
Seorang wanita menghampiri Bagas dan menyodorkan minum kepadanya.
Bagas melihat kearah yang mengasih minuman tersebut.
“SAYANG” kata Bagas kaget melihat wanita tersebut.
Wanita itu duduk di samping Bagas.
“Kamu kenapa?”.
”Ada masalah?” Tanya wanita tersebut.
”Ngga kenapa kenapa, itu minuman buat aku?” Bagas tanya balik.
”Iya, ini” wanita itu memberikan botol tersebut.
”Terimakasih sayang” Bagas membuka tutup botol tersebut dan meminumnya.
”Segar, apa lagi dari wanita cantik Ku ini” Bagas tersenyum kepada kekasihnya.
”Kamu bisa aja” wanita itu salting.
”Oh iya kenapa kamu kesini? Emangnya ngga sibuk? Kamukan ketua osis sayang” kata Bagas.
”Aku suruh wali osis untuk mengurus semuanya, lagian aku memang ngga perlu istirahat apa? Masa aku disuruh kerja terus” kata wanita itu.
”Iya juga sayang” kata Bagas.
”Kamu kenapa kok tadi melamun? Ada masalah?” Tanya wanita itu.
Bagas terdiam sejenak.
“Ngga, cuman kepikiran habis lulus ini aku mau kemana ya? Kuliah atau kerja” ucap Bagas.
”Ouh, kirain kamu mikirin cewek lain” kata wanita.
Bagas terkejut.
“Gawat, sepertinya Lexa curiga kalau perasaan gua ke dia udah semakin pudar ke dia” batin Bagas.
Bagas bicara tentang hal lain.
“Kita ke taman aja yuk” Ajak Bagas.
”Yuk sayang” ucap Lexa.
Bagas dan Lexa berdiri dan menuju ke taman sekolah.
******
Di taman sekolah.
“Duduk situ yuk yank” kata Lexa sambil nunjuk kursi kosong.
”Iya” kata Bagas.
Bagas dan Lexa duduk di antara daun daun berguguran.
“Sekarang musim gugur ya yank?” Tanya Lexa menatap pacarnya.
”Iya sekarang musim gugur, seperti kamu gugur di hatiku” gombal Bagas.
”Bisa aja kamu, bohong ya?” Kata Lexa.
Mereka berdua saling menatap.
Saat Bagas dan Lexa saling menatap.. Aileen dan Alva duduk di depan mereka berdua.
“Daun daun pada berguguran, cantik banget apa lagi musim bunga makin cantik” kata Aileen.
”Iya cantik, seperti yang bilang” ucap Alva.
”Haha, bisa aja lu mah va” kata Aileen.
Bagas menatap menatap mereka seakan akan cemburu.
“Tatapan itu, sepertinya aku tau tatapan itu. Tatapan cemburu. Apa mungkin Bagas sudah tidak menyayangiku?” Batin Lexa.
”Aileen memang cantik pantas ia jadi ratu di sekolah ini” batin Lexa lagi.
Aileen dan Alva saling bercanda dan merayu satu sama lain.
Bagas tidak bisa menahannya. Lalu pergi dari taman tersebut.
“Sayanggg mau kemana?” Lexa berlari mengejar Bagas yang menjauh darinya.
Aileen menatap punggung keduanya yang menjauh darinya.
“Kenapa itu sama si Lexa? Berantem lagi?” Batin Aileen.
Alva melihat Aileen ke arah yang lain. Ia pun melihatnya juga.
“Cewek itu… sepertinya gua pernah lihat tapi dimana ya?” Batin Alva.
”Ah ngga mungkin mantan pacarnya Alex” batin Alva lagi.
Alva memberanikan diri untuk bertanya kepada Aileen.
“Leen, lu kenal sama cewek yang bersama si cowok itu?” Tanya Alva.
”Kenal… cewek itu namanya Clara Lexa Viviana dipanggil Lexa, dia ketua osis cuman yah begitu selalu menghandalkan wali osis yang kerja bukan ketuanya. Dia ngga mau susah maunya gampang” jawab Aileen.
”Gua ngga peduli si apa masalah orang lain buat, gua ngga mau ikut campur” kata Aileen.
”Kenapa ngga mau ikut campur? Toh kan buat diri sendiri juga. Kalau ada yang bully lu, lu harus yakin pada diri lu sendiri tanpa bantuan orang lain” kata Alva.
”Gua dulu juga begitu apa apa harus mengalah dengan keadaan dan waktu berganti, gua seperti harus berani menghadapi semuanya itu. Gua yakin lu pasti bisa seperti gua” kata Alva.
”Lu benar va, gua selalu mundur kalau urusan diri gua sendiri tapi urusan orang lain ngga. Entah kenapa sama diri gua ini” ucap Aileen.
”Gua bantu lu biar berani menghadapi semua. Gua janji sama lu” kata Alva.
”Dan gua juga janji sama almarhum buat jagain lu” batin Alva.
”Thank you va” Aileen senyum kepada Alva.
”Youre welcome Leen” kata Alva ikut tersenyum.
*******
Nama Lengkap: Clara Lexa Viviana
Nama Panggilan: Lexa.
Keluarga: Vivi.