Spirit Queen

Spirit Queen
isi surat dan paket



Ricard membuka suratnya dan Elly membuka paketnya. kemudian mereka secara bersamaan menunjukkan ekspresi terkejut yang disertai dengan wajah senang.


di dalam surat itu tertuliskan bahwa orang tua Ricard pasti akan mengabulkan keinginannya. Elly akan mulai masuk ke academy setelah liburan berakhir.


dan di dalam paket yang dibuka oleh Elly berisikan seragam dan segala keperluan untuk ia mulai bersekolah di academy serta sepucuk surat khusus untuk Elly,


______________________________________________


namamu Elly kan?


kudengar dari Ricard dia ingin kau menjadi


adik angkatnya berarti kau juga putri angkat kami. sekarang kamu adalah tuan putri kerajaan Blaise,Elly de Blaise. nama itu begitu cocok ya.


sejak dulu kami sangat ingin memberikan Ricard adik perempuan yang cantik,tapi hal itu tak memungkinkan.terima kasih,karena mu kami bisa mewujudkan hal yang tak memungkinkan itu.


-ayah dan ibu.


______________________________________________


Elly tersenyum tulus saat membaca surat itu.


di kehidupan sebelumnya ia tak pernah diperhatikan oleh orang tuanya yang selalu sibuk bekerja,hingga pada akhirnya saat SMA ia memutuskan untuk tinggal sendiri.


waktu berlalu dengan cepat,kini tiba hari pertama Elly masuk academy. saat tiba di academy bersama Ricard ia terkagum melihat melihat academy yang begitu besar dan luas.


"wah,,,,!! aku seperti sedang berada dalam mimpi !!" sorak kegirangan dalam batin Elly.


"apa kau ingin berkeliling terlebih dahulu? masih lama sampai jam masuk kelas."tanya Ricard dengan lembut sambil mengelus kepala Elly. Elly pun menjawab nya dengan anggukan dan senyuman manis di wajahnya.


mereka pun mulai berkeliling ke sekitar academy lalu,seorang pemuda datang menghampiri mereka berdua.


"siapa gadis manis yang ada di samping mu Richard ?" tanya pemuda itu


" dia adik angkat ku"jawab Ricard sembari tersenyum.


"siapa dia kak?"dan kemudian langsung dijawab oleh Ricard


"dia adalah temanku,Arzen Renald "


setelah mengetahui hal itu Elly pun membalas sapaan Arzen. wajah Elly yang mengemaskan membuat Arzen tak tahan lalu secara spontan mencubit pipi Elly. Elly yang kesal pun menggembungkan pipinya dengan tangan yang dilipat di dada.


"apa yang kak Arzen lakukan ?"tanya Elly masih dengan wajah kesalnya yang menggemaskan.


"ah maaf, habisnya kau sangat menggemaskan " ucap Arzen dengan senyum lebarnya dan wajah yang sedikit memerah. setelah itu terdengar suara seorang pemuda lain yang menuju ke arah mereka.


"perkataan Arzen benar,,,,,"


,,,,,, tapi sayangnya kau menjadi adik angkat pecundang seperti dia,heh!!"ucap pemuda itu dengan angkuhnya.


mendengar suara yang familiar itu membuat Ricard mengernyit kan alisnya. melihat ekspresi wajah kakak nya itu,ia yang sudah kesal sedari awal mendengar kata-kata yang diucapkannya sekarang menjadi semakin kesal kemudian,


"lebih baik kau menjadi adik angkat ku"ucapnya sambil menunduk mendekat kan wajahnya lalu menatap lekat wajah Elly. saat itu Elly pun kehabisan kesabaran nya.


Elly memukul pemuda itu dengan kuat tepat diwajahnya hingga membuat pemuda itu terpental jauh kebelakang dan menabrak tembok hingga tembok itu retak. setelah melakukan hal itu Elly langsung tersenyum puas, seakan-akan semua beban hidupnya menghilang. sedangkan semua orang yang melihatnya masih tercengang.


saat tubuh pemuda tadi menabrak tembok hingga retak menyebabkan muncul suara yang begitu besar dan membuat para guru academy kaget,hingga mereka mengira muncul serangan dari luar. akhirnya merekapun bergegas menuju asal suara,tapi saat mereka tiba di sana mereka kaget, karena melihat salah satu murid mereka lemas tak berdaya setelah terpental ke tembok.


"siapa yang melakukan ini padamu?"tanya salah seorang guru dengan ekspresi marah yang terlihat jelas.


"di,,,,dia yang melakukannya"ucapnya terbata bata karena menahan rasa sakit ia menunjuk ke arah Elly.


saat semua guru menoleh ke arah yang ditunjuk olehnya semua guru heran, pasalnya yang mereka lihat hanyalah seorang gadis kecil dengan senyuman manisnya.


"siapa yang kau maksud?"tanya seorang guru yang merasa tak percaya gadis kecil menggemaskan yang dilihatnya lah yang melakukan hal ini.


"di,,,dia yang melakukannya "teriak pemuda itu sambil menunjuk ke arah Elly yang masih tersenyum.