Reincarnation in a Fantasy world

Reincarnation in a Fantasy world
EPISODE 7



HAPPY READING


ENJOY...


Jangan lupa votenya yah biar makin semangat Qiee dalam buat ceritanya.


_____________@@@@@_______________


PADA SUATU HARI YANG...


"Membosankan..." ucap Tanaka dengan menarik nafas yang dalam.


*CRINGG...CRIGG...


Suara pintu Guild terbuka.


"Ohayyo...gozaimase."


*Ohayyo gozaimase adalah bahasa jepang yang berarti selamat pagi.


"ah...Ohayyo..." ucap Tanaka dengan nada yang lesu.


Keadaan saat itu panas,suhunya bisa sama seperti gurun pasir yang gersang tak berpenghuni yang dipenuhi burung-burung pemakan bangkai.


hanya tanaka yang malas mengerjakan misi yang di berikan Guild sedangkan Mafuyu sedang berlatih memperkuat ilmu sihirnya.


"Ada apa Mafuyu??" tanya Tanaka.


"Tadi aku berlatih memperkuat sihirku,dan sekarang sihirku sedang mulai kuat,apakah kau mau membantu ku untuk menyempurnakannya??" ucap Mafuyu dengan penuh semangat.


"Tidak mau..." jawab Tanaka dengan santai.


"Jahat...,Tanaka jahat!!!" ucap Mafuyu dengan ekpresi ingin menangis seperti anak kecil tapi lucu.


"ini permen??" ucap Tanaka dengan memberikan permen itu kepada Mafuyu.


"ah-ahh...iya,terima kasih" jawab Mafuyu.


"Bukan ini maksudku!!!" ucap Mafuyu dengan sedikit membentak.


"lebih baik aku mengalihkan pembicaraan ini..." ucap dalam hati Tanaka.


"ohh iya Mafuyu..." ucap Tanaka.


"Ada apa Tanaka??" jawab Mafuyu.


"Apakah disini ada tempat hiburan yang menyenangkan??" ucap Tanaka dengan sedikit semangat.


"Tempat hiburan ya??..." ucap Mafuyu dengan ekpresi sedang memikirkan sesuatu.


Setelah beberapa lama...


*aku akan mengalahkan mu,Raja singa!!!


*GGRRRR...!!!


*Kalahkan dia


Suara penonton berteriak.


"hmmm...--_--" ucap pelan Tanaka dengan wajah datar.


"Ini tempat paling ku sukai untuk menghibur diri" ucap Mafuyu.


Hiburan yang dimaksud oleh Mafuyu disini adalah pertandingan Gladiator.


______________________________________


Gladiator (bahasa Latin : gladiator , "ahli pedang", dari kata gladius, "pedang") adalah petarung bersenjata yang melakukan pertarungan untuk menghibur para penonton di Republik Romawi dan Kekaisaran Romawi .


Mereka bertarung melawan sesama gladiator, binatang buas dan narapidana. Beberapa gladiator merupakan sukarelawan yang mempertaruhkan kehidupan sosial dan nyawa mereka di arena. Sementara sebagian besar gladiator direndahkan sebagai budak, dididik secara keras, terpinggirkan secara sosial, dan dipisahkan bahkan setelah mati.


Terlepas dari asal usul mereka, gladiator memberikan contoh etika pertarungan Romawi kepada para penonon, dan, ketika bertarung ataupun ketika mati, mereka dapat menimbulkan kekaguman dan pujian. Mereka digambarkan dalam seni kelas atas maupun kelas bawah, dan nilai mereka sebagai penghibur dikenang dalam objek-objek berharga dan biasa di penjuru dunia Romawi.


Asal mula pertarungan gladiator tidak diketahui secara pasti.


Ada bukti mengenai pertarungan ini dalam ritus pemakaman selama Perang Punisia pada abad ke-3 SM, dan setelah itu dengan cepat menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial dan politik di dunia Romawi. Ketenarannya membuatnya berkembang menjadi tontonan yang jauh lebih mahal dan mewah yang disebut "pertandingan gladiator."


Pertandingan ini mencapai puncaknya antara abad ke-1 SM dan ke-2 SM, dan mulai menurun pada awal abad ke-5 M setelah diterimanya Kristen sebagai agama negara pada tahun 390-an, meskipun "perburuan hewan buas"


(venationes ) terus dilakukan hingga abad ke-6 M.


______________________________________


"Mafuyu coba kamu kesini sebentar." ucap Tanaka dengan mengayunkan tangannya.


"Ada apa Tanaka??"


*SREETT!!!...boing...boing...


"Ah-aduh sakit!!!" ucap Mafuyu dengan ekspresi lucu.


"Kenapa tiba-tiba mencubit pipi ku huhphhmm..." ucap Mafuyu dengan ekspresi kesal.


"Bukan hiburan seperti ini yang aku maksud." ucap Tanaka dengan wajah datar.


"Yang aku maksud tempat hiburan itu seperti,tempat game center." jelaskan Tanaka kepada Mafuyu.


"Tidak ada di dunia ini??" ucap Tanaka.


"Baru kali ini aku mendengar kata Game Center." jawab Mafuyu.


"Ohh iya benar juga,di dunia fantasi ini kan bukan jaman modern hhheee..." ucap Tanaka di dalam hati tetapi tetawa kecilnya terdengar oleh Mafuyu.


"Kenapa Tanaka??,kamu tertawa seperti orang licik saja." tanya Mafuyu dengan sangat bingung.


"Ahh..tidak apa-apa." jawab Tanaka dengan senyum liciknya.


"???..." ekspresi Mafuyu kebingungan.


"Sudah lupakan tentang tadi,lebih baik kita menjalankan misi Guild saja." ucap Tanaka.


"Yeee!!!,aku sekalian mencoba sihir yang sudah aku perkuat ketika latihan pagi tadi." ucap Mafuyu.


Tanaka dan Mafuyu sedang menuju kembali ke kantor Guild untuk mencari misi yang bagus untuk mereka.


Setelah cukup lama...


*CRINGG...CRING!!!


Suara lonceng pintu terbuka.


"Selamat datang" ucap wanita yang biasa bekerja di kantor Guild itu.


"Ohh...ternyata Tanaka-kun dan Mafuyu-chan." ucap wanita tersebut.


"Ah...aki sedang mencari misi untuk kami kerjakan" ucap Tanaka.


"Kalo itu,misinya cuma untuk Rank A dan S,tapi kalo untuk Rank D hanya terisisa misi untuk mengalahkan Goblin." ucap wanita tersebut.


"Nah itu saja!!!" ucap Mafuyu dengan semangat.


"Tunggu sebentar." ucap Tanaka.


"Ehh??" ekspresi Mafuyu kebingungan.


"Biar aku lihat-lihag dulu misi tingkat S dan A nya." ucap Tanaka.


"Lagi!!!" ucap Mafuyu terkejut karna dia akan menjalankan misi tingkat atas lagi bersama Tanaka.


Tanaka pun melihat-lihat formulir yang ada di mading misi di Guild tersebut.


"Nue...??" ucap Tanaka dengan ekspresi kebingungan.


*tulisan yang ada di Formolir tersebut yaitu,barang siaps yang mamph mengalahkan "Nue" dan membawa kepalanya,maka akan mendapat imbalan sebesar 20 koin emas jika berhasil.


"Yosh,ini saja!!!" ucap Tanaka dengan penuh semangat.


Tanaka menuju kasir tempat pendaftaran misi.


"Tolong misi ini." ucap tanaka.


"Aaaa...seperti biasa kamu memilih misi yang berat Tanaka-kun" ucap wanita yang tadi,yang biasa bekerja di Guild.


"Misi yang berat??" ucap Tanaka,seolah-olah misi nya itu sangat mudah.


"Baiklah,silahkan tanda tangan mu di bawah sini" ucap wanita tersebut.


"Ah-ahh oke..." ucap tanaka seraih menandatangani formulir misi tersebut.


"Baiklah,dengan ini kalian bisa mengerjakan misi tersebut" ucap wanita tersebut.


"Yosh!!!, saatnya berangkat Mafuyu" ucap Tanaka dengan melihat Mafuyu.


"Ahh-ahh...iya" ucap Mafuyu dengan tubuh seperti orang yang sedang sakit.


"Kamu tidak apa-apa Mafuyu??" tanya Tanaka dengan wajah santainya.


"Iya...aku tidak apa-apa" ucap Mafuyu dengan wajah semakin pucat.


"Baiklah...ayo berangkat!!!"


Tanaka dan Mafuyu pun berangakat menuju tempat yang sudah tertera di peta formulir tersebut.


"yee..hari ini aku akan mencoba sihir yang ku perkuat tadi pagi kepada monster Nue nanti" ucap Mafuyu dengan ekspresi semangat melebihi militer membela negara.


Setelah beberapa lama berjalan...


"Di sinikah tempatnya..." ucap Tanaka pelan dengan wajah santai.


Bersambung...


______________@@@@@______________


Mau tau kelanjutannya seperti apa??


Nantikan di chapter selanjutnya


Jangan lupa like komen dan share ke teman-teman kalian,follow dan beri rating cerita author jika kalian menganggap nya menarik


See you next time


Byee...bye...