Setra | Another Side

Setra | Another Side
eksekusi



bermata empat dengan warna merah menyala, Tubuhnya diselimuti kabut hitam, taring yang tak terhitung jumlahnya.


"Aku Darkpath"


seketika atap dari ruangan labirin itu hancur, dan beberapa orang dengan membawa senjata mengerumuni Irain bersama dengan sosok yang mengaku Darkpath.


mereka berjumlah Lima orang, Sepertinya mereka mengincar Darkpath.


"Kapten, Kami menemukannya, dia membawa Sandera"


"baiklah, terima kasih banyak, sisanya serahkan padaku"


mereka berlima terbang diatas Irain dan Darkpath.


"kenapa jadi begini?" Irain hanya kebingungan dan takut.


"nak jangan khawatir, kami akan menyelamatkan mu!" teriak salah satu dari lima orang yang mengincar Darkpath.


Namun Darkpath mulai menyerang, seketika dengan radius sekitar lima puluh meter menjadi hitam dan setiap objek yang terkena berubah menjadi tombak hitam.


"Dasar manusia serakah, hukuman mati terlalu ringan untuk kalian" ucap Darkpath.


dalam hitungan detik para pemburu yang mengejar Darkpath tertangkap.


Namun Saat itulah pertarungan yang sebenarnya dimulai.


"Sring!!"


seketika sebuah tebasan hebat membelah separuh tubuh Darkpath.


"Argh!!!"


"ketemu juga kau" ucap seorang pemuda dengan membawa sebilah pedang.


"terkutuk kau Percy Pierce!"


Percy adalah nama dari pemuda itu, lalu ia berniat menghabisi Darkpath dengan sekali serang.


Namun semua itu terhenti setelah ia melihat Irain berada di samping Darkpath.


dengan cepat Darkpath memegang kepala Irain.


"maaf Percy, Tidak semua orang bisa kau selamatkan"


"Hentikan!"


Darkpath Merasuki tubuh Irain, dan berusaha mengambil Alih tubuhnya.


Ia berusaha memanfaatkan sifat Percy yang selalu mengutamakan keselamatan.


Namun Ada sesuatu yang menghalangi proses simbiosis mereka berdua.


"Apa-apaan ini, aku tak bisa menguasai tubuhnya!" Darkpath terkejut


ada sesuatu yang menghalangi proses simbiosisnya, namun ini pertama kalinya ada manusia yang tidak bisa ia kuasai sepenuhnya.


"Kau keluar!!" Teriak Irain.


Percy yang melihatnya juga kaget.


"dia menolak keberadaan Darkpath, tapi seharusnya cuma aku yang tak bisa ia Rasuki"


tanpa basa basi Percy terpaksa membuat tidak sadar Irain agar bisa membawa Darkpath yang terjebak didalam tubuhnya.


"kalian semua tak apa?"


"Kepalaku pusing kapten, tapi sepertinya Freya sudah pingsan duluan" ucap Elon, salah bawahan Percy.


"tapi tidak kusangka kita benar-benar melawan Darkpath yang legendaris itu!" dengan nada heboh Era tampak kagum.


"tunggu Era, cuma kapten yang melawannya, lagi pula kamu cuma mengeluh saat mengejar Darkpath" jawab Elon.


setelah membereskan semua kekacauan yang disebabkan Darkpath, Percy menjelaskan hal yang tak terduga.


"Apa!! Eksekusi?"


"Tapi dia masih anak-anak Kapten!" teriak Era.


"Aku tahu Era, tapi Yang kupunya hanya kekuatan, bukan kekuasaan, jika saja aku tak terikat oleh darah kesatria, aku akan melakukan jalan kekerasan" Jawab Percy.


"Tapi Kapten punya Cara lain kan?" Tanya Ivan sang Wakil Kapten dengan pandangan serius.


"Tentu saja Ivan, mungkin agak gila"


brak!


Irain di ikat di sebuah media Eksekusi berupa guillotine.


"Berdasarkan Undang-undang Nomor 3 tentang kasus Setra, bagi siapapun yang terlibat oleh pelaku Atau bekerja sama, maupun bersimbiosis dengan Setra yang telah melakukan tindak Kejahatan Lanjut, maka Hukumannya adalah Mati"


Saat ini, Irain dibawa di sebuah ruangan rahasia, yaitu Ruang Jaksa Antera, sekaligus Ruang Eksekusi untuk terpidana mati.


"Lalu apa alasan ketidaksetujuan mu Kesatria Percy?" Tanya Sang hakim.


Dengan siap Percy melancarkan beberapa alasan mengenai ketidaksetujuan dalam kasus ini.


orang-orang dari kelompoknya juga berdoa agar Irain tidak jadi di penggal.


Percy memiliki beberapa Alasan kuat mengenai Kasus yang menimpa Irain.




2Anak ini masih dibawah umur, dan dia Yatim Piatu, memang pantaskah seorang Petinggi Antera memberikan eksekusi Bahkan sampai hukuman mati pada anak yang tak tahu apa-apa.


3.Anak ini bisa menolak simbiosis dengan Darkpath, dengan kata lain dia mirip seperti ku sih, tapi hanya sedikit.


4.jika kalian selalu saja berbuat tidak Adil, Aku akan----


Di waktu yang sama, Irain berada dalam Alam Bawah sadar miliknya.


Ia juga bertemu dengan Darkpath yang telah kehilangan separuh lebih kekuatannya.


"yo! bocah, kekuatan pria tadi memang bukan main, tak kusangka masih ada manusia sekuat dia" ucap Darkpath.


"Kamu?"


"Huh, aku Darkpath, kita baru saja bertemu beberapa menit yang lalu"


Irain kaget dan reflek berteriak.


"Monster!!"


"Iya-iya Aku monster, lagi pula kita akan Di eksekusi sebentar lagi" jawab Darkpath


karena kurang paham, Darkpath menjelaskan situasi yang menimpa Rain saat ini.


"Jadi begitulah, kau terjebak karena Aku terjebak juga dalam tubuhmu, Hahah, sangat Ironis"


"Tidak mungkin, Padahal aku sudah Janji dengan Ibu, aku mau jadi orang sukses" Irain nampak sedih.


"hah, jangan terlihat seperti itu, kau membuatku merasa bersalah telah merasukimu, lagi pula pria tadi tak mungkin membiarkan mu di eksekusi"


'/kembali ke persidangan.


"cih!"


"Hukuman mati dibatalkan, Irain Tiyas tidak terbukti Bersalah!"


tok!


Dan sidangnya berakhir sesuai rencana Percy.


kemudian Irain dibawa ke ruangan Khusus oleh Percy beserta para anggota kelompoknya.


dengan kekuatan penyembuhan milik Era, Kesadaran Irain kembali seperti semula.


dan mereka semua menceritakan semua kejadian yang telah Irain Alami serta apa yang akan Ia alami.


"begitu ya, Tapi bagaimana dengan teman-teman ku?"


"tenang saja, Aku dan Era berhasil menyelamatkan mereka semua, tak ada sedikitpun yang menjadi korban" ucap Elon sambil mengacungkan jempol.


"Irain kamu biasanya dipanggil apa?" tanya Freya.


"Teman-teman biasanya pakai Nama Raran, ibu juga begitu"


lalu Percy datang sambil membuka pintu,


"Irain masih ada hal yang harus kamu lakukan kan?" ucap Percy.


Empat hari kemudian, tepatnya saat upacara kelulusan, Irain berpamitan dengan teman-teman sekelas serta guru-guru yang telah membimbingnya.


Ia terpaksa berbohong mengenai Dirinya yang akan Pindah Ke luar kota dengan kerabat jauhnya.


Namun sepertinya ada orang yang masih ingin bersama Irain.


"Raran, Apa kamu akan kembali?" Tanya Latifa.


"Tentu saja, Kita pasti akan ketemu lagi" jawab Irain.


"Raran, si Alan kayaknya nangis tuh" ucap salah satu temannya.


"eh, yang bener, heeee" Dengan Wajah mengejek, Irain menatap Alan.


"Dih, Apaan sih paling agak sepi kalau Tiyas pergi" jawab Alan dengan mode tsundere.


"idih, malu-malu kucing nih" sorak teman-teman Irain.


Lalu Ana sebagai Perempuan yang diperebutkan oleh Alan dan Irain memberikan sebuah ucapan terimakasih karena telah mengisi waktu bersama selama ini.


"Jadi dia yang namanya Ana" ucap Percy.


Percy disini menyamar sebagai Verdi, kerabat jauh Irain.


"benar"


"tapi Gadis yang disana itu lebih cocok sama kamu loh" Percy mengatakan sambil menunjuk kearah Tifa.


"oh Tifa, kami itu teman dekat, dia baik" jawab Irain.


Tifa sempat memalingkan wajahnya karena tak bisa menatap terlalu lama wajah Irain.


lagi pula, Latifa memang tak bisa menatap wajah seseorang terlalu lama karena suatu alasan.


`\bersambung