
...Dengan cepat pria itu menampar pipinya sendiri, menepis pikiran kotor yang ia miliki....
...... *PLAKk !!! ......
...Ia menampar dirinya cukup keras, membuat Ailin terkejut, dan memandang heran pada pria di depannya....
...Melihat ke langit - langit bangunan. " Banyak nyamuk ternyata disini," ucapnya....
...Tentu itu hanya sebuah alasan, sebab walau bangunan itu tua, tak terlihat satupun nyamuk disana....
...kemudian ia duduk di samping Ailin, mengeluarkan semua berkas - berkas dalam tasnya. Terlihat beberapa berkas nampak basah, bagaimana tidak hujan malam itu lumayan deras di tambah pria itu harus lari menerjang hujan untuk menangkap Ailin....
...Ia membuka berkas itu perlembar melepaskan lembaran demi lembaran menatanya di samping kursi. Nampak ia menghela nafas panjang, memandangi berkas-berkas dalam tasnya....
...Menata berkas yang masih bisa di selamatkan. " Untung masih ada yang selamat, " ucapnya....
...Ailin hanya dapat memandang pria itu, ia ikut merasa bersalah. Walaupun semua terjadi karna Ajun yang bertindak di luar prediksi....
..." Om mau saya bantu ? " Tawar Ailin pada pria itu, setidaknya ia ingin membantu walau hanya sedikit....
...Pria itu hanya menatap Ailin dan menganggukkan kepala, Ailin pun segera membantu. Ia pisahkan lembaran itu dengan hati - hati. Untungnya tinta dalam berkas itu tidak luntur. Kalau iya, Ailin pasti akan bertambah tak enak hati....
..." Oh ya nama kamu siapa ? " tanyanya pada Ailin yang masih menyusun berkas di kursi....
...Ailin segera mendongakkan kepalanya, mengarah kan padangan pada pria itu....
..." Nama saya Ailin, Om," Jawabnya jujur....
..." Terus yang anak laki-laki tadi yang ngambil dompet siapa ? " tanyanya kembali....
..." Namanya Ajun, Om. Biasanya ngamen sama saya. Tapi kami gak pernah nyuri om, nyopet, apalagi ngerampok. Saya juga heran, ini pertama kalinya Ajun begitu, " jelasnya pada pria itu....
...Pria itu mendengus. " Tetep aja, sekarang dia salah karna ngambil dompet saya," ucap pria itu....
..." Saya tahu Ajun salah ... Saya minta maaf buat Ajun, Om. Saya janji bakal balikin dompetnya , tapi saya mohon jangan laporin Ajun ke polisi ya Om ... Nanti saya gak punya temen buat ngamen lagi. Ya om saya mohon banget, " pintanya pada pria itu....
...Ia pun luluh, sebenarnya ia tak berniat melapor, jika memang mereka beritikad baik mengembalikan dompet miliknya. Didalam dompetnya memang hanya KTP, kartu nama, dan juga beberapa ratus ribu. Ia hanya malas untuk membuat surat kehilangan untuk membuat kembali KTPnya....
..." Okey, saya gak akan laporin teman kamu ke polisi, TAPI ! syaratnya besok dompet saya harus udah di balikin, dan saya juga rugi hari ini. Handphone saya mati kehujanan apalagi berkas-berkas penting saya jadi basah. Asal kamu tahu berkas ini bernilai ratusan juta. Jadi kamu harus tanggung jawab semua kerugian saya," ucap pria itu memenuhi permintaan Ailin....
...Ailin nampak berpikir sebentar, sebelum ia kembali berucap....
..." Saya pasti bakal balikin dompetnya, tapi gimana saya bisa ganti rugi om ? saya gak punya uang buat gantiin nya, buat makan aja...
...... saya gak cukup, " ucap Ailin memelas....
...Pria itu memegang dagunya berpikir. " Hem ... gimana yah caranya ? "...
...Ia kembali melihat Ailin yang sedari tadi menunggu solusi darinya. " Kalau di jual ginjalnya aja gak cukup, apa sekalian matanya yah ? " Ia mulai meneliti tubuh Ailin....
...Ailin langsung berdiri terkejut. " Jangan di jual Om, nanti saya lihat pakai apa ? "...
..." Ya kalian 'kan berdua, jadi sebelah- sebelah yang di ambil. Kamu mata kanan, yang satunya mata kiri," ucap pria itu menakuti Ailin....
...Ailin nampak berbalik ingin berlari, namun dengan sigap pria itu menarik Ailin. Sehingga ia jatuh pada dekapannya....
..." Ahhh gak mau, lepasin ! Tolongggg ! " teriak Ailin....
...Pria itu tertawa renyah mendekap Ailin. " Sudah ! Sudah ! Aku cuman bercanda hahaha ... " ucapnya....
..." Enggak ! bohong ! Saya gak mau di jual, Om ! " berontak Ailin, ia benar-benar takut akan bercandaan pria itu....
..." Enggak saya gak bohong, kamu gak akan di jual hahaha ... Kenapa takut banget sih ? " tanya pria itu....
..." Beneran ? Mata saya tetep utuh 'kan ? " tanya Ailin yang masih dalam dekapan pria itu....
...Wajah mereka saling bertatapan, begitu dekat. Entah sudah berapa lama Gadis itu dalam dekapannya. Ia menerawang jauh dalam wajah gadis itu....
..." Om bisa lepasin saya ? " tanya Ailin....
..." Hah ... Apa, bagaimana? " tanya balik pria itu....
...Tampaknya ia masih belum sadar....
...Ailin kembali berucap, " Bisa lepasin saya gak Om ? Atau Om ini mesum yah sebenarnya ? "...
...Ailin kembali menyadarkan pria itu, yang otaknya masih belum terkoneksi....
...Ia langsung sadar, dan melepaskan dekapannya pada Ailin. Ailin segera menjauhi pria itu....
...***...
...setelah itu hanya terdengar rintik hujan antara mereka. Suasana diam mereka, membuat saling tak nyaman satu sama lain. Namun terdengar satu suara yang berbeda dari hujan, suara itu cukup keras. Itu adalah suara perut Ailin....
..." Kruuuyukk"...
...Pria itu juga nampaknya mendengar suara perut Ailin yang mulai berdendang. Ia kembali membuka tasnya, mengeluarkan 1 roti yang telah terkemas dalam plastik. Ia letakkan di sampingnya agak jauh, mendekatkan roti itu pada Ailin....
...Ailin hanya menatap roti itu yang bertuliskan rasa coklat di kemasannya. Ia makin lapar rasanya, namun ia menahan dirinya....
...Pria itu yang melihat roti itu tak di sentuh Ailin, Kembali berucap....
..." Kamu gak suka roti ? " tanyanya....
..." Suka," jawabnya singkat....
...Ia kembali menyodorkan rotinya lebih dekat ke arah Ailin. " Makan aja, ini buat kamu."...
...Ailin menerima roti pemberian pria itu, tak lupa ia mengucapkan terimakasih. Tapi ia tak langsung memakan roti itu....
..." Om kita bagi dua aja, gak enak makan sendirian," ucapnya....
..." Gak usah saya gak lapar." Namun perutnya berbunyi lebih keras dari Ailin tadi....
...Ailin kemudian mendekatkan dirinya pada pria itu. Memberikan roti itu untuk di bagi dua....
...Akhirnya pria itu menerimanya....
..." Om, besok ngembaliin dompetnya ke mana ? " tanya Ailin seraya menikmati rotinya....
..." Di perhentian bus tadi, jam 4 sore. Atau kamu mau ke rumah saya juga gapapa," ucap pria itu....
..." Besok saya balikin Om, tapi buat ganti ruginya gimana om ? " tanya Ailin lagi....
...pria itu nampak berpikir. " Gimana kalau kalian kerja bersih-bersih di rumah saya, ya paling 6 bulan. Itu juga udah ringan banget ? "...
..." 6 bulan ? Gak ada diskon ,om ? " tanyanya....
..." Bisa sih 5 bulan 29 hari, " ucapnya...
..." Hah ... Di kurangi 1 hari doang ? "...
..." Ya kalau gak mau di laporin polisi sih ... Kalau di penjara kira-kira berapa tahun yah ? " ucapnya seraya melihat ke langit-langit, seperti berpikir....
..." Eh ... Eh ! Om jangan gitu dong. Nanti saya omongin deh sama Ajun. Buat bersihin rumah Om tapi setiap pulang ngamen yah," ucap Ailin mencoba bernegosiasi....
..." Okey , gak masalah. Besok kita ketemu lagi di perhentian bus tadi," ucap pria itu....
...Hujan akhirnya mulai mereda, entah sudah pukul berapa mereka terjebak di sana....
..." Habis ini kamu langsung pulangkan ? " Tanya pria itu....
..." Iya Om," singkat Ailin...
...Membereskan berkasnya. " Kalau gitu biar saya temenin sampai rumah," ucap pria itu....
..." Gak usah om, saya bisa sendiri. lagian gak jauh-jauh banget," ucap Ailin sambil membantu menata berkas....
...Mereka berjalan keluar dari bangunan tua itu. " Kamu beneran mau pulang sendiri, takut gak di jalan ?" tanyanya memastikan....
..." Enggak dong , Om. Saya udah biasa lewat sini."...
...Mengacak-acak rambut Ailin. " Kalau gitu hati-hati yah."...
..." Ahh ... Iya iya ." Menghentikan pria itu mengacak rambutnya....
...Selesai dari situ, mereka akhirnya berpisah. Namun Ailin seperti melupakan sesuatu ia kemudian berbalik....
...Berteriak. " OM ... ! Nama om siapa ? " tanyanya pada pria yang telah berjalan cukup jauh darinya....
...Berjalan sambil berbalik kebelakang ." Anggaaaa ! " teriaknya....
...Melambaikan tangan. " Dadah ! Om Angga ! " serunya....
...Pria itu nampak tersenyum menampakkan Giginya, balas melambaikan tangannya. " Dah ... ! Ailin," balasnya....
...Pertemuan malam itu mereka akhiri dengan lambaian tangan tanda perpisahan....