
“Main nyosor aja, halalin dulu” kata markus sambil memukul kepala ardy dari belakang
“Iya calon kakak ipar” balas ardy ke markus
Keesokan harinya di rumah sakit. Clara melakukan tes kecocokan mata dengan yang mendonorkan matanya. Clara menunggu di ruang tunggu untuk menunggu hasil yang akan dibawa ardy nanti.
“Ra” panggil ardy
“Gimana?” Tanya clara saat merasa ardy duduk di sebelahnya
“Cocok, kamu bisa operasi besok” senyum ardy sambil mengenggam tangan
“Serius?” Tanya clara yang tidak percaya
“Iya, kamu besok sudah bisa operasi. Jadi malam ini kamu sudah harus menginap di rumah sakit”
“Yah gak bisa ketemu dibo dong di taman? Kan sudah janji sama dia” raut wajah clara berubah sedih
“Kita ke taman dulu buat ketemu dia, dan kita pamit baru kesini”
“Ok lah” langsung semangat lagi
Sore hari di taman komplek, ardy dan clara turun dari mobil untuk bertemu dibo. Clara mau menempati janjinya yang akan bertemu dibo lagi di taman komplek. Ardy menuntun clara ke tempat dibo dan membiarkan mereka berbicara.
“Kakak cantik” teriak dibo dari jauh dan memeluk kaki clara saat sudah dekat
“Panggil kak rara aja ya” clara menunduk dan membalas pelukan dibo
“Ok kak rara”
“Oh iya, mulai besok kakak gak bisa ke taman”
“Kak rara mau kemana?” Tanya dibo
“Kakak mau ke rumah sakit”
“Biar mata kakak sehat lagi ya?” Tanya dibo dengan polos
“Iya, doain kakak ya biar bisa melihat dibo”
“Kakak pasti sehat, dan bisa melihat dibo dan yang lainnya”
“Makasih, kalau gitu kakak ke rumah sakit dulu ya” clara berdiri dan berjalan dengan tuntunan ardy ke mobil untuk ke rumah sakit
“Hati-hati kak” dibo dah-dah dengan semangat saat melihat clara sudah masuk mobil
Keesokan harinya
“Kamu siap?” Tanya ardy saat masuk ke kamar clara
“Siap, dokternya siapa?” Tanya clara karena penasaran dengan dokter yang mengoperasinya
“Dokter Ardy Wacana” jawab ardy dengan santai. Ardy sendiri yang akan pegang kendali operasi kornea mata clara.
“Ok, titip salam buat dokter ardy bilang kalau aku sayang dia” balas clara dengan santai
“Gak kaget emang aku yang operasi kamu?”
“Gak, buat apa kaget. Kan emang kamu sendiri yang dari awal ambil keputusan sendiri buat cariin aku donor, jadi pasti kamu juga yang bakalan jadi dokter yang operasi aku. Kamu pasti gak bakalan tenang kalau bukan kamu sendiri yang lakukan”
“Hahaha, calon istri yang pengertian” sambil mengelus kepala clara “waktunya keruang operasi, aku duluan ya mau siap-siap” sambung ardy saat melihat suster masuk untuk membawa clara ke ruang operasi
“Ok calon suami” balas clara dengan santai, walupun dia tau ada suster disana
‘Sudah berani dia, malu gue diketawain pula sama suster’ sambil tersenyum canggung ke suster
Saat clara mendengar suara pintu tertutup dia langsung bertanya ke suster
“Sus, tadi pipinya merah gak?”
“Merah sekali mbak”
“Hehehe, pegen lihat aslinya gimana”
“Mbak beneran calon istrinya?” Tanya suster itu karena penasaran sambil membantu membawa infus clara
“Gak tau sus, keknya belum ada acara yang resmi untuk lamaran”
“Tapi dokter ardy selalu dingin dengan semua dokter dan suster cewek di rumah sakit sih mbak, kadang sama pasien cewek juga begitu” sambil menuntun clara menuju ke ruang operasi
“Tapi emang iya sih sus, ardy dingin kek es batu” balas clara dengan polos karena gak tau kalau ardy sudah di depannya
“Eh, kalau mau ngomongin orang itu lihat-lihat dong” ardy menjitak pelan kepala clara
“Au, aku kan gak bisa lihat belum juga dioperasi mana tau kamu di depan” protes clara sambil mengelus jitakan ardy
Suster yang menuntun clara masuk ke ruang operasi dan di dalam ruang operasi ketawa dengan pertengkaran singkat ardy dan clara.
TBC