Short Story

Short Story
Love is Blind #7



“Punya dokter kok galak banget” clara masih protes sambil duduk di kursi khusus operasi mata


“Sus, kalian kok tahan sih disini sama dia?” Tanya clara saat mendengar banyak suara di dalam ruangan yang tertawa


“Dia ganteng sih mbak” jawab suster 1


“Ganteng kah? Aku gak pernah lihat. Eh pernah deng pas kecil”


“Udah puas gosipin aku?” Tanya ardy saat baru masuk


“Belum” jawab clara dan membuat suster disana tertawa lagi


“Bukan calon istri, ku buang juga ke laut”


“Emang berani? Nanti kangen loh”


“Diam, aku mau mulai”


“Aku boleh dengar lagu gak? Biar gak takut”


“Silakan, emang bawa earphone?”


“Nih” sambil keluarin dari kantong baju pasien


“Niat”


“Mulai” pinta clara saat lagu sudah terdengar olehnya


Operasi dimulai dan berjalan dengan lancar. Clara sudah kembali ke kamar inapnya dan tertidur.


Skip 3 hari


“Siap ra?”


“Selalu siap” jawab clara dengan mantap


“Ok aku buka” ardy pun membuka perban dengan hati-hati


“Pelan-pelan buka mata”


Clara membuka matanya dengan pelan, saat melihat cahaya clara menutup kembali dan membuka lagi untuk menyesuaikan. Pelan-pelan matanya terbuka dan mulai melihat pintu kamar rumah sakit, kedua orangtuanya, jingga, markus, dan terakhir ardy. Berhubung clara gak pernah lihat muka ardy, dia sempat bingung.


“Ardy?” Tanya clara yang bingung


“Iya, aku ardy”


“Bang, kok dia gak kumel kek pas kecil?” Tanya clara dengan polos ke markus yang membuat orang dikamar tertawa dengan keras


“Yak, kurang ajar nih anak” ardy menjitak pelan kepala clara


“Astaga, mau berapa kali jitak aku? Sakit tau” protes clara sambil mengelus kepalanya


“Kamu juga cari masalah” sambil mengelus kepala clara yang dia jitak


“Aku kan cuma becanda” sambil memeluk ardy “perlu di control gak?” Sambung clara sambil melepaskan pelukan


“Seminggu lagi kita control”


“Ok, boleh pulang? Mau ketemu dibo”


“Besok kamu baru boleh pulang”


“Ya sudah nunggu sehari juga”


Keesokan harinya clara sudah boleh pulang, dan dia langsung menuju ke taman untuk bertemu dibo dikarenakan waktu kepulangannya sore, dimana jam segitu anak-anak komplek pada main di taman.


“Dibo?” Tanya clara saat sudah dekat


“Iya kak, aku dibo. Kakak sudah bisa lihat?”


“Iya, kakak sudah bisa lihat”


“Hore... ayok kita main kak”


“Kak rara harus istirahat dulu” potong ardy saat dibo menarik tangan clara


“Ya udah, besok baru kita main ya kak?” Tanya dibo dengan wajah ceria


“Tanya bang ardy noh, boleh gak”


“Boleh ya bang?” Dibo langsung bertanya ke ardy


“Boleh, besok abang aja kak rara kesini”


“Hore... ya udah kakak pulang gih istirahat. Dibo lanjut main lagi. Bye kak” langsung pergi bermain lagi


“Lucunya” melihat dibo pergi “yuk jalan-jalan dulu” sambung clara sambil menarik tangan ardy


Mereka jalan-jalan sebentar terus pulang kerumah. Ardy mengantar clara kerumah terus dia pulang untuk beristirahat dan bersiap-siap untuk besok. Keesokan harinya ardy membawa kedua orangtuanya dan rombongan untuk melamar clara, clara tidak mengetahui tentang ini karena saat itu dia masih di rumah sakit. Ardy hanya membahas masalah ini dengan keluarga clara, dan mereka semua diam hingga acara hari ini. Clara yang gak tau tentang lamaran ini hanya bisa bengong dan mengikuti saja karena saking terkejut.


“Clara kamu bersedia?” Tanya ayah ardy


“Bersedia om”


“Jangan panggil om tapi panggil ayah, panggil tante dengan bunda juga”


“Ok yah”


“Kalau gitu sebulan lagi akad nikah dan resepsi”


“Buset cepat sekali” protes markus


“Eh, sadar kak. Abang sama kak jingga seminggu lagi” balas clara


“Aduh keluar lagi savagenya” pasrah markus


Yang lain hanya tertawa. Malam itu dilanjutkan dengan makan-makan. Seminggu kemudian acara markus dan jingga berjalan dengan lancar. Sebulan kemudian acara ardy dan clara. Skip akad langsung resepsi


“Anak mama cantik sekali”


“Cantik adik kakak”


“Makasih ma, kak. Tapi rara takut”


“Hal biasa itu, dulu mama juga begitu. Jingga juga begitu pasti” ucap mama clara disertai anggukan setuju dari jingga


“Anak papa cantik sekali, waktunya keluar nih” ucap papa clara


Saat di depan pintu clara bertemu ardy yang menunggu clara untuk masuk ke gedung resepsi, saat pintu terbuka ardy dan clara masuk dengan clara yang melingkarkan tangannya ke lengan ardy.


“Kamu cantik ra” ucap ardy saat jalan menuju ke pelaminan


“Kamu juga” sambil tersenyum ke arah ardy


Resepsi pun berjalan dengan lancar. Ardy dan clara akan menginap di hotel tempat mereka resepsi dan besoknya mereka akan berbulan madu ke luar negeri.


THE END