Solo magician

Solo magician
Zona lantai 21



alex mencari aliran sungai di sekitar wilayah itu, setelah menemukan nya, dia mendirikan tenda di sisi sungai, menyalakan api unggun dengan sihir, lalu mengeluarkan roti dan selai kacang yang dia bawa di dalam kantong sihir,


dia makan sambil menikmati langit dungeon yang berubah menjadi malam, kristal di langit langit menyala kelap kelip di kegelapan malam seperti bintang,...


...


...


pagi esok hari alex bangun karena menyadari ada langkah kaki yang banyak,


ia memasukan peralatan kemah nya ke dalam kantong sihir, dan melompat dari pohon ke pohon untuk mencek siapa yang datang ke lantai ini,


dari kejauhan dia bisa melihat bendera dari loki familia dan hephaestus familia,


alex memutuskan untuk menemui kelompok itu,


"lumayan juga mereka bisa dengan cepat sampai lantai 21 ini, loki memang familia besar dan kuat walaupun masih nomor 2 di bawah freya familia', gumam alex berjalan muncul,


seorang dwarf menyadari kehadiran aura yang tipis karena di tekan, dia keluar dari tenda bersama seorang elf tinggi berambut hijau,


"yo lama tidak ketemu finn ,riveria ", sapa alex pada mereka,


"ternyata kamu, sejak kapan kamu ada di lantai ini ?" tanya finn


"aku sudah satu malam disini, apa kalian bersiap istirahat ?"


"iya, kami baru selesai mendirikan tenda "


"kalian bersama blacksmith dari hephaestus familia, apa tujuan kalian menantang salah satu dari 3 quest besar dungeon yaitu leviathan"


"iya, kata dewi hephaestus dia sudah mengajak kamu, namun kamu tidak kunjung datang kemarin dan ternyata sudah duluan"


"karena sudah bertemu disini aku akan bergabung di kelompok ini, aku harus menjaga anak anak hephaestus familia ini, untuk membayar hutang ku, apa ada salah satu kamar kosong"


"kamu bisa tinggal bersama aku,riveria ,gareth di tenda para petinggi ini"


"baiklah"


sebelum istirahat party raid ini memutuskan makan bersama dulu, dan finn mengumumkan bahwa alex telah bergabung ke party ini yang membuat party raid ini menjadi 25 orang,


selesai makan mereka semua pergi ke tenda masing masing, alex mengikuti finn yang mau istirahat tidur, alex melanjutkan tidur nya yang sempat terganggu tadi,


......


......


di cafe athena, loki sedang bersantai bersama athena karena pelanggan hari ini lumayan ramai,


"kemana sang sword master mu athena ?"


"dia lagi memasuki dungeon, katanya sih ingin membayar hutang sama hephaestus dengan membantu raid penyerangan leviathan "


"jika ada anak mu itu pasti akan berhasil, namun di liat dari kepribadian nya saja dia pasti cuma menjaga anak anak familia nya hepha"


"hehe kamu sudah mengenal nya loki , alex tidak akan ikut campur dengan urusan orang lain kecuali aku yang minta"


"aku sudah tau itu, ngomong -ngomong status dia seperti apa sih, level berapa dia ?"


"level 10 "


"ah itu tidak mungkin , aura nya saja bisa membuat tubuh ku tidak bergerak dan tangan ini bergetar, padahal aku seorang dewi "


"ahh kalau itu kemungkinan efek dari latihan nya yang keras, dia pasti di latih zeus karena dia mewarisi satu mata zeus , bisa di bilang dia setengah dewa atau orang yang akan menjadi dewa suatu hari nanti"


"mungkin saja, tapi sumpah ya athena, aku mohon jangan suruh dia ikut war game lagi karena itu tidak terlalu adil untuk familia manapun yang menjadi musuhnya"


"hehe iya iya, aku sudah menasehati nya agar tidak boleh menyerang siapapun, jika ada yang menyakitinya, aku menyuruhnya untuk memberi serangan ringan saja"


obrolan 2 dewi ini terus berlanjut hingga datang hestia, hermes dan hephaestus di cafe itu, mereka mengobrol bersama dengan pembicaraan tentang argonaut yaitu bell cranel,


...


...


...


sore hari alex terbangun dari tidur nya, dia pergi keluar tenda dan melihat waniya berambut kuning yang cantik sedang latihan dengan riveria,


"tidak"


"dia bergelar putri pedang loh, kenapa tidak hebat "


mendengar alex berkata tidak, wanita bergelar putri pedang bernama ais itu mendatangi alex,


"bisakah kita sparing"


"baiklah lumayan untuk peregangan badan "


mereka berdua menuju lapangan rumput luas, dan di ikuti semua orang yang penasaran,


gareth :hoho banyak sekali penontonnya


finn : iya, semua orang ingin tau siapa yang paling hebat dalam berpedang, apa itu sang sword master atau putri pedang,


tiona : tione apa mau taruhan, aku akan masang ke ais,,


tione : kalau begitu aku alex, yang kalah memijat yang menang,


tiona ; oke,


para penonton berada di pinggir bersama finn, riveria dan gareth,


alex : ini pertandingan pedang murni kan ?


ais ; iya


wasitnya adalah riveria, "mulai"


ais langsung melaju ke depan dengan tusukan cepat nya,


-syat syat syattt syatt,


alex menghindari nya dengan tenang, bergerak ke titik buta ais namun dia tidak menyerang balik ,


"dia sangat cepat,pergerakan nya selalu ketitik yang tidak bisa untuk ku melanjutkan tebasan combo ku, katana nya masih di dalam sarung' gumam ais,


dia merasa di remehkan karena alex tidak mengeluarkan katana dan terus menghindar,


"hiyaa, tebasan 11 bulan"


-syatt syatt syatt,syat syatt.........


sebelas serangan pedang ais dengan kecepatan penuh,


alex tersenyum ,"hehe kamu terlalu percaya diri"


-swoshhh


alex menunduk dan bergeser ke samping kiri ais setelah menghindari tebasan ke 11, dan menusukan pegangan katananya ke perut ais, dengan kekuatan seminimal mungkin,


ais langsung jatuh berlutut,


"arghhh"


"sudah cukup, pemenangnya alex" kata riveria,


"kamu memang kuat dari pada petualang lain, namun jika soal berpedang kamu masih tumpul, kamu sibuk menyerang di titik buta musuh atau ke titik vital yang akan membuat musuh itu langsung kalah, dan lupa bahwa langkah mu sendiri memilik kesalahan ,sungguh terlalu percaya diri "


ais yang masih tertunduk mendengar perkataan alex sambil di obati oleh riveria ,


'aku tidak menyangka serangan seperti itu bisa membuat memar sebesar itu' pikir alex,


"terima kasih atas nasehat nya alex, itu akan menjadi pelajaran yang berharga bagi ais kami, kamu pasti lapar, mari makan dulu sebelum membahas rencana perjalanan besok" ucap finn,


alex mengangguk dan mengikuti finn dan gareth,


reveria : aku sungguh tidak melihat kesalahan di setiap serangan mu itu ais, kalau aku sendiri di posisi itu melawan mu, aku pasti akan menahan serangan dan mencoba nyerang balik, tapi alex dia bisa dengan mudah menghindar dan keposisi di mana combo serangan mu tidak akan berlanjut, jika itu pertandingan hidup dan mati, kamu pasti mati di detik awal,


ais : iya, aku menyadari itu reviria, aku juga bingung di mana letak kesalahan ku, aku harus mengoreksi kembali setiap skill pedang ku dan kembali menantang nya,


ais menggenggam pedang nya dengan penuh semangat dengan tujuan berlatih untuk mengalahkan alex dalam sparing,...