Solo magician

Solo magician
Keterampilan



Ketukan irama sebuah gendang dari  pemutar musik,  membuat alex terbangun dari tidurnya,


'sepertinya ibu dan bibi ArT(Asisten rumah tangga) sedang dangdutan di dapur' pikir alex,


Dia berdiri dan pergi mandi ke kamar mandi,


Tidak lama setelah itu alex turun kebawah ke lantai 1 dan disana ibu nya sudah duduk menunggu nya,


Mereka mengobrol sambil menyantap sarapan,


"sayang apa kamu hari ini mau pergi ke dungeon lagi ? "


" iya bu,  aku di beri tahu paman vero bahwa bos dungeon S menjatuhkan item kelas A atau S, jika beruntung bisa juga  sebuah artefak yang memiliki skill yang sangat hebat,  tapi drop rate nya cuma 10%"


"apa kamu mengincar suatu item .?"


"aku ingin sebuah buku grimore yang memberikan keterampilan 'fly' "


''hmm skill itu ya,  kamu bisa membeli nya di toko asosiasi player,  seperti nya kamu melihat player korea itu lagi yang memiliki begitu banyak skill sihir"


"iya bu,"


"jangan mencoba mengejar orang itu,  dia memiliki skill unlimited mana,  yang membuat dirinya bisa memakai skill sihir apa saja di berbagai kelas,  orang itu di sebut hunter level negara bukan hanya karena skill itu,  tapi bagaimana dia mengolah dan mengkombinasikan skill itu menjadi lebih baik dari siapapun"


"iya iya bos besar ku"


Melanjutkan makan nya dengan lahap,  setelah itu alex pamit dengan ibu nya dan pergi menuju asosiasi player,


Supir pribadi nya mengantar ke plaza special menjual item dan kebutuhan para player yang di buka oleh asosiasi player,


Alex dan supir nya memasuki plaza itu ketika selesai memarkir mobil di parkiran,


Alex menuju sebuah toko yang menjual grimore,


"halo tuan,  ada yang bisa saya bantu? "


" aku ingin membeli grimore 'fly' "


" bolehkan saya tau anda player kelas apa?,  agar saya bisa memberikan masukan,  seperti nya anda baru saja bangkit,  nama ku via"


Mendengar hal seperti itu,  supir pribadi alex menjawab,


" hei,  apa kamu meremehkan tuan muda,d.dia... "


Alex mengangkat tangan nya yang mengartikan untuk berhenti bicara,


Alex :" ah ini kartu saya via"


Via pun melihat kartu alex dengan muka terkejut,


'ia seorang kelas S,  aduh aku membuat kesalahan karena bersikap sok tau lagi',


Via :"ini kartu anda tuan,  saya akan mengambilkan grimore yang anda inginkan"


Via pergi ke sudut ruangan dan meraih sebuah buku dengan sampul berwarna hijau dengan lambat sehelai bulu sayap,


Via :"ini tuan,  harga nya 700 juta"


Alex :"aku akan bayar dengan kartu ini"


Alex menyerahkan kartu hitam,  salah satu kartu kredit tanpa batas limit penggunaan yang khusus untuk player kelas S,


Via :"ok,  tolong tunggu sebentar tuan"


Ia pun pergi ketempat kasir dan menggesekkan kartu itu,  tidak lama dia pun kembali ke alex,  dan menyerahkan kartu, sambil meminta maaf,


Setelah selesai membeli itu,  alex memutuskan untuk langsung mempelajarinya di dalam mobil dengan cara meletakan grimore itu dada nya,  dan memejamkan mata sebentar,


*apa anda ingin mempelajari skill Fly* yes/No


Pemberitahuan sistem akasha muncul,  dan aku memilih Yes,  grimore itu bercahaya lalu menghilang dari dada ku,


*anda telah mempelajari Skill Fly*


Skill fly telah di proleh nya, ini akan membuat nya lebih cepat dalam berburu monster, lebih tepat memancing monster lalu mengumpulkan semuanya dengan aggro yang pas dan menghabisi dalam sekali serang,


Itu lah yang alex pikirkan mengapa dia perlu fly, dengan int yang sudah Ss itu membuat kapasitas mana nya sangat besar walaupun tidak seperti player korea yang memiliki skill mana tak terbatas itu,


Alex yakin dengan strategi dalam bertarung, musuh sekuat apapun pasti akan bisa di kalahkan,


Supir :"tuan muda, sekarang kita mau kemana? "


Alex :" ah aku lupa bilang ya, kita akan menuju dungeon kelas A yang dimiliki asosiasi player di wilayah primrose hill"


Supir :"baik tuan muda",


Mobil pun melaju lebih cepat karena tempat yang di tuju berjarak cukup jauh untuk di tempuh,


Di tengah perjalanan smartphone alex berbunyi,


Panggilan dari ibu nya nancy,


"sayang kamu ada dimana sekarang? "


" aku sedang di jalan menuju dungeon tingkat A di primrose hill bu"


"apa kamu tidak mendapatkan pesan dari asosiasi tentang situasi sekarang? "


" tidak bu, aku belum mendaftarkan nomor kontak ku, karena ibu yang menjadi penanggung jawab ku, jadi kontak yang ditulis di formulir adalah kontak ibu"


"kalau begitu sekarang kamu menuju guild lah, kita akan ada pekerjaan sekarang, cepat ya sayang "


" iya bu"


Nancy menutup telpon nya,


Alex pun memberitahu kepada supir untuk menuju guild hunt sekarang juga,


Mobil pun memutar arah,


20 menit kemudian karena tidak ada kemacetan alex sudah sampai, dan dia di arahkan oleh beberapa orang player untuk menuju ruangan guild master,


Di dalam ruangan nancy dan vero sudah menunggu nya,


Nancy :"ah kamu sudah tiba, duduk sini al"


Alex mengangguk dan duduk,


'sepertinya ini ada situasi yang tidak beres sedang terjadi di suatu tempat, karena di ruangan ini ada kumpulan player kelas A, party kelas A yang di pimpin ibu dan juga paman vero yang seorang kelas S bermuka serius tidak seperti biasanya', pikir alex yang mencoba menebak situasi,


Nancy memberi kode untuk memulai pembicaraan kepada vero,


Vero pun mulai berbicara,


"kita yang berkumpul di ruangan ini adalah orang orang yang akan mewakili guild hunt untuk membantu menangani ledakan portal dungeon kelas S, yang ada di jepang dan korea tapi yang meminta bantuan sekarang adalah jepang, beberapa orang pasti tau tentang ini karena sudah mendapatkan info dari asosiasi dan yang akan menjadi ketua dari seluruh player kelas A di ruangan ini adalah nancy, apa kamu setuju? "


Nancy :"aku sih iya, jika yang lain setuju"


Yang lain pun merespon dengan menjawab setuju, karena kekuatan dan kepemimpinan strategi nancy adalah yang terbaik,


Vero :"jika kalian sudah setuju seperti ini, itu bagus, dan untuk alex karena dia kelas S dia akan bersama ku di basecamp sebagai bala bantuan jika sesuatu terjadi saat raid kalian menghadapi para monster yang keluar dari portal itu gagal"


Alex :"apa tipe musuh nya, jika ada kemungkinan gagal untuk raid player kelas A ini"


Vero :"giant cyclop, dia memiliki skill laser yang terpancar dari matanya yang bisa melelehkan apapun kecuali besi adamantite dan item kelas S"


Alex mengangguk mengerti,


Vero pun menyuruh mereka bersiap,


Setelah semua bubar, lalu berkumpul lagi di bandara dengan peralatan yang mereka bawa, di bandara itu tidak hanya guild hunt yang sedang menunggu penerbangan tapi guild 4 besar yang memiliki pemimpin kelas S juga ada,


Alex mendatangi vero yang sedang berbicara dengan ibu nya,


"paman, apa tidak hanya guild kita yang memberikan bantuan? "


" iya, ini adalah ledakan ke 2 portal dungeon kelas S, di dunia ini, ledakan pertama ada di china dulu, itu membuat setengah wilayah china di luluh lantahkan karena kurang nya player yang membantu menahan dan mengatasi monster yang menyebar, jadi kali ini Jepang dengan cepat mengumumkan perlu bantuan player dari negara manapun dan akan memberikan kompensasi yang sesuai"


"oh begitu, jadi itu sebabnya, artinya nanti ketika kita sampai di sana, wilayah perburuan kita sudah di bagi"


Nancy menjawab pertanyaan itu,


"iya sayang, jika tidak di bagi, akan ada pertumpahan darah antar player karena berebut monster buruan, pasti ada beberapa player serakah yang akan melakukan itu, dan kita di tugaskan di wilayah perburuan dekat dengan ledakan portal, di wilayah akihabara"


Alex :"sedekat apa itu bu? "


Nancy :" sekitar 10 Km dari ledakan portal itu"


Alex :"baiklah, oh iya bu, mengapa korea tidak meminta bantuan"


Nancy :"kalau itu karena 2 player korea yang di nobatkan sebagai player terkuat di dunia telah mengatasi nya dengan cepat "


Alex :" apa itu kim min choel dan song jin woo yang memiliki skill asassin dan juga shadow monarch"


Vero :"iya, mereka ber 2 dengan cepat mengatasi ledakan portal itu, hanya dalam waktu 4 jam portal itu kembali normal dan semua monster telah musnah"


Nancy :"itu sudah wajar, tidak ada hunter kelas S yang bisa mendekati kekuatan mereka yang unik itu dunia ini"


Alex :"tenang saja bu, aku akan mengalahkan mereka di kompetisi player tingkat dunia nanti hehehe"


Nancy yang mendengar ucapan anak nya itu hanya bisa tersenyum dan mengusap rambutnya,


Sedangkab vero mengatakan "semangat membara anak muda"


Mereka pun memasuki pesawat dan berangkat menuju Jepang,