RAGAWILA

RAGAWILA
GALA | 4



..."WILA SAYANG!!!"...


..."APA MAUMU?!! JANGAN LAGI!!!"...


Pagi ini, Wila berjalan sendirian dengan santai melewati koridor sekolah. Sangat sering Wila datang sepagi ini bahkan setiap harinya ia selalu datang pagi dan biasanya ketika ia datang ke sekolah, hanya beberapa murid SMA Cakrawala yang rajin saja yang datang pagi-pagi sekali. "Palingan mereka lagi janji ketemuan sama penunggu sekolah" Pikir Wila acuh.


Namun entah mengapa, hari ini murid-murid sudah berdatangan padahal masih 30 menit lagi apel pagi dilaksanakan. Murid-murid itu terkhususnya siswi-siswi SMA Cakrawala berkumpul beramai-ramai di lapangan sekolah sedang asik menonton siswa-siswa sedang bermain basket. Yang sudah dipastikan bahwa geng Warrior berada dalam permainan tersebut.


Tampak seluruh perhatian siswi-siswi itu tertuju pada ketua geng Warrior yang tak lain dan tak bukan adalah Raga. Pesona Raga memang tak bisa dipungkiri apalagi saat ia sedang bermain basket seperti sekarang, ketampanannya akan berlipat kali ganda.


Kelas Wila yang terletak di depan lapangan membuatnya mau tidak mau harus berjalan melintasi area koridor depan lapangan tersebut. Dari kejauhan, Raga melihat Wila sedang berjalan santai menuju kelasnya. Dengan spontan Raga berteriak memanggil Wila "WILA SAYANG!!!" Teriak Raga dengan lantang di tengah lapangan sambil melambaikan tangan kepada Wila.


Wila yang mendengar itu seketika menoleh dan mendapati Ragalah yang memanggilnya. Panggilan Raga tadi membuatnya merasa malu sekaligus kesal dengan tingkah Raga yang menurutnya sangat memalukan, menggelikan dan meng-meng lainnya. Dalam hatinya Wila membatin "APA MAUMU?!! JANGAN LAGI!!!".


Karena merasa diperhatikan oleh warga sekolah SMA Cakrawala yang berada dilapangan, Wilapun memilih diam dan kembali berjalan memasuki kelasnya seperti tidak terjadi apa-apa.


Beberapa saat terjadi keheningan di lapangan sekolah, Raga yang tidak mendapat balasan pun pergi meninggalkan lapangan dan bergegas menuju kelas Wila, pujaan hatinya itu.


Sedikit lagi Raga keluar dari lapangan, namun teriakan Alex membuatnya berhenti sejenak.


"Woe Raga, lo mau kemana?" Tanya Alex dengan berteriak di dekat ring basket.


"Lo semua pada lanjut aja, gue mau ketemu bidadari gue" Teriak Raga diujung lapangan membalas teriakan Alex tadi.


Setelah itu, Raga kembali berlari menuju kelas Wila dan hilang dari pandangan murid-murid SMA Cakrawala.


Geng Warrior yang melihat ketuanya sedang jatuh cinta itu hanya mendengus membiarkannya saja, toh ini pertama kalinya mereka melihat seorang Raga mendekati perempuan apalagi Raga mulai menyukai gebetannya itu. "HILIH DASAR BUCIN" Batin anak-anak Warrior sehati.


Geng Warrior kembali bermain basket dan tidak menghiraukan sang kapten yang sedang perbucinan dengan gebetannya itu.


Di kelas XII IPA 1, Raga masuk dengan santainya lalu berhenti sejenak di depan kelas sekedar melihat dimana pujaan hatinya berada. Akhirnya tak lama setelah itu, ia mendapati Wila sedang duduk di bangku pojok dekat jendela dan sedang mendengarkan lagu lewat headset putihnya itu. Lalu dengan lebih santai lagi, Raga berjalan menuju tempat duduk Wila.


Dea yang terkejut dengan kedatangan Raga pun hanya terpaku ditempatnya. Kemudian Raga mengisyaratkan Dea melalui tatapannya untuk pindah ke kursi yang lain karena dirinya akan duduk di kursi itu tepat disebelah Wila. Dea yang mengerti pun langsung beranjak dari kursinya dan memilih berjalan keluar kelas sedangkan Raga dengan sangat tidak berdosanya duduk disamping Wila setelah mengusir pemilik bangku tersebut.


Sejak Raga masuk ke dalam kelas XII IPA 1, suasana seketika hening hanya deru nafas yang terdengar. Penghuni XII IPA 1 sibuk memperhatikan tingkah Raga yang sudah dipastikan akan berulah lagi kepada Wila. Berita tentang mereka berdua sudah ramai diperbincangkan di akun instagram The Most Wanted SMA Cakrawala.


Wila yang sedari tadi terhanyut dalam lagu yang ia dengar melalui headsetnya itu melirik jam ditangannya, sebentar lagi jam menunjukkan waktu masuk pembelajaran pertama hari ini. Untuk itu, ia melepas headsetnya namun "YAYSS, BIKIN GUE KAGET AJA!!!" Teriak Wila terkejut karena keberadaan Raga yang sedang duduk manis disebelahnya.


Raga yang mendengar teriakan itu sama sekali tidak terganggu, ia malah menyengir dengan lebarnya sambil menopang dagunya dengan tangan diatas meja.


Wila terlalu malas meladeni Raga akhirnya memutuskan untuk beranjak dari bangkunya dan hendak keluar kelas namun naas karena Raga terlebih dahulu menahan tangan Wila sambil bertanya "Lo mau kemana?".


Dalam hatinya Wila membatin "APALAGI INI?!! PLEASE JADIIN GUE KECOA AJA DEH T-T".


Akhirnya dengan berat hati Wilapun menjawab "Gue mau keluar, NAPA EMANG?!!!" Ujar Wila dengan ngegasnya sambil menahan amarahnya yang tidak terkontrol akibat tindakan Raga.


Raga yang melihat itu terdiam sesaat sambil meneguk ludahnya dengan susah payah karena ucapan Wila barusan.


Dengan hati-hati Raga bertanya "Lo lagi pms ya La?". Sepertinya Raga baru saja menyesali perkataannya itu dan langsung pias melihat wajah Wila yang menjadi lebih suram dari sebelumnya.


Wila menarik tangannya kemudian memukul Raga dengan headsetnya lalu pergi keluar kelasnya menjauhi Raga.


"ANJER MATA GUE KECULEK HEADSET!!!!!" Eluh Raga lantang akibat headset Wila yang terkena mukanya dengan sangat tidak santainya.


Namun Raga baru tersadar Wila telah menghilang dari hadapannya. Buru-buru ia bangun dari duduknya dan berlari menyusul Wila.


Sesampainya di depan pintu kelas XII IPA 1, Raga melihat teman Wila yaitu Dhea sedang berdiri sambil memainkan hpnya. Ragapun berinisiatif untuk bertanya pada Dhea "Eh, lo tau Wila pergi kemana? Tanya Raga sambil menepuk bahu Dhea pelan.


Raga terlihat ragu dengan ucapan Dhea tetapi dia tetap berjalan sesuai arahan Dhea. Setelah Raga sudah tidak tampak, Dhea segera menuju belakang pintu kelas dimana tempat Wila bersembunyi dari Raga.


"Udah aman La" Isyarat Dhea kepada Wila untuk keluar dari persembunyiannya.


Wilapun keluar dari persembunyiannya dan menghela napas lega. "Huhh akhirnya dia pergi". Ucap Wila sambil menatap Dhea dan dibalas anggukan oleh Dhea.


Merekapun segera masuk ke kelas karena 5 menit lagi pelajaran pertama akan dimulai dan itu memudahkan Wila untuk tidak bertemu dengan Raga. Namun naas, saat mereka berjalan menuju tempat duduk mereka, Raga dengan santai sedang duduk dibangku Wila sambil menyandarkan badannya ke sandaran kursi dengan tangan terlipat di depan Dada dan wajah yang datar menatap dua perempuan yang baru saja masuk ke dalam kelas XII IPA 1.


Wila dan Dhea melongo dan terdiam ditempat. Kemudian Wila dan Dhea saling bertatapan seolah berkomunikasi lewat mata mereka.


Mereka masih sibuk dengan acara telepati mereka sampai suara Raga membuat mereka berdua menoleh "Tadi lo kemana La? Dan lo, gue gatau nama lo siapa. Bukannya tadi lo gak bareng Wila yah kok sekarang barengan?" Pertanyaan Raga membuat Wila dan Dhea tidak dapat berkutik.


Masih sibuk dengan keterdiaman mereka sampai seluruh penghuni kelas XII IPA 1 ikut terdiam namun suara bel tanda pelajaran pertama dimulai membuat semua tersadar dan kembali ke tempat duduk mereka masing-masing.


Begitu halnya dengan Wila dan Dhea mereka menuju tempat duduk mereka tetapi enggan untuk duduk karena Raga masih setia duduk di bangku Wila.


Takut jika guru mata pelajaran masuk dan mendapati keberadaan Raga yang tidak berada ditempat semestinya, Wilapun menepuk bahu Raga agar beranjak dari tempatnya. Namun Raga masih tetap setia dan tidak ada tanda-tanda akan beranjak bahkan pergi dari kelas XII IPA 1.


Guru yang mengajar dikelas Wila saat ini tengah masuk ke kelasnya, mau tak mau Wilapun duduk dengan berbagi bangku bersama Raga. Raga juga tetap diam tanpa mengeluarkan kata-kata sedikitpun.


"Selamat pagi anak-anak" Ujar Pak Anton dengan lantang agar seluruh siswa mendengarnya.


"Pagi Pak" Sahut seluruh murid XII IPA 1 terkecuali Raga yang masih sibuk dengan keterdiamannya.


"Baik anak-anak, kita akan mulai pelajaran dengan materi ... Eh Raga, kamu ngapain ada dikelas ini?" Tanya Pak Anton sambil melihat kearah Raga dan Wila.


Seluruh murid pun ikut menoleh kearah tempat duduk Wila. Sesaat suasana agak canggung namun teralihkan dengan suara Raga "Lagi jagain pacar saya Pak" Jawab Raga pada Pak Anton.


"Siapa pacar kamu? Bukannya kamu jomblo yah" Ucap Pak Anton diiringi gelak tawa dari murid XII IPA 1 lainnya.


"Wila pacar saya Pak. Bapak gak mau kasih selamat ke saya karena udah gak jomblo lagi? Tanya Raga pada Pak Anton.


"Tidak penting juga saya harus ngucapin selamat ke kamu. Sekarang kamu keluar karena Bapak mau mengajar" Ujar tegas Pak Anton.


"Yah Pak kok gitu sih saya kan ..." Ucapan Raga terhenti karena Wila memukul lengan Raga sambil berbisik "Mending lo keluar cepetan, lo bikin gue malu tau!!!".


"Tapi La ..." Ucapan Raga terhenti lagi karena pelototan dari Wila. Akhirnya Raga pun berdiri dan beranjak keluar dari kelas XII IPA 1 namun dia berhenti di depan kelas dan menoleh kearah Wila dan berkata dengan keras "GUE TUNGGU DIKANTIN YA LA, LOP YU!!!".


Setelah mengucapkan itu Raga berkata pada Pak Anton "Dadah Pak Anton, lop yu pul" sambil melambaikan tangan dan berlari keluar kelas.


Pak Anton hanya menggeleng-geleng kepala sambil mengelus dada dan membatin "Duh untung aku masih normal huh".


Murid XII IPA 1 tertawa terbahak-bahak akibat ucapan Raga pada Pak Anton tetapi intrupsi dari Pak Anton membuat semua kembali terdiam "Sudah-sudah, kita lanjutkan pelajaran hari ini".


To Be Continued.


Halo semua, author balik lagi :v


Apa kabar kalian? Tetap jaga kesehatan ya :)


Maafkan part ini yang kebanyakan ngegasnya kayak lagi pms :v


Terimakasih untuk kalian yang sudah vote karena vote dari kalian membantu author agar tetap semangat untuk update :)


See u in next update :)