Solo magician

Solo magician
Pertemuan



Keesokan hari nya ketika keluarga alex sudah berada di kota tempest tempat kekuasaan keluarga duke deimne setelah menghadiri pesta tuan putri ilusia yaitu putri elsa di istana ibu kota kerajaan ilusia.


alex bangun dari tidur nya, dia mempersiapkan diri nya untuk sarapan bersama keluarga nya di ruang makan, alex di layani 2 maid perempuan yang mengurus kebutuhan nya seperti mempersiapkan tempat mandi dan pakaiannya.


Alex :"apa ibu dan ayah sudah menunggu di meja makan ? "


Maid1:" iya sudah tuan muda, mari sekarang kita kesana"


Alex berjalan turun ke lantai 1 ke arah ruang makan sambil di iringi 2 maid, maid itu menarikan kursi dan alex pun duduk,


Alex :"maaf aku telat ayah"


Ayah :"tidak papa, ayah tau kamu kelelahan akibat perjalanan ke ibu kota kemarin "


Ibu :" mari makan sayang, kamu masih ada pekerjaan yang menunggu "


Sarapan bersama pun di mulai, ibu dan ayah nya berbicara masalah keinginan alex yang ingin jadi petualang ketika sudah berumur 15 tahun nanti, ayah nya sendiri terima saja dengan apa yang di mau oleh alex, dengan alasan dia tidak akan mudah kalah dalam pertarungan dengan monster ataupun bandit, karena bisa mengalahkan penyihir istana yang dulu nya seorang petualang kelas S hanya dengan kombinasi skill dasar dengan penerapan yang berbeda, tapi ibu nya masih memikirkan tentang itu, karena alex adalah anak mereka satu-satunya.


Setelah selesai sarapan bersama, ayah pergi ke ruang kerjanya untuk mengurus dokumen dan laporan yang belum dia baca, sedangkan ibu pergi keluar jalan jalan ke pasar kota tempest bersama beberapa maid yang memiliki kelas Asassin,


Alex yang merasa bosan ketika selama 1 jam hanya terdiam membaca buku tentang monster - monster yang tercatat,


Alex :"ohh shittt aku sudah bosan"


Maid 1:"shiitt?, nama ku bukan shitt tuan muda"


Alex :"aku tau, itu hanya kata kata saja, kamu tidak perlu tau ok? "


Maid1 :" ok?, apa itu tuan muda? "


Alex :" ok?, itu sama dengan ya"


Maid1 :"oh begitu, ok"


Alex beranjak dari meja belajar yang ada di kamar nya, dan menuju ke halaman depan rumah(kastel duke),


Di halaman ini ada boneka kayu untuk latihan bela diri tangan kosong, yaitu salah satu skill alex yang di berikan secara acak oleh dewa dunia ini, tanpa perlu belajar gerakan bela diri dari guru yang menguasai ilmu ini, alex sudah menjadi ahli dalam martial art ini, di karenakan skill itu sendiri seperti memberi gambaran pertarung dan gerakan ketika alex memikirkan sebuah situasi, dengan ingatan nya yang luar biasa alex sudah mengingat semua gerakan martial art dari latihan melalui ilustrasi di pikiran nya yang dia terapkan langsung dengan melawan boneka kayu, secara 1 tahun alex melakukan itu rutin hingga sekarang, dan 1 tahun terakhir alex juga kadang pergi diam-diam dengan sihir fly dan invisible, untuk pergi berburu berbagai monster di hutan terdekat untuk leveling.


Alex :"ah bosan, aku ingin keluar dulu untuk melihat - lihat wilayah sekitar"


Maid1 :"jangan tuan muda, itu berbahaya jika anda pergi sendiri"


Alex yang nekat karena bosan dia tidak memedulikan kata-kata maid, menggunakan fly dan invisible lagi untuk kabur.


Alex pergi menuju sebuah gunung yang berjarak 27 Km dari kota Tempest, kali ini dia ingin melihat seekor naga yang di catatkan dalam buku tinggal di gunung ini selama ratusan tahun,


Alex :"mana naga nya, di katakan sang naga hitam Varitor, tinggal disini" gumam alex yang sedang mencari-cari di sekitar gunung itu, alex pun memasuki lubang gunung itu,


"ini dalam sekali" kata alex,


Alex :"magic tier 1, Light spot"


Bulatan cahay muncul melayang di depan dia sebagai penerangan, alex terus masuk hingga menemukan dasar nya,


"ah itu dia naga" alex melihat seekor kadal bersayap hitam yang sedang tidur di tepi sisi dinding dekat magma atau larva gunung,


Alex mencoba mendekati naga itu, ketika baru 1 langkah, naga itu langsung membuka matanya dan berkata "pulang lah manusia jika tidak ingin mati"


Alex :"sepertinya kamu menyadari keberadaan ku, meskipun sudah ku hapus dengan sihir, naga legenda memang hebat seperti yang di tuliskan"


Varitor :"apa yang kamu lakukan disini anak muda"


Alex :"aku hanya ingin melihat mu, karena penasaran, dan jangan panggil aku anak muda, nama ku alex deimne putra duke deimne pemilik wilayah tempest"


Varitor :"deimne, sepertinya aku pernah dengar tentang gelar bangsawan ini ratusan tahun dulu"


Alex :"oey naga hitam bolehkah aku bertanya? "


Varitor :"aku juga punya nama, jangan panggil aku oey, nama ku adalah sang naga hitam varitor"


Alex :"anjirr panjang nama mu ya hehe"


Varitor :"manusia yang aneh, berani sekali kamu tertawa seperti itu"


Alex :"ketawa itu bebas tidak ada aturan yang melarang nya"


Varitor :"hahaha seperti nya kamu ingin bertarung, karena sudah menjengkelkan seperti itu"


Alex :"santai dulu varitor, jika kita bertarung disini, tempat ini akan hancur loh"


Varitor :" kepercayaan diri yang tinggi sekali kau anak manusia"


Alex :"sudah ku katakan nama ku alex deimne"


Ketika alex berkata begitu, sang naga varitor itu langsung menggunakan skill nafas naga nya dan menyerang ke arah alex, alex dengan sigap menanhan,


Alex :"magic barier, shield magic"


Alex menggunakan 2 mantra pertahanan ketubuh nya, itu adalah magic tier 5 dan 7 untuk menahan nafas api varitor,


Alex :" sialan panas juga ya api mu itu "


Varitor :"kamu kuat juga ternyata bisa menahan skill ku itu"


Alex tersenyum karena baru kali ini dia merasakan adrenalin pertarungan sesungguhnya nya.