Solo magician

Solo magician
Penghasilan pertama



Dengan cepat alex sampai di pintu keluar dungeon, orang orang disana tidak ada yang sadar dengan keberadaan alex ketika dia berlari dengan kecepatan yang tidak bisa di liat mata,


dengan santai alex berjalan menuju kasir penukaran core dengan mata uang di sini yaitu 'valis' nanti nya, tergantung kualitas core yang dia bawa, semakin bagus maka semakin banyak hasil yang di dapatkan,


setelah mengantri giliran , alex memasukan semua core nya ke dalam peti, staff tambahan di perlukan untuk menghitung core yang kecil,


"tolong tunggu sebentar petualang"


"hm"


alex mengangguk berdiri santai di depan kasir guild,


para staf bantuan dan kasir itu menghitung semua nya dengan cepat,


'kinerja seorang pekerja yang berpengalaman memang hebat ' pikir alex,


"semua nya 50.500 valis, ini uang nya"


alex mengambil ,


"terima kasih , sampai jumpa"


alex pergi kembali ke cafe sekaligus rumah familia athena,


namun sebelum kesana dia pergi ke salah satu toko baju yang ada di pasar yang sejalan dengan arah Cafe itu,


ia memilih baju yang membuatnya nyaman, mengambil satu baju warna putih polos , lalu mencoba nya,


'hm hm, ini cocok dan nyaman, untuk celana dan sepatu aku tetap memakai sneaker dan celana bahan jeans ini saja"


alex mengaca dan memutuskan untuk mengambil baju itu, dia membayar 50 valis, untuk baju putih ala ala era abad pertengahan inggris,


'sisa uang tinggal 50.450 valis, sesuai aturan aku akan memberikan semua nya dulu ke dewi , dan terserah dia untuk memberi ku berapa"


gumam alex berjalan menyusuri jalan yang ramai sambil membawa hoodie hitam di tangan nya, dan 50.450 koin valis di dalam kantong yang di berikan guild,


sesampainya di cafe yang sudah tutup, alex langsung membantu athena membereskan kursi dan lainnya,


lalu dia menyerahkan hasil nya,


"dewi ku, ini hasil hari ini ada 50.450 valis"


"astaga banyak sekali, kamu baru pergi selama 4 jam, di lantai berapa kamu berburu core nya?"


"dari lantai 1 hingga lantai 10 dewi"


jawab alex dengan jujur, dia tau tidak bisa berbohong, karena semua dewi atau dewa bisa mengetahui kebohongan,


"lantai 10 ?, untuk seorang yang baru jadi petualang?"


"iya dewi, ini hasil latihan ku sebelum datang kesini"


"hmmmm"


athena menatap alex dengan seksama,


"kamu tidak membawa senjata, bagaimana cara kamu bertarung ?"


"dengan ini "


alex mengangkat tangan kirinya dan menunjuk cincin hitam di jari kelingking nya,


"cincin ?"


"iya, glutony berubah jadi katana "


-trinngg ,,, cincin itu berubah jadi katana hitam dengan aura kegelapan,


"apa itu artifak ?"


"tidak dewi, dia adalah skill ku, dia memiliki ego sendiri"


"baiklah baiklah, aku mengerti, oh iya berapa level kamu ?"


'menurut dewa pencipta aku bisa memalsukan level ku , aku bisa menyebutkan level berapa saja dan semua orang akan percaya", alex mengingat perkataan dewa pencipta,


"apaa !!, level 10, kamu lebih tinggi dari petualang terbaik di kota orario ini yaitu ottar dari freya familia yang level 7, apa yang kamu lakukan selama ini ?"


"aku hanya bertarung dan latihan dewi"


"hanya begitu?, ahh sudahlah, aku harus ikut rapat untuk menentukan gelar mu "


"tidak usah dewi, familia kita baru di buat, dan dewi ku hanya ingin kita ber 2 saja , karena anda ingin tetap mengurus cafe ini, aku tidak butuh sebuah title "


"kamu yakin?"


"iya"


"baiklah ,kalau begitu simpan saja uang itu, ah ambil ini , ini hadiah dari ku sebagai seorang dewi aku harus membantu petualangan mu"


athena melempar sebuah kantong berwarna hitam dengan tali berwarna emas,


"apa ini dewi ?"


"itu tas sihir yang terbuat dari kulit wyvern, aku mendapatkan itu dari hepha, itu menggunakan sihir ruang jadi waktu di dalam nya berhenti, gunakan lah itu, aku tidak butuh itu, untuk uang itu simpanlah ,itu hasil dari kerja keras mu"


"terima kasih dewi"


alex menaruh di pinggang depan sebelah kanan, dan memasukan uang ke dalam nya,


ketika mereka berdua selesai berberes beres, tiba tiba ads ketukan pintu,


alex di suruh membuka ,


ternyata yang datang adalah dewi hestia dan Bell sang protagonis dunia ini,


"ah dewi hestia, ada yang bisa saya bantu "


"hmm siapa kamu, aku baru pertama liat kamu"


"dia adalah anak yang akan menjadi satu satu nya familia ku , ada apa kamu datang kemari hestia?"


athena langsung menjawab hestia yang menatap alex,


"ada yang ingin aku bicarakan dengan kamu athena, ini tentang Brigid familia yang sedang bermasalah dengan artemis familia"


"ah itu, aku sudah dengar tentang itu, lebih baik kita duduk dulu, alex buatkan teh untuk tamu kita"


"baik dewiku"


yang lain duduk di meja yang sama, alex ke belakang untuk membuatkan teh,


"hestia apa tujuan mu kesini adalah untuk meminjam uang atau menyuruh aku untuk membuat artemis menyerah saja karena mereka kalah jumlah"


"athena kamu sangat mengerti aku hehe, aku kesini ingin meminta mu untuk membuat artemis tidak mengambil keputusan setuju untuk war game, aku memiliki pengalaman beurusan dengan familia besar itu akan sangat merepotkan "


"apa kamu meragukan kekuatan anak anak nya artemis ,hestia?"


"iya, yang paling tinggi di antara mereka hanya di level 3, dari 6 orang, sisanya level 2, sedangkan brigid memiliki seseorang di level 5 dan rata rata anak nya adalah level 3 dan 2 dari 31 orang, ini akan jadi pembantaian sepihak jika dapat game full war,"


"bisa saja war game mereka sama dengan kamu dan appolo hestia, peluang untuk full war hanya 10% dari 10 game yang di tulis di dalam undian itu "


alex datang dan menyajikan teh nya ke hestia, bell dan athena,


"terima kasih" kata bell,


mengangguk, alex menjawab dengan itu dan duduk di sebelah dewi nya,


hestia melanjutkan ,


"sebenarnya masalah ini terjadi hanya karena gesekan saat berburu di lantai 11 , beberapa petualang dari brigid familia memasuki wilayah pertarungan antara petualang dari artemis familia dengan para minotaur dan serigala hellhond, lalu mengambil(membunuh) monster itu dengan sengaja dan mengambil core nya, sehingga pihak dari artemis menyerang mereka, dan terjadi lah sekarang ini"


"sangat merepotkan jika punya anak terlalu banyak, itu akan membuat kepala pusing , maaf ya hestia, aku tidak bisa menghentikan war game antara brigid dan artemis ini, jika aku melakukan nya, aku sama saja meremehkan kekuatan anak anak artemis"


hestia mengangguk mengerti , dan mengatakan sampai jumpa, dia pergi dengan bell setelah mengatakan itu dan 'athena kamu harus datang nanti saat pertemuan para dewa.untuk melihat undian game' kata hestia..


...