
“Hmm itu leen, staf disini kan harus sopan melayani pelanggangnya yakan?” Kata Alva.
”Jadi.. anu Hmm itu…” Alva ngga bisa berkata bohong kepada orang lain.
”Anu apa? Itu apa?” Tanya Aileen penasaran.
”Anu hm itu… jadi Yah intinya harus sopan, pelanggang adalah raja” kata Alva.
”Sepertinya lu ngga bisa bicara bohong va” kata Aileen.
”MAMPUS, dia tau lagi kalau gua ngga bisa bohong” batin Alva.
“Hallo”.
”ALVA!” Aileen menepuk bahu Alva.
Alva tersadar.
“HAH?!” Alva terkejut.
”Kok melamun?” Tanya Aileen.
”Ngga kenapa napa, ternyata lu tau kalau gua bohong sama lu” kata Alva.
”Gua suka sama cowok yang jujur, ngga papa kalau lu belom siap untuk cerita sama gua” kata Aileen.
”Ngga gitu leen, sebenarnya Starbucks ini punya gua” ucap Alva dengan jujur kepada Aileen.
Aileen terkejut.
“Jadi selama ini… Starbucks ini milik lu?!” Aileen tidak yakin dengan perkataan Alva.
”Gua bersumpah ini Starbucks punya gua. Sebenarnya di luar Starbucks ini vip disini. Axel menyuruh tempat ini adalah tempat kalian berdua jadi gua menyetujuinya” ucap Alva.
Aileen melihat kejujuran yang dibilang Alva kepadanya.
“Ternyata Alva dari rawut matanya berkata dengan jujur, gua salut sama kejujuran dia” batin Aileen.
“Ok, gua percaya va. Terimakasih lu udah mau jujur sama gua. Kejujuran itu penting” kata Aileen.
”Lu ngga marah?” Tanya Alva.
”Ngapain gua marah? Yang seperti gua bilang, gua suka kejujuran seseorang dari pada bohong” jawab Aileen.
”Btw thank udah traktir gua minuman ini” Aileen tersenyum.
”Sama sama” kata Alva.
Mereka bercandaan sampai sore hari.
Pukul 16.00.
”Iya, gua bersyukur punya keluarga yang baik dan mendidik kita berdua sampai tumbuh hingga dewasa sampai sekarang” kata Alva.
”Leen, lu besok bisa ngga sepulang sekolah?” Tanya Alva.
”Bisa, memang kenapa?” Tanya Aileen kembali.
”Kita ke makam Axel yuk, mau ngga?” Tanya Alva.
”Boleh, gua niatnya juga mau ke makam Axel” jawab Aileen.
”Ok, besok gua jemput mau ngga?” Ucap Alva.
Aileen memikirkan sejenak sebelum menjawab.
“Ok, jam berapa di jemput?” Tanya Aileen.
”Memang mau?” Alva Tanya balik.
”Lah kok malah tanya balik si, gua udah jawab Ok berarti gua mau” ucap Aileen.
”Okey, besok gua jemput kesekolah habis sepulang sekolah kita ke makam Axel. Bagaimana?” Ucap Alva.
”Boleh, kalau gitu gua balik dulu ya. Lu naik apa?” Kata Aileen.
”Gua naik motor” ucap Alva.
”Ouh naik motor, tumben sekali tadi kesekolah naik mobil sekarang naik motor” ucap Aileen.
”Itu beda mah jarak sekolah sama rumah gua lumayan jauh ini ke Starbucks aja deket sama rumah gua” kata Alva.
”Ouh begitu” kata Aileen singkat.
”Gua kawal ya takutnya lu kenapa napa di jalan nanti” kata Alva.
”Lu, mau kawal gua? Dikira gua artis main kawal kawalan kayak polisi aja” kata Aileen.
“Memang kenapa? Menurut lu cuman artis doang di kawal? Orang biasa mah juga bisa kali di kawal sampai rumah dengan selamat” kata Alva.
”Ok Ok, lu boleh kawal gua” kata Aileen mengizinkan.
”YES!” Batin Alva.
Aileen masuk ke dalam mobil dan begitu pun dengan Alva yang menaiki motor dan memasang helm tersebut.
Akhirnya Alva mengkawal Aileen di belakang mobilnya.
*******