
“Loh lo kan yang kemaren, kok bisa disini?” Ucap jingga saat melihat ardy
“Dia teman kecil ya markus dan clara” jawab papa clara
“Sorry soal kemaren”
“Jangan sorry ke gue tapi ke rara langsung. Terus tuh dua anak kenapa?” Tanya jingga ke ardy
“Markus goda-godain clara dengan ardy, makanya clara ngamuk dan bilang mau telp kamu buat kasih tau kalau markus selingkuh” jawab mama clara sambil tertawa
“Maaf ya ma pa, anaknya ku jewer dulu”
“Gpp, kami tau clara suruh kamu pura-pura” jawab papa clara sambil tertawa
“Hahaha, ok mari kita marahin markus” merubah raut wajahnya menjadi marah
‘Wah langsung berubah’ batin ardy yang kagum dengan perubahan raut wajah jingga
“MARKUS LO CARI MATI YA SELINGKUH” teriak jingga sambil menuju ke kamar clara
“Hahahaha” ardy dan orangtua clara hanya tertawa sambil menonton dari ruang keluarga
Di depan pintu kamar clara
“Aduh ****** jingga disini” markus panik
“MARKUS”
“Ampun yang, aku gak selingkuh”
“CLARA BILANG LO SELINGKUH, DIA LIHAT SENDIRI DAN ADA BUKTI LAGI”
“Gak ada yang, aku gak selingkuh sama sekali”
“IKUT GUA” sambil menjewer kuping markus dan membawa ya ke depan kedua orangtua clara dan ardy yang masih ketawa.
“Bantu aku turun dong siapa pun” panggil clara dari kamarnya karena baru selesai mandi
“Dy sana kamu bantu clara” pinta papa clara dan ardy hanya mengangguk dan naik menuju kamar clara
“Sini” ardy menarik clara dengan halus untuk turun ke bawah
“Ada apa kak jingga ke sini?” Bertanya dengan polos karena mendengar suara jingga yang lagi marahin markus
“Kamu kan telp jingga ra” jawab papa clara
“Oh iya, padahal aku cuma bilang ke kak jingga pura-pura marah karena kak markus selingkuh” dengan polosnya membongkar sandiwara jingga dan jingga langsung memeluk markus
“Sorry beb, ulah adikmu tuh” masih memeluk markus dengan mesra
“Pasti sekarang kak jingga lagi peluk kak markus. Dy tolong anterin ke dapur aku mau minum” pinta clara yang males dengan adengan mesra markus dan jingga
“Bilang aja mau berduaan” sambung markus dengan tanpa dosa
“Kak jingga, sini lihat galeri hp aku disana ada foto kak markus dengan selingkuhannya”
“Jadi kamu beneran pernah selingkuh? Diam duduk di sini” pinta jingga dan mendekat ke clara dan markus hanya bisa duduk diam karena melihat ekspresi jingga yang beneran marah
“Kamu beneran ada foto markus selingkuh?” Tanya ardy saat jingga mengambil hp clara dan kembali ke ruang keluarga untuk melihat galery hp clara
“CLARA HUSNI” panggil jingga dari ruang tamu
“LAGI MINUM TUNDA DULU MARAHNYA” teriak clara
“Ayok” gandeng lengan ardy
“Nakal dari kecil gak berubah” sambil mengacak rambut clara
Clara hanya merapikan rambutnya sambil tersenyum. Clara sudah duduk dan ardy sudah duduk di lengan kursi sebelah clara karena gak muat.
“Ok, silakan marah” sambil mengambil tangan ardy yg ada cincinnya buat di mainin
“Eh tuh cincin orang bukan buat mainan. Malah di putar-putar di jari orang” protes markus
“Yang punya tangan aja gak protes aku mainin, kenapa malah abang sih yang protes”
“Kamu suka dengan ardy?” Tanya papa clara to the point langsung
“Emang dia mau sama aku yang buta?” Tanya clara masih dengan mainin cincin ardy di jarinya
“Mau ku lamar jadi istri malah” jawab ardy santai di depan orangtua clara
“Wih, abang kalah gercep sama dia. Kapan nih yang sebelah aku jadi istri juga?” Tanya clara
“Tunggu kamu besok selesai operasi baru abang married dengan jingga. Abang sudah lamar kak jingga tinggal tentuin tanggal aja, berhubung ardy bilang kamu mau di operasi berarti secepatnya abang bakal halalin jingga”
“Emang orangtua kak jingga gpp?”
“Malah mereka yang bilang ingin kamu disana juga melihat dengan keadaan mata yang sudah bisa lihat”
“Papa dan mama kakak sudah anggap kamu sebagai anaknya, sebagai adik kakak juga. Jadi mereka ingin kamu bisa melihat langsung”
Clara langsung memeluk kak jingga dengan nangis yang semakin kencang.
“Wah dy tanggung jawab lo, bikin adik gua nangis” goda markus
Ardy mengangkat badan clara sehingga dia bisa duduk dan clara duduk di pangkuannya biar bisa di peluk.
“Wah depan calon mertua” markus menggoda ardy lagi
Clara langsung memeluk ardy karena dia belum berhenti nangis dan juga malu karena godaan markus. Ardy masih menenangkan clara yang masih terisak sambil cerita-cerita dengan orangtua clara, markus, dan jingga. Tak berapa lama clara diam dan tidak bergerak sama sekali hanya hembusan nafas yang teratur
“Lah tidur dia” ucap jingga karena melihat clara yang tenang di pelukan ardy
“Bawa ke kamarnya, terus kamu pulang. Bundamu cari tuh” kata mama clara yang barusan ditelepon mamanya ardy
“Ok tante”
“Jangan panggil tante lagi panggil mama, panggil om papa” kata papa clara
“Baik pa”
Orangtua clara hanya tersenyum. Ardy mengendong clara menuju kamar clara dan membaringkannya di kasur, mencium kening clara dan keluar dari kamar clara.
TBC