SISTER VS GIRLFRIEND

SISTER VS GIRLFRIEND
Double Date 2



Kencan kami bertiga masih berlanjut. Meski ada beberapa kendala yang menimpaku karena keinginan kedua gadis tersebut tapi akhirnya kencan ganda ini berjalan dengan cukup lancar.


Sachi dan Haruka sepakat untuk bergantian mengajukan keinginan. Tetapi bagaimana denganku? Bagaimana dengan keinginanku? Tapi sebagai satu-satunya pria disini aku hanya bisa mengalah.


"Jadi Sachi film apa yang ingin kau tonton?" tanyaku


"Umm ... bagaimana dengan ini? Teman-temanku sudah menontonnya dan katanya film ini cukup bagus."


"Heee, tapi aku lebih suka film dewasa," balas Haruka.


"Ka, kau! Apa yang kau katakan?! Tentu saja tidak ada film seperti itu disini!"


"Kalian berdua tenanglah, jangan membuat keributan. Sudah cukup dengan pandangan orang-orang yang dipenuhi rasa iri padaku itu aku tidak ingin menambah masalah! Selain itu Haruka tunggu giliranmu!"


"Maksudmu kita berdua akan menonton film dewasa nanti?" balas Haruka dengan malu-malu.


"Sa-sampah masyarakat," Sachi memandangku dengan tatapan jijik.


"Tentu saja tidak!! Dan juga Sachi bukankah seharusnya kau membela pacarmu ini?!"


Setelah perdebatan tidak berguna itu akhirnya kami masuk ke dalam bioskop. Film yang Sachi pesan adalah film romantis yang memiliki tema cinta dan peperangan.


Aku memiliki firasat bahwa film ini akan berakhir sedih mengingat temanya, dan yang benar saja setelah kami selesai menontonnya...


"Itu film yang bagus! Aku tarik kata-kataku tadi ternyata itu lebih baik daripada film dewasa," Haruka puas.


"Bagus apanya?! Kenapa di akhir pemeran perempuannya berubah menjadi robot dan menghancurkan dunia?! Itu tidak masuk akal sekali?! Selain itu ternyata tokoh utamanya bangkit dari kubur dan mengikuti pemeran perempuan untuk menghancurkan dunia!"


"Huwaa!! Maafkan aku!!"


"T-tenanglah Sachi aku tidak marah atau semacamnya. Benar, bagaimana kalau kita makan sesuatu dulu?"


Akhirnya kami memutuskan untuk mengisi perut kami terlebih dahulu. Sachi masih menangis tersedu-sedu dan aku juga masih berusaha untuk menghiburnya. Sepertinya, Sachi menjadi korban atas kejahilan teman-temannya sekolah. Pacarku itu cewek yang polos, jadi mereka pasti suka sekali mengerjainya seperti ini.


Tetapi bagiku, kepolosannya itulah yang membuatnya menjadi sangat imut.


***


Tempat yang ramai dimana pengunjungnya kebanyakan adalah anak-anak dan pasangan. Cocok sekali untuk mempererat hubungan keluarga maupun orang yang berpacaran. Seperti biasa orang-orang menatapku dengan hawa membunuh karena aku membawa dua bunga di kedua lenganku.


Haruka yang bersemangat segera membeli koin.


"Apa yang ingin kau mainkan, Haruka?"


"Fufufu, sebenarnya aku sudah merencanakan ini dari kemarin," Haruka memasang senyum menakutkan, "Sachi mari kita bertanding, yang menang akan diizinkan untuk mandi bareng kakak!"


"Ma, ma, ma, ma, mandi bareng?!"


"Hei Haruka!"


"Bu, Bu, Bu, Bukannya aku ingin mandi bareng atau semacamnya! Ta, tapi, aku tidak akan kalah kalau melawanmu!!"


Entah kenapa Sachi menjadi lebih bersemangat begitupun dengan Haruka yang bangga karena Sachi terprovokasi. Mereka berdua mulai bertanding, dari satu permainan ke permainan lain, mereka terlihat sangat senang dan menikmatinya.


Secara tidak sadar, aku tersenyum tipis.


"Yah, yang begini juga tidak buruk."


Melihat kedua gadis itu akrab adalah hal yang langka. Jadi aku berpikir kalau sekali-sekali begini itu tidak apa-apa.


Disaat aku ingin menikmati pemandangan langka itu, kedua mataku hampir dibuat keluar oleh dua orang lewat di depanku itu.


Tidak salah lagi, pria tampan dengan rambut pirang ditemani oleh gadis lidah tajam yang pernah menghinaku dengan pedas.


Mereka adalah orang-orang yang paling tidak ingin kutemui di situasi saat ini. Tetapi apa yang mereka lakukan disini?


"Semoga mereka tidak melihatku,"


Di dalam hatiku aku berdoa.


"Ara ~ bukankah itu teman Tuan Gerald?"


Sepertinya Tuhan tidak senang melihatku bahagia.