
..."Pertemuan tak sengaja yang sudah ditakdirkan oleh Sang Pencipta"...
Saat ini, Raga bersama dengan komplotannya sedang bersantai-santai dikantin Bi Siti. Hal yang sudah biasa ia lakukan setiap harinya adalah membolos dikantin Bi Siti bersama gengnya yang berandalan itu. Namun pesona dari mereka tidak bisa dipungkiri, ketampanan geng Warrior sudah diakui seantero SMA Cakrawala bahkan mereka masuk ke dalam jajaran Most Wanted Boy di sekolah itu.
Raga dan anak-anak Warrior lainnya sedang asik dengan kegiatan mereka masing-masing. Raga sedang asik dengan gamenya, Alex sedang asik dengan cemilannya, Rendy yang asik dengan rokoknya dan beberapa anak Warrior lainnya yang asik bermain kartu.
Tiba-tiba datang Randy yang tak lain kembaran Rendy dan juga termasuk kedalam geng Warrior dengan terburu-buru sambil berucap "Cabut gaes cabut, Pak Abdul dateng" Ucap Randy sambil ngos-ngosan seperti habis dikejar anjing.
Mendengar ucapan Randy barusan membuat anak-anak Warrior kalang kabut untuk segera pergi dari kantin Bi Siti. Pasalnya yang sedang memburu mereka adalah Pak Abdul, guru BK SMA Cakrawala sekaligus guru terkiller sepanjang masa. Siapapun tidak ingin berurusan dengan guru yang satu ini, maka dari itu mereka memilih bermain aman dengan cara melarikan diri dan pergi dari kantin untuk mengamankan diri dari kejaran Pak Abdul ini.
Raga yang asik dengan gamenya pun terpaksa harus menghentikan kegiatannya itu dan berlari meninggalkan kantin. Sama seperti anak-anak Warrior lainnya, mereka lari terbirit-birit untuk menghindari amukan dari Pak Abdul.
Raga dan gengnya berpencar keseluruh penjuru sekolah untuk mengamankan diri mereka masing-masing. Raga terus berlari dan perhentiannya sampai di depan toilet siswa perempuan.
"Ah shit, gak ada pilihan lain" Batin Raga sambil melihat keadaan sekitar yang sekiranya aman. Setelah itu, Ragapun masuk kedalam toilet itu dan menguncinya dari dalam. Tanpa Raga sadari, didalam toilet itu ada seorang siswa perempuan yang sedang memperbaiki tatanan bajunya yang terlihat sedikit kusut.
Dua makhluk ini sama-sama belum menyadari kehadiran satu sama lain. Sampai siswa perempuan itu selesai dengan kesibukannya dan ingin keluar dari toilet namun ia mendapati seorang siswa laki-laki yang dengan seenak jidatnya masuk kedalam teritori khusus perempuan.
"Aaaaaaaaa" Teriak siswa perempuan itu.
Raga yang kaget dengan teriakan itu segera membalikkan badannya dan terkejut melihat kehadiran siswa perempuan itu di dalam toilet. Tidak ingin dirinya tertangkap dari kejaran Pak Abdul, Ragapun menghampiri siswa perempuan itu dan segera membekap mulut si siswa perempuan itu lalu menghimpitkan tubuh mereka di dinding toilet dekat wastafel.
"Lo bisa diem gak sih, gak usah sampai teriak-teriak gitu!!!" Seru Raga pada siswa itu dengan setengah berbisik.
"Hmmptt hmptt hmpthh" Ucap si siswa perempuan itu dengan mulut yang masih dibekap oleh Raga.
"Lo ngomong apaan sih, gak jelas" Balas Raga dengan kebingungan.
Siswa perempuan itupun memberi kode dengan memukul tangan Raga yang masih setia membekap mulutnya. Mengerti dengan kode yang diberikan siswa perempuan itu, Ragapun melepaskan bekapan tangannya dari mulut siswa itu. Siswa perempuan itupun menghela napas lega lalu berkata "Lo ngapain ada ditoilet cewek hah?!" Omel siswa perempuan itu pada Raga.
"Huss, bisa kecilin suara lo gak, nanti ketahuan Pak Abdul" Balas Raga pada siswa perempuan itu sambil menatap dengan tatapan tajamnya.
"Yaudah sih selow, ini juga lagi kepepet makanya gue main nyelonong aja" Jawab Raga sambil berjalan mendekat kearah pintu toilet untuk memastikan keadaan sekitar.
Ragapun membuka kunci pintu toilet dan sedikit menyembulkan kepalanya untuk mengecek keadaan diluar toilet. Dirasa sudah aman dan tidak terlihat tanda-tanda akan kedatangan Pak Abdul, ia pun membuka pintu toilet dengan lebar kemudian membalikkan badannya menghadap kembali ke arah siswa perempuan itu.
"Minggir lo, gue mau lewat!!" Ujar siswa perempuan itu sambil mendengus sebal.
Raga hanya menurut saja sambil menyampingkan badannya untuk memberi celah pada siswa perempuan itu agar dapat keluar dari toilet. Kemudian siswa perempuan itu berjalan menuju pintu toilet untuk segera keluar dan terbebas dari tingkah aneh Raga.
Saat siswa perempuan itu sudah berpas-pasan dengan posisi Raga berdiri saat ini, Raga sedikit menoleh untuk melihat nametag siswa itu. "Wila Oktaviana Wijaya" Batin Raga membaca nama siswa perempuan itu.
Setelah siswa perempuan yang Raga ketahui namanya Wila telah berjalan meninggalkan toilet, Ragapun ikut keluar dari toilet dan menengok ke kanan dan ke kiri, sudah tidak ada tanda-tanda keberadaan Wila disekitar koridor sekolah.
Kemudian Raga menengok kembali ke arah toilet perempuan sambil tersenyum menyeringai, sepertinya akan terjadi pertemuan lagi antara dirinya dan Wila, siswa perempuan bawel yang baru ia temui beberapa menit lalu "See you soon, Wila" Batin Raga lalu meninggalkan toilet khusus perempuan itu dan pergi menuju kelasnya.
Ditempat lain, Wila sedang menggerutu dan menghentakkan kakinya seperti sedang menyimpan banyak kekesalan. "Kurang ajar banget tuh cowok, awas aja kalau sampai ketemu lagi. Eh buat apa ya ketemu orang kayak dia, dih amit-amit" Ucap Wila pada dirinya sendiri sambil berjalan menuju kelasnya.
To Be Continued.
Hola gaes, RAGAWILA chapter 1 done :)
Seneng banget bisa nyapa kalian lewat cerita ini :)
Semoga kalian suka sama cerita ini dan dapat menghibur kalian di masa pandemi ini :)
Don't forget to vote this story & follow my acc for always support me :)
See u :)