
Happy Reading
Enjoyyy.....
______________@@@@@______________
Kejadian ini terjadi 2 hari yang lalu...
"Sial aku terlambat..."
"Nama ku adalah Tanaka,aku seorang pegawai kantoran di kota jepang,dan aku sekarang sedang terlambat untuk ke kantor..."
Taaaaakkk...taaakkk...takkk...
Suara langkah kaki tanaka.
Lampu merah...
Tanaka terus berlari tanpa melihat lampu merah jalan.
Dari arah yang lain mobil merah sedang melaju dengan kecepatan 80km/jam.
"Awas!!!...." ucap teriak seseorang ketika ingin memberhentikan tanaka.
Tanaka waktu itu sedang melihat ke jam tangan nya sambil berlari,tiba-tiba.....
"Gubbbbrakkkk.....!!!!"
Suara mobil menabrak yang terdengar cukup keras dari kejauh,ternyata tanaka tertabrak oleh mobil merah tersebut.
"Siapa saja tolong dia!!!." ucap seseorang yang melihat kejadian itu.
"Apakah aku sudah mati??...." ucap tanaka dengan di penuhi darah di atas kepala dan mata nya yang sedikit sudah memburam.
"Ini kah akhir dari kehidupan ku???..." ucap tanaka dengan kesadaran yang semakin runyam.
Mata tanaka pun terpejam...
Ketika tanaka membuka matanya lagi...
Terlihat sebuah ruangan kecil seperi kamar biasa nya dengan tv yang berfungsi sebagai penglihatan semua dunia,dan terlihat ada seorang kakek tua.
"Selamat datang di alam ini" ucap seseorang yang sudah tua tapi berotot dengan rambut dan kumis yang sudah putih serta rambut yang panjang terbelah 2.
"Aku dimana ini!!!??," ucap tanaka dengan sedikit kebingungan.
"Kamu sedang di alam ku"ucap kakek yang sudah tua itu tapi berotot.
"Kamu siapa??,"tanya Tanaka dengan sangat bingung.
"Aku adalah dewa tertinggi di alam ini,tapi semua makhluk memanggilku TUHAN" ucap kakek tua berotot itu dengan serius.
"Hahaha....mana ada tuhan yang sudah tua begini" ucap Tanaka sambil tertawa terbahak-bahak.
Kakek itu pun mengambil secangkir teh tapi tidak dengan berjalan,dia mengambil-nya dengan sihir.
Terlihat cangkir teh tadi melayang di hadapan tanaka.
"Mustahil!!!" ucap Tanaka dengan sangat terkejut-nya.
"Apa kau sudah percaya bahwa aku TUHAN/DEWA???"
"Tapi kenapa di dunia ku tidak ada yang namanya sihir??" tanya Tanaka kepada kakek itu.
"Dunia kalian juga tercipta karna kesalahan teknis perancang kami" jawab kakek itu.
"Memang ada yaa yang seperti itu" ucap tanaka dengan muka datar-nya """___'""".
"Yahh...,akhir-akhir ini kami sering mengalami kesalahan teknis,seperti kabel putus,listrik nya kongslet dan masih banyak lagi" ucap kakek itu dengan tangan kanan nga mengaruk ke kepala-nya.
"Yang benar saja!!!" ucap tanaka dengan sangat kecewa.
"Kau akan ku beri 2 pilihan,pilih lah salah satu" tanya kakek itu.
"Pilih salah satu???" tanya balik Tanaka dengan wajah kebingungan.
"Pilihan pertama kau akan langsung masuk ke syurga yang aku buat" ucap kakek itu.
"Pilihan ke dua???" tanya Tanaka.
"Pilihan ke dua,kau akan terlahir lagi ke dunia,tapi tidak ke dunia mu yang asal,karna jika kami melahirkan mu ke dunia yang asal,itu sama saja melanggar hukum alam semesta ini" ucap kakek tersebut.
"Kau kan tuhan/dewa kenapa masih terpaku dengan hukum alam """'___"""." ucap Tanaka dengan wajah datar.
"Tapi tenang saja,di dunia mu yang baru semua orang bisa mengunakan sihir"ucap kakek itu.
"Hmmm..." jawab tanaka dengan sangat bingung dengan ke 2 pilihan itu.
"Aku akan memilih pilihan ke dua" jawab Tanaka.
"Baiklah....,sebelum ke turunkan kau di dunia itu,apakah ada permintaan lagi??" tanya kakek itu dengan senyum di wajahnya.
"Hmmmm.....,aku mau pedang tertajam yang bisa membelah apa saja"jawab Tanaka dengan sangat semangatnya.
"Hanya itu saja kah???,hmmm....baiklah,aku akan sedikit memberi mu mata uang ketika setiba nya kau di dunia itu" jawab kakek itu.
"Oowhhh terima kasih Tuhan,aku sangat terbantu" jawab Tanaka dengan sangat senang.
"Jika kau punya pertanyaan tentang dunia itu,kau bisa hubungi aku dengan berbicara kepada pedang yang aku berikan" ucap kakek tersebut.
"Baiklah...!!!" jawab Tanaka dengan sangat tak sabar nya melihat pedang tersebut di tangannya.
"Baiklah....akan ku kirim kau kedunia itu,sampai ketemu lagi!!!..."ucap kakek tersebut dengan senyum di wajahnya.
Tak lama tanaka menutup mata nya karna silau cahaya yang tidak tahu dari mana asalnya.
Setelah iya membuka matanya......
Tanaka telah sampai di dunia dimana tingkat sihir yang menjadi pengukur kekuatan seseorang.
Terlihat sebuah pemandangan dari 2 gunung yang saling berdekatan,udara segar mengelilingi hutan itu,dan suara kecauan burung yang merdu bersahutan dimana-mana.
Ketika Tanaka melihat itu,ternyata dia jauh dari keberadaan penduduk kota.
"Kenapa,aku harus di kirim terlalu jaub dari pusat kota """___"""."ucap Tanaka dengan ekpresi marahnya.
"Ahhh...biarlah...sebaiknya aku mencek apa yang sudah kakek itu berikan" ucap Tanaka sambil melihat apa yang sudah di berikan Dewa kepadanya.
"Ini apaan coba??"""__"""," ucap Tanaka karna melihat Manga/Komik di tasnya.
"Kakek itu pingin bercanda ternyata..."
Ucap dalam hati Tanaka.
Isi didalam tas Tanaka ialah,mata uang dunia tersebut yang sangat banyak,peta untuk menuju kota,dan 1 Manga/Komik 18++.
"Ohh iya...,ngomong-ngomong pedangku sudah jadi belum ya..." Tanaka bertanya-tanya ke diri-nya sendiri.
"Ahhh...mending aku ke pusat kota dulu saja..." ucap Tanaka sambil memulai perjalanan
Tanaka mulai berjalan menuju pusat kota...
"Udaranya segar seka-..."
"Duarrrrr!!!..." suara sebuah ledakan.
Tanaka menghentikan ucapan-nya karna dia terkejut dengan suara ledakan yang terjadi di depan tidak jauh dari penglihatan-nya.
Saat tanaka menghampiri ledakan tersebut,ternyata terlihat ada seorang gadis dengan telinga lancip sedang menguji kekuatan sihir nya.
Tanaka pun berjalan dengan sangat pelan supaya gadis tersebut melihatnya.
"Krekkk..." suara batang kayu
"Sial...kelar lah hidup ku" ucap tanaka didalam hatinya.
Wanita itu pun dengan sontak mendengar suara tersebut.
"Siapa disana!!!..." ucap gadis tersebut.
Untung saja pada saat itu ada sebuah batu besar untuk berlindung.
"tappp...tapp...tapp..." langkah kaki tanaka yang berlari kearah batu tersebut.
"keperingatkan 1 kali lagi,jika kau tidak keluar maka aku tidak segan-segan untuk menghancurkan mu dengan batu itu." ucap gadis bertelinga lancip tersebut.
Tanaka pun berpikir 2 kali untuk keluar dari pelindung batu itu,setelah membuat kesimpulan,tanak akhirnya memberanikan diri untuk keluar.
"akhirnya muncul juga..." ucap gadis bertelinga lancip tersebut.
______________@@@@@______________
Mau tau kelanjutannya seperti apa??
Nantikan di chapter ke 2 nya
Jangan lupa like komen dan share ke teman-teman kalian,follow dan beri rating cerita author jika kalian menganggap nya menarik
See you next time
Byee....bye....
______________@@@@________________