Setra | Another Side

Setra | Another Side
prolog | Rahasia



_____________________________________________


Ş̴̧̖̜̙͈̜̙̌̍̋̽͐̎̀͝͝ḝ̵̜̦̜̭͓̦̟͎̙̏̑̾̈́͋́͝ţ̵̯̻͇̭̦̣̱̻̦̉͌̑͘r̶̳̿̽̀̓̏͝ä̴̛͚͈͈̹́̀̀͆̃́̚̕͠


_____________________________________________


Suara gerimis hujan yg berirama.....♪♪♪


_____________________________________________


Sudah lima hari sejak kematian Kakek ku, Aku sempat merasa sedih, namun bagaimanapun kata ibuku, aku harus "tetap kuat....


saat ini aku berada di kediaman Kakekku,


"yaahhh, walau rumahnya sudah tua namun Ornamen yang khas dari Jawa tengah masih memperindah tempat ini....


tak Jarang di musim hujan seperti ini, banyak bagian dalam rumah yang atapnya bocor.


_____________________________________________


Lupakan saja mengenai hal itu...


_____________________________________________


Namaku adalah Irain Tiyas:::


Biasanya aku dipanggil Ran, Untuk saat ini aku hanya tinggal berdua dengan ibuku,


Karena kedua orangtuaku sudah bercerai beberapa tahun yang lalu, aku harus tinggal bersama ibuku,


sedangkan Ayahku, Ia bersama dengan Adikku, kudengar umur kami tak jauh berbeda,


( namun aku sudah lupa dengan wajah adikku sendiri...


_____________________________________________


sering kali dalam setahun,Ayahku mengunjungi ku sambil membawakan hadiah berupa mainan,


namun aku sering meminta dibelikan Komik yang bercerita mengenai pahlawan...


yaahh, anak kecil sepertiku yang baru berumur tujuh tahun hanya memikirkan kesenangan pribadi...


namun... Ceritaku ini, akan mengisahkan perjalanan hidupku...,


tak seperti karakter pahlawan yang selalu menang dalam komik.


Melawan sesama Manusia memang hal wajar,


Namun bagaimana jika yang kau lawan bukanlah Manusia?


-----………'


Cerita Pertama,,,, Dimulai


...__RAHASIA__...


waktu itu aku sedang membaca komik kesukaan ku di kamarku, Namun ini bukanlah rumahku,


Karena lima hari sudah berlalu semenjak kematian kakekku, aku dan ibuku menginap dirumahnya.


Namun kali ini lumayan Ramai, Salah satu kerabat jauhku memilih untuk tinggal seminggu.


walau jika dilihat dari garis keturunan, mereka sangat jauh,


namun aku tak mempedulikannya,,,


biasanya aku selalu sendiri ketika membaca komik, namun kali ini... Huhh...


ada mereka berdua...


"Heii, Raran, Main keluar yukk!!" Lena mengucapkannya sambil menarik-narik bajuku.


"Lena, Diluarkan hujan deras..., lebih baik kita di dalam saja, lagi pula kau takut petir kan?" Alan menjawabnya dengan nada santai.


Lena dan Alan, mereka berdua adalah saudara kembar, Lena adalah seorang Gadis yang penuh semangat.


Sedangkan Alan adalah seorang laki-laki yang pendiam, namun ia terlihat keren jika memberi Nasihat kepada Lena.


walau mereka kembar, secara biologis Lena adalah kakak dari Alan.


"Alan benar, lagi pula apa kamu tidak kedinginan?", aku bertanya sambil menatap Lena.


Lena mengalihkan pandangannya ke atap, lalu menjawabnya...


"sebenarnya, Kakiku sudah kedinginan sampai tidak mau bergerak, hehe" Jawab Lena sambil memalingkan wajahnya.


"lalu kenapa kamu ngotot mau main keluar dari tadi?"


"lalu kenapa kamu ngotot mau main keluar dari tadi?"


(Aku mengatakan hal yg sama dengan Alam)


karena mereka berdua sudah harus kembali esok hari, Alan dan Lena memilih untuk segera tidur


sebenarnya dua hari sebelum kematian kakekku, keluarga Lena dan Alan udah berada di rumah sakit untuk menjaga kakekku.


"Akhirnya, aku bisa membaca komik dengan santai,(waduh, aku kebelet pipis!)" sepertinya hal ini karena suhu dingin di musim hujan.


Kamar mandi memang agak jauh dari kamarku, lalu aku juga harus melewati teras yg lumayan panjang.


namun, saat itu, aku sempat menatap sebuah pohon beringin tua yg diguyur hujan dengan sangat deras.


"Pohon itu......" aku bergumam sambil mengingat perkataan kakekku ketika ia masih hidup.


saat itu Beliau berkata....


"Ran, Jika kakek pergi, cobalah cari apapun yg ada di bawah pohon beringin tua itu"


"Gk mau ah, mending bantu gali kuburannya kakek"


"Plak!!" sfx dipukul tongkat


"cari aja!, gk usah banyak alesan"


masih teringat betapa kerasnya pukulan tongkat dari Aki² yang sudah dekat dengan Ajal.


"(Mungkin sebaiknya dulu aku gk bercanda)....


"Duh, lupa aku, dah kebelet!"


dan keesokan harinya, Rena dan Riza pulang menuju Kota.


mereka anak kota sih, berbeda dengan diriku yang tinggal ngekost dengan emak.


"Kami duluan ya!" Alan menyapa dengan senyuman.


"Raran!! Aku ambil dua komik kamu dari kamar!!" Lena berteriak sambil memperlihatkan komik yg ia selundupkan.


"eh?, Balikin!!!!"


pada akhirnya....


"itukan komik yang baru aku beli"


beberapa jam setelah kepulangan mereka berdua, aku sendiri di rumah.


"ahhh, bosan, padahal komik itu belum sempat aku baca"


Aku berbaring di teras depan rumah, namun cuacanya cukup panas.


"Raran, Ibu mau pergi sebentar sama bibi yah" ucap Ibuku sambil membawa tas bagus.


"iya bu, (pasti arisan)"


beberapa jam telah berlalu lagi.


entah kenapa aku mulai merasa gabut, namun aku mulai mengingat mengenai pohon beringin tua yg diceritakan kakek.


Aku pun duduk di bawah pohon itu, aku dengar usia pohon itu melebihi usia kakekku.


padahal kakek berusia 92 tahun sampai ia meninggal.


Lalu sebuah getaran mulai terasa...


"gruuukkkk"


"gempa bumi?"


entah mengapa akhir-akhir ini sering terjadi gempa bumi.


apalagi rumah kakekku ini berada di kaki gunung.


warga sempat mengira itu adalah aktivitas dari gunung yang telah tertidur ratusan tahun.


namun BMKG menegaskan, jika gunung itu masih tertidur sampai sekarang.


lalu getaran itu mulai menghilang, tetapi kali ini berbeda.


getaran itu berasal tepat di bawah tanah yang aku duduki.


seakan-akan aku ditarik untuk mendekati area itu


aku langsung kabur dan memperhatikan tanah tempat dudukku dari jauh.


"(apa itu!?)"


kemudian terlintas dipikiran ku tentang perkataan kakek...


"carilah di bawah pohon beringin, sebuah rahasia besar, yang kakek sembunyikan"


begitulah perkataannya.


aku masih berusaha memberanikan diri untuk bertindak.


lalu aku mengambil cangkul dan menggali area tersebut.


"kira-kira apa ya?"


"apa mungkin alat pembuat gempa?"


Namun karena kegabutan yang melanda diriku, aku pun menggalinya hingga menemukan sesuatu.


peti?


sebuah peti yang tak terlalu besar, namun terlihat sangat kuno.


dan terdapat sebuah kertas yang bertuliskan Aksara jawa.


tanpa pikir panjang aku langsung melepas dan membuka peti itu.


perasaan yang mengganjal semenjak mengangkat peti itu terjawab.


aku melihatnya, sangat jelas...


kornea mataku mengecil, sebuah peristiwa yang tak akan aku lupakan.


"glarrkkk!!!" tiba² cuaca berubah menjadi badai...


aku hanya terdiam, rasa takut menghantuiku.


aku tak kuat melihatnya,


"huerkk!!"


perutku terasa mual.


"(apa ini!!!! tidak mungkin kan!!)"


sambil menutup mulutku aku berusaha kabur dan kembali ke rumah.


aku berlari ke kamar.


"(itu asli!!!)"


"(kenapa kakek menyimpan kotak itu!!!)"


waktu itu aku melihat...


potongan kepala manusia...


beberapa menit kemudian...


"jedug-jedug!!!!!!"


jantungku berdebar-debar, ibu dan bibi tak kunjung pulang.


aku bersembunyi di kamar.


"(Berpikir jernih Raran!!, Kamu masih SD, masa depan kamu pasti cerah!!)"


pikiranku kacau...


"(gak mungkin juga kalau kakek itu psikopat!)"


karena ketakutan, aku menutup tubuhku dengan selimut, dan berharap jika kejadian ini hanya mimpi.


aku tertidur, lalu terbangun...


aku merasa ada sesuatu di dekatku,


aku melihatnya...


"ke--!!!!!!"


entah kenapa, kepala itu berada di samping ku,