk menghitung uang di tempat duduk perhentian bus, untungnya banyak orang yang memilih berdiri karena tak mau dekat dengan badan mereka yang berbau tak sedap, sehingga mereka leluasa duduk menghitung hasil jerih payah mereka seharian....
...Memang mereka sudah biasa dengan sikap para orang yang memandang jijik ke arah mereka. Bukan masalah lagi bagi mereka bahkan sudah menjadi makanan mereka sehari-hari. Mereka mulai membagi hasil, mengamen seharian ini. sambil menunggu hujan yang tak kunjung reda. Angin makin dingin hari itu, orang-orang pun semakin sedikit yang pulang pergi....
...Sambil menatap hujan. " Jun ! kita pulang sekarang aja yok, Ini hujan juga gak bakal berhenti kayaknya," Seru Ailin yang melihat hujan yang tak kunjung reda....
...Ajun mendongakkan kepala, mencoba memprediksi hujan. " Kayanya emang bakal lama nih ujan, tapi tunggu bentar lagi Lin. Kalau agak reda kita langsung pulang." Kembali ia menghitung penghasilannya, yang kalaupun di hitung berkali-kali pun akan tetap sama jumlahnya....
..." Ngitungin duit mulu ! Itu uang juga bakal tetep aja segitu, " seru Ailin yang masih melihat Ajun terus menghitung uangnya....
...Ajun masih meneruskan aksinya. " Ya biarin, siapa tahu tiba-tiba nambah," seru Ajun menimpali komentar Ailin....
...Tak lama bus datang lagi, menurunkan seseorang dari dalam bus. Pria dengan kemeja biru muda, bersepatu hitam. Dengan rambut yang di cukur rapih, membawa tas gendong yang tidak terlalu besar. Nampaknya ia pekerja kantoran yang baru pulang bekerja. Itu lah yang Ailin pikirkan tentang pria berumur 25 tahun itu....
...Memang sedari pria itu baru tiba, ia telah mencuri pandangan Ailin. Bagaimana tidak ? Pria itu cukup tampan bagi Ailin, kulit nya putih, ia juga lumayan tinggi. Apalagi postur tubuhnya yang lumayan, terkesan gagah tapi hangat. Hangat ... ? Mungkin karena senyumannya terlihat manis, jarang-jarang Ailin mendapatkan senyuman manis dari seseorang yang ia tidak kenal....
...Sosok itu duduk di dekat Ailin. Ailin merasa heran kenapa ia mau duduk di sebelahnya padahal, semua orang menghindari mereka. biasanya mereka menganggap anak jalanan, seperti bukan manusia. Tapi pria ini berbeda ... Mengapa ?...
...Pria itu duduk memainkan ponselnya, entah apa yang ia lihat sambil menunggu bus selanjutnya tiba....
...Saat itu bus Kembali tiba, saat hendak menaiki bus dompet pria tak sengaja terjatuh di hadapan Ajun dan Ailin. Ajun mengambil dompet itu dan melihat isinya. Tak lama pria itu berbalik ke arah mereka....
...Melihat dompet telah di tangan Ajun. " 'Dek itu dompet kakak ! " serunya pada Ajun. Yang mengagetkan Ajun bukannya mengembalikan dompet itu ia malah langsung lari menerjang hujan. Hal ini membuat Ailin shock seketika....
...Pria itu seketika melihat Ailin, Ailin tanpa ba-bi-bu langsung ikut lari mengikuti Ajun....
...Pria itu pun ikut lari mengejar Ailin dan Ajun. " HEI DEK BERHENTI! WOI !!! ,BALIKIN DOMPETNYA! " teriaknya kencang menerjang hujan....
...Ailin dengan susah payah, lari dari pria di belakangnya. Ia tidak bisa berpikir banyak lagi karena panik, ia hanya mengikuti arah Ajun berlari....
...Tiba-tiba sandal yang Ailin kenakan putus, hal ini membuat Ailin kehilangan keseimbangannya. Ia terjatuh tersandung sandalnya sendiri....
...Namun Ailin harus segera bangkit, kalau tidak ia akan tertangkap, dengan susah payah Ailin mencoba berdiri. Namun terlambat, Lelaki itu berhasil menangkap Ailin....
...Mencengkram pundak Ailin. " Hei tunggu ! Mau lari kemana lagi kamu ? " seru Lelaki itu masih kuat mencengkram Ailin....
...Dengan sekuat tenaga Ailin berontak. " Maaf ! Maaf ! Ampun !!! Saya gak tahu apa- apa pak ! Bukan saya yang ngambil ! Ampun pak ! " pinta Ailin memohon....
...*SIAL !!! pikir Ailin saat itu, ia benar-benar sial malam ini. Karna Ajun dia jadi terkena imbasnya....
...Masih menahan Ailin. " Kamu diam dulu ! Kalau gak saya laporin kamu ke polisi ! " serunya mengancam Ailin....
...Ailin yang mendengar itu tak dapat berkutik lagi, hanya dapat memohon belas kasihan pria itu....
...Dengan tangan memohon. " Iya pak, ampun ... Jangan laporin saya ke polisi pak ! Saya janji bakal balikin dompet Bapak !! " Serunya memohon pengampunan pria itu....
..." Okey, tapi kamu jangan lari lagi ! kita berteduh dulu di bawah sana," ajak nya pada Ailin, menunjukan bekas bangunan tua tak terpakai....
...Ailin pun hanya dapat berpasrah pada keadaannya. Ia menggandeng tangan Ailin erat, menuntunnya berteduh. Ailin lumayan kesulitan berjalan, kakinya serasa semakin sakit dan perih....
..." Kalau gini kapan kita sampainya ? " keluh pria itu, yang merasa jalan Ailin sangat lambat....
...Tanpa aba-aba ia menggendong Ailin ala bridal style menuju bangunan tua itu. Sontak hal itu mengejutkan bagi Ailin. Tak pernah ia di perlakukan begitu oleh seseorang....
...Sampainya pada bangunan itu, ia mendudukkan Ailin di kursi panjang rotan yang berada di teras bangunan itu. Kemudian ia mengambil sesuatu dalam tasnya. Sebuah kotak P3K ia keluarkan dari dalam tas. Dengan gesit ia mengobati Ailin. Menempelkan plaster pada luka Ailin. Ailin memandang lekat wajah pria itu, ia terlihat tampan. Rambut dan wajahnya yang basah terasa Panas....
...Pria itu menyadari bahwa sedari tadi, Ailin memandanginya terus menerus. Ia mendekatkan wajahnya membuat Ailin kaget tapi ia tak bisa melepaskan pandangannya....
..." Udah puas belum lihatnya ? " ucapan pria itu membuat Ailin salah tingkah dibuatnya....
...Ailin berusaha menutupi wajahnya yang memerah dengan mengalihkan pandangannya....
..." Siapa juga yang lihat. Pede banget deh Om," ucapnya mencoba berasalan....
..." Oh gitu yah ? Mungkin tadi saya salah lihat," ucapnya mengalah, melihat Ailin yang masih terlihat malu....
...Kalau ia lihat dari Ailin, gadis itu ternyata cantik, bibirnya yang merah muda secara alami. Terlihat manis, membuat orang yang melihat ingin menggigitnya. Kaos Hitamnya yang basah membuat lekuk tubuh gadis itu kentara. Sayang ia tak terawat, jika di poles sedikit saja mungkin dia akan jadi salah satu gadis paling cantik yang pernah ia lihat....