
Hari ini merupakan hari pertama bagi Vina, Nesa, Dea, dan Hani bersekolah di SMA Nusantara yang dimana merupakan SMA terkenal di salah satu Ibukota.
“Orang tua kita pinter juga memilih sekolah untuk kita” kata Nesa
“Iya” Vina, Dea, dan Hani kompak menjawab
“Yuk kita masuk” ajak Nesa
Saat sampai di koridor sekolah Vina gak sengaja menabrak seseorang karena Vina gak melihat jalan.
“Kalau jalan pake mata dong jangan pake lutut”
“Sorry, gua gak sengaja”
“Gak sengaja, enak aja lo ngomong”
“Gua kan gak sengaja, gua juga udah minta maaf kok lo makin sewot sih”
“Udah Vina kita keruang kepala sekolah yuk” ajak Hani
“Dasar cowok aneh” kata Vina sambil pergi dengan Hani
“Napa lihat gua lo?” Nunjuk Nesa
“Gak apa apa” Nesa pergi dengan Dea menyusul Hani dan Vina
Nesa, Dea, Vina, dan Hani sudah di ruang kepala sekolah dan wali kelas mereka mengantar mereka ke kelas 2-1
“Pagi semua”
“Pagi pak”
“Kita kedatangan murid baru, ayok masuk kalian”
Nesa, Dea, Vina, dan Hani masuk ke kelas.
“Perkenalkan diri kalian”
“Hai semua, namaku Nesa salam kenal semua”
“Namaku Dea salam kenal semua”
“Namaku Vina salam kenal semua”
“Namaku Hani salam kenal semua”
“Nesa kamu duduk di situ, Dea dan Hani duduk bersama di sana, dan Vina terpaksa duduk di antara para cowok itu. Kamu duduk dengan Hans”
‘Gua harus duduk disana? Apalagi cowok tadi berantem dengan gua di koridor ada di sana’ batin Vina sambil berjalan menuju ke mejanya
“Hai, aku Vina”
“Hai, aku Hans”
Saat istirahat.
“Bisa gila gua duduk disana, apalagi ketemu cowok itu” protes Vina
“Mereka itu sangat terkenal dikalangan cewek-cewek di sekolah ini. Cowok yang lo tabrak tadi namanya Raka, cowok cerewet dan cuek” Hani menjelaskan
“Teman-temannya Kim, Fredy, Markus dan Hans. Cowok yang duduk dengan mu itu” Nesa melanjutkan
“Hans itu baik dan ramah orangnya”
“Dari mereka hanya Hans yang paling ramah” Hani bicara lagi
“Kalian berdua kok tau banget?” tanya Dea
“Kami kan keluarga stalker” Hani dan Nesa bertos
Nesa dan Hani sepupuan, Nesa adalah adik kembaran Raka. Vina dan Dea gak tau kalo Nesa adalah adik Raka karena wajah mereka yang gak mirip sama sekali, dan Raka juga sudah tinggal sendiri di apartemen dengan teman-temannya sejak SMP. Vina dan Dea hanya tau Hani dan Nesa sepupuan.
***
Bel pulang berbunyi. Semua murid pada pulang tinggal Dea, Nesa, Vina, dan Hani yang masih berada di kelas.
“Dea, Vina kami pulang duluan ya”
“Kalian mau kemana?”
“Kami mau ke tempat nenek dulu”
“Ok, hati-hati di jalan ya”
“Oke, bye”
“Bye”
Nesa dan Hani pun ke tempat nenek mereka. Habis dari tempat nenek mereka pulang, saat melewati apartemen Raka dan sahabat Raka, mereka mampir dulu apartemen Raka.
***
“Kenapa Sasa punya teman seperti dia sih” gerutu Raka
“Tanya aja langsung sama adek lo” Kim sambil makan ayam
“Berhenti lah makan ayam, jadi ayam nanti lo” protes Raka
Pintu apartemen di buka oleh Nesa, karena Nesa tau password apartemen Raka.
“Bang Raka harus banget bentak temanku seperti itu?” Tanya Nesa tanpa salam ke Raka
“Salahin temanmu juga dong, gak lihat jalan”
“Kalau begini pasti Bang Raka bakalan balas dendam, dan kami kena juga” kata Nesa sambil duduk sebelah Kim
“Ada yang kurang, kita harus berpura-pura kesal dengan Raka” Hani menyambung yang juga ikutan duduk tapi di sebelah Fredy
“Kalian harus siap” ucap Raka sambil tersenyum jahat
“Ha…” Vina dan Hani kompak menghela napas
“Lo juga” ucap Kim yang masih makan ayam
“Kami pulang dulu lah” pamit mereka dengan lesu dan tanpa salam juga
"Ini adek gua kenapa pada gak sopan semua sih, masuk gak sapa, pulang pun gak sapa" ucap Raka saat Nesa dan Hani masih di pintu
"Tua sebulan dari gua aja belagu","Tua semenit dari gua aja belagu" ucap Hani dan Nesa bersamaan dengan kata-kata yang berbeda.
"Pulang sana kalian" Raka murka dengan Hani dan Nesa, sedangkan mereka hanya tertawa puas
Setelah menutup pintu apartemen Raka dan di jalan pulang mereka bingung harus bagaimana besok. Mereka selalu seperti ini semenjak SMP, karena mereka gak mau jadi tukang pos hadiah-hadiah para cewek ke Raka n The Genk.
***
Keesokan harinya Raka dan keempat sahabatnya telah menaruh kecoa di loker Nesa, Hani, Vina, dan Dea.
“AH.... loker gua ada kecoa” teriak Vina
“Loker gua juga”
“Gua juga”
“Gua juga”
‘SASA CAPEK BANG HARUS BEGINI TERUS’ Nesa hanya bisa berteriak di dalam hati
Pulang sekolah..
“Kenapa gua yang sih yang kembaliin buku sebanyak ini” gerutu Nesa
Saat dijalan untuk mengembalikan buku ke perpustakaan Nesa gak sengaja menabrak sesorang, dan buku yang di bawanya jatuh.
“Sorry, gua gak sengaja”
“Iya, gak apa-apa Sa”
“Bang Kim?” Nesa langsung menutup mulutnya dan melihat sekitar
“Sstt, kamu ceroboh juga ya. Kalau Vina dan Dea dengar gimana?”
Nesa hanya dapat tersenyum.
“Sini abang bantu”
“Makasih bang”
'Bang Kim gak salah makan kan hari ini? Kok tumben pakai aku-kamu sih?' Batin Nesa
Mereka segera mengambil buku-buku yang jatuh dan bawa ke perpustakaan. Saat mau mengambil buku yang jatuh gak sengaja Kim dan Nesa mengambil buku yang sama dan mereka berpengangan tangan.
“Maaf Sa”
“Gak apa-apa bang”
‘kenapa jantung gua berdetak sangat cepat’
Di tempat lain.
“Nesa dimana sih?”
“Hani?”
“Fredy” dengan suara yang hanya dapat di dengar Fredy
“Cari siapa?”
“Cari Nesa, lo ngapain disini?”
“Cari Kim”
“Mereka berdua sepertinya senang membuat orang susah”
“Benar sekali”
Mereka terus mencari, tapi langit telah gelap. Mereka pun pulang. Sedangkan Nesa dan Kim telah pulang dari tadi.
“Hani sudah pulang?” Tanya Nesa saat melihat Hani masuk ke apartment mereka
“Belum” jawab Hani kesal
“Napa lo?” Tanya Nesa tanpa dosa
“Lo kemana aja, gua cari seharian dengan Fredy di sekolah”
“Apa? Gua kan udah bilang setelah gua kembaliin buku ke perpustakaan gua langsung pulang. Kenapa lo tunggu?”
“APA? Gua gak denger lo ngomong”
“Derita lo, dan kenapa lo bisa sama bang Fredy?”
“itu..itu..itu karena saat gua cari lo, gua ketemu dia yang lagi cari Kim”
“Bang Kim sama gua, saat gua kembaliin buku gua nabrak dia. Jadi dia bantu gua setelah selesai kami pulang bareng”
Sedangan di apartemen Raka.
“Hey kalian berdua darimana?”
“Gua dari sekolah habis bantu Nesa kembaliin buku ke perpustakaan”
“Kalau lo Fred?”
“Gua dari sekolah juga habis cari Kim dengan Hani yang sedang cari Nesa”
“Kalian ini kalau mau PDKT jangan sekarang, kalian kan tau gua lagi ada masalah dengan teman Sasa”
“Iya Raka” Kim dan Fredy kompak
TBC