Spirit Queen

Spirit Queen
pertarungan nya baru dimulai!



"di,,,dia yang melakukannya "teriak pemuda itu sambil menunjuk ke arah Elly yang masih tersenyum.


seorang guru pun menghampiri Elly dan bertanya.


"apa benar yang dikatakannya?dan siapa namamu?aku belum pernah melihatmu" tanya guru tersebut


"nama saya Elly Blaise,adik angkat Ricard Blaise yang baru masuk hari ini. memang saya yang melakukannya karena dia mengejek kakak saya pengecut dan dia bilang lebih baik saya menjadi adiknya!!. dia perlakukan orang lain bagai mainan!! apa salah saya memukulnya "ucap Elly panjang lebar sambil menahan rasa kesalnya. karena hal itu aura mencekam keluar dari tubuh Elly..


"ah kau putri angkat raja Blaise itu ya!!!"ucap seorang guru lain yang membuat aura mencekam yang keluar dari tubuh Elly semakin banyak. sedangkan Ricard dengan cepat menghentikan guru tersebut.


"meski kau sendiri yang yakin dan berkata begitu,tapi,,,,,"ucap guru tersebut yang tak yakin akan hal itu.


",,,,,tak mudah dipercaya seorang gadis berusia 12 tahun memukul anak laki-laki yang lebih tua darinya hingga terpental jauh seperti itu"ucap seorang pemuda dari jauh menyambung perkataan sang guru.


"aku tak melihat kau melakukan nya, bertanding lah dengan,jika kau menang aku akan percaya"lanjut pemuda itu.


Elly pun berpikir sementara, kekuatan pemuda itu cukup hebat walaupun,ia masih bisa menang. setelah berfikir beberapa saat Elly pun menyetujui hal itu,ia tak bisa tinggal diam jika keluarga nya diganggu meskipun hanya keluarga angkat nya saja.


"baiklah "ucap Elly singkat.


"tapi Elly,dia adalah jenius di academy ini,,,,,"ucap Ricard yang menghawatirkan adiknya itu tapi kemudian langsung dijawab oleh Elly,


"tak apa kak, percaya lah padaku!!"ucap Elly meyakinkan kakaknya


mereka semua pun pergi ke area pelatihan. bahkan murid lain berbondong-bondong ingin melihat pertarungan tersebut.


"sudah pasti tuan Jay space yang menang kan"


"tapi kau lihat kan kekuatan gadis kecil itu"


"atau tuan jay?"


bisik bisik para penonton menebak nebak siapa yang akan menang.


pertarungan antara mereka pun dimulai dengan seorang guru menjadi pengawas. jika ada yang terluka parah atau ada kejadian yang tak diinginkan maka sang guru akan menghentikan nya. mereka pun mengambil masing-masing satu pedang yang telah disiapkan. mereka akan beradu pedang dan sihir. mereka boleh menggunakan teknik apa saja selama tak terlalu membahayakan lawan,dan yang keluar dari garis arena akan kalah.


"kau boleh menyerang ku terlebih dulu" ucap pemuda itu sambil tersenyum,ia pasti mengira Elly akan kalah darinya. sedangkan Elly hanya tersenyum dan tetap diam di tempatnya berdiri tanpa bergeser sedikitpun, hanya kedua tangannya yang ia pindah kan ke belakang.


pemuda yang bernama Jay itu merasa agak kesal tapi tiba-tiba ia terkejut dan menghindar. ternyata,ada sebuah pedang yang menyerang nya dari belakang. pedang itu terlihat sendiri namun sebenarnya Elly lah yang menggerakkan nya,tentu saja Jay langsung menyadari hal itu. sedari awal Elly ternyata tidak hanya diam dan menyerang secara diam-diam.


"kenapa?! bukankah kakak kelas yang menyuruh saya menyerang lebih dulu?!"ucap Elly dengan lantang masih sambil menyerang.


setelah beberapa saat Jay berhasil menjatuhkan pedang milik Elly. kemudian menyerang Elly dengan sihir lalu api mengelilingi tubuh Elly. kemudian ia menggunakan energi sihir untuk membentuk angin dan membuat api itu semakin besar.


sang guru hendak menghentikan hal itu tapi, Elly keluar dari api itu dengan selamat tanpa luka sedikitpun. hal itu cukup membuat Jay kaget, kemudian ia langsung menyerang Elly menggunakan pedangnya namun,Elly dengan mudah selalu menghindar.


"ada apa?kenapa kakak tak bisa menyerang ku?"ucap Elly dengan wajah polos. Elly berniat memprovokasi Jay tapi Jay sudah mengetahui tujuan Elly. ia bisa menebak taktik lawannya karena itulah ia dianggap jenius.


"aku sudah tau tujuanmu mengatakan hal seperti itu sedari tadi!"ucap Jay dengan keras agar terdengar oleh Elly. mereka yang masih saling beradu pedang terlihat begitu cepat hingga para penonton tak bisa melihat mereka.


"yah,,,gagal deh hehe"ucap Elly dengan santai.


"kalau begitu mari bertarung "sambung Elly lagi.


Elly dan Jay menyiapkan sihir mereka masing-masing. mereka menganggap bahwa pertarungan ini baru saja dimulai.