Reality Life

Reality Life
Rumah



Hey, apa kabar?


Kadang hidup membawa kita ke suatu tempat dimana sulit sekali untuk dihadapi.


Sejauh apapun kamu pergi, rumah adalah tempat paling kau cari saat kau sedang dilanda segala rasa.


Sejauh apapun hingga tempat yang tak mungkin bagi dirimu, rumah adalah hal yang tak pernah bisa di lupa.


Walau kadang berantakan, gak seperti yang kita duga, gak seperti apa yang kita mau.


Namun rumah adalah tempat dimana kita bercerita tentang beribu hal yang sudah kita lalui.


Sejauh apapun kamu melangkah, selama apapun kamu pergi, ingat.


Jangan lupa jalan pulang.


Ada doa disana.


Doa semoga kamu baik-baik saja.


Doa agar kamu diberi kebahagiaan disetiap waktunya.


Dan doa-doa lainnya yang selalu mengikuti kemanapun kamu pergi.


Itulah yang ingin ditemui suatu saat jika kamu pulang.


Banyak harapan yang kamu tinggal disaat kamu melangkah keluar,


Banyak orang berharap padamu saat kamu melangkah keluar.


Hidup kadang membawamu pada kekecewaan,


Dimana kamu harus membawa luka itu kerumah dimana selama ini ialah yang senantiasa menjaga dan mendoakanmu.


Namun itu bukan hasil dari doanya, tak ada doa yang berharap untuk gagal.


Tak ada.


Namun, hidup juga membawamu pada kebahagiaan kemudian.


Kamu pulang dengan sebongkah hasil dari apa yang telah diharapkan.


Bahagia, tentu.


Hidup juga membawamu pada titik dimana kamu harus menunggu, yang sebenarnya kamu pun tak tahu apa jawaban dari semuanya.


Entahhasil dari apa yang diharapkan, atau pulang dengan kekecewaan.


Jauh diluar sana,


Ada yang menunggumu untuk pulang,


Ada yang khawatir dengan keadaanmu,


Ada rindu yang terus bertambah disetiap harinya.


Segudang cinta telah mebekalimu saat kakimu melangkah kejalan yang lebih jauh lagi,


Berlimpah doa menjadi penguat dirimu agar kuat menjalani hidup yang kamu tak tahu akan seperti apa.


Harapnya hanya satu,


Kamu kembali dengan kebaikan disegalanya.


Kadang tak peduli apapun yang kamu bawa ketika pulang.


Entah kesedihan, kecewa, kesal, apapun.


Ia hanya mau melihat wujudmu ada dihadapannya,


Memeluk dan memastikan bahwa kamu aman.


Hanya mau kamu.


Rumah adalah tempat yang paling tepat untuk segala keadaan.


Penyejuk ketika marah.


Penghibur ketika sedih.


Bahkan teman ketika bahagia.


Jaga dirimu baik-baik,


Diluar sana entah apa yang akan terjadi,


Entah siapa yang akan ada disaat kamu membutuhkan sesuatu.


Entah, selalu entah.


Karna semesta tak bisa kita tebak dan kita tentukan.


Setidaknya, jika tak bisa mewujudkan salah satu harapnya.


Jangan lagi ditambah kekecewaanya.


Pulang lah, obati segala rasa pilu disana.


Jangan membuatnya semakin kecewa karna kamupun tak hadir untuk menyembuhkannya.


Bahwa hadirmu lebih penting dari segalanya.


Kamu adalah hasil apa yang telah diperjuangkan,


Kamu adalah doa disetiap waktunya,


Kamu adalah orang yang paling diutamakan.


Jangan lupa jalan pulang.


Rumah tak akan berubah walau semesta merubahmu,


Merubah kebiasaanmu, karna itu perlu untuk ditempatmu yang baru.


Namun, rumah masih tetap sama.


Hanya rumah yang bisa melihatkan siapa dirimu sebenarnya.


Kamu masih tetap sama.


Malaikat kecil yang harus tetap dijaga.


Tak ada obat untuk menyembuhkan rindu selain temu.


Rumah adalah dirimu yang sebenarnya,


tempat singgahmu selamanya,


dimana tak akan ada yang berani menyakitimu.


Rumah tak melarangmu untuk melangkah sejauh apapun yang kamu mau,


Karna ia tahu kamu tak akan lupa jalan pulang.


.


.


.


🍌🍌🍌