SISTER VS GIRLFRIEND

SISTER VS GIRLFRIEND
Hari biasa yang tidak buruk



Setelah pengakuan Haruka yang mendadak. Besoknya aku jatuh sakit.


"Haduh, kemarin adikmu yang sakit tapi sekarang malah kamu yang jatuh sakit, dari dulu kamu ini selalu punya daya tahan tubuh yang lemah ya, Kira."


"Hahaha, benarkah seperti itu?"


Aku hanya bisa tertawa sambil berbaring di kasur kamarku. Sebenarnya aku sakit karena memikirkan pengakuan adikku kemarin.


Tentu saja aku tidak bisa menerimanya begitu saja karena selama ini aku hanya melihatnya sebagai adik Perempuanku saja. Tetapi, aku tidak bisa menceritakannya kepada Sachi.


"Kau harus lebih memerhatikan kesehatanmu, Kira."


BRAK!


"Tenang saja Kakak! Aku akan merawatmu dengan kasih sayang seorang adik! Tentu kau bisa memanjakan dirimu dengan tubuhku yang semok ini. Tunggu! Kenapa ****** itu ada disini?"


Tiba-tiba saja Haruka masuk ke dalam kamar dengan pakaian kasualnya yang tipis dan memperlihatkan banyak kulit.


Sachi sontak berdiri, dan menunjuk Haruka.


"Me, me, me, me, me, memakai pakaian minim seperti itu!! Sangat tidak senonoh! Akira! Tutup matamu!"


"Aarrg! Sachi jarimu menusuk mataku!"


"Katakan saja, kau sangat iri dengan bodiku yang berisi ini, kan? Ayo katakan saja."


"Ugh!"


Sachi melihat tumpukan daging yang memantul dibalik pakaian tipis Haruka. Dia membandingkan dengan miliknya yang tidak begitu besar.


Namun, bukannya merasa kalah. Sachi malah balas tersenyum lebar.


"Huh, tapi kau tidak lupa bukan, Haruka? Aku adalah pacar Akira. Jadi secara teknis aku adalah wanita ideal pilihannya."


"Apa maksudmu?" Haruka memiringkan kepalanya tidak mengerti.


"Artinya, tipe yang disukai oleh Kira adalah cewek berdada rata sepertiku."


"Kalian berdua, tolong beri aku istirahat."


***


"Hei, Kira. Ini catatan kemarin."


"Maaf Gerald, aku akan mengembalikannya besok."


"Santai aja, itulah artinya teman bukan? Nah kalau bisa ...," gelagat Gerald menjadi aneh. Wajahnya memerah dan terlihat menjijikkan, "Ji, ji, ji, ji, jika bisa aku ingin kau membantuku dalam hubunganku dengan Haruka."


"Kalau begitu tidak jadi."


"Ehhh?! Kumohon Kira!! Hanya kau yang bisa membujuk Haruka, kumohon!"


"Helena! Sepertinya Gerald rindu padamu!"


"Jangan panggil gadis itu!"


Di kelas terjadi keributan gara-gara ulah kami berdua. Tetapi itu sudah biasa, karena di kelas ini kami berdua sudah dicap sebagai pembuat onar yang sulit untuk di kendalikan jadi reaksi semua orang hanya seolah-olah menyatakan, "oh, mereka lagi,"


Tiba-tiba saja Helena yang sebelumnya berada di Kantin. Mendobrak pintu kelas dengan keras. Gerald yang melihatnya langsung merinding ketakutan. Tatapan Helena seperti orang gila yang haus akan darah, nafasnya terengah-engah dan air liurnya hampir jatuh menetes.


"Ki, Kira, tolong aku!"


"Tuan Gerald!! Aku juga merindukanmu!"


"Kyaaa!!"


Sementara kedua kekasih itu saling berbagi cinta mereka. Aku keluar kelas untuk mencari udara segar. Tetapi disana sudah menunggu Sachi dan Haruka yang bertengkar dan menyeretku ke dalam perkelahian mereka yang tidak ada habisnya.


Bukankah mereka harusnya sedikit melonggarknku karena aku baru saja sembuh dari penyakit? Yah, tetapi bagiku hari-hari seperti ini tidak terlalu buruk juga.


Hari-hari kami menghabiskan waktu bersama, terasanya sangat menyenangkan.


Tetapi tetap saja, adikku dan pacarku sama sekali tidak pernah akur. Aku sudah memikirkan berbagai cara untuk membuat mereka akrab tetapi itu percuma saja.