
Mica mengistirahatkan tubuhnya. Sambil beristirahat ia mengambil ponsel dan ia mulai menelepon orang tuanya di Indonesia.
Panggilan Via Internasional....
Rosalina : "Halo, nak? Kau sudah sampai?"
Mica : "Sudah, ma? Sekarang, sedang rebahan di tempat tidur sambil telfon mama."
Rosalina : "Syukurlah, nak? Mama, pikir kamu belum sampai. Mama, sempat khawatir tadi. Oh, ya mana tantemu. Mama mau bicara sama dia."
Mica : "Oh, sebentar ya ma? Mica panggil dulu."
Mica bangkit dan berjalan keluar kamar sambil masih berbincang dengan Rosalina dengan ponselnya. Ia sibuk mencari dimana Nessa.
Mica : "Tante Nessa! Tante!"
Nessa mendengar teriakan Mica. Ia pun langsung menghampirinya.
Nessa : "Iya...iya, sayang? Ada, apa? Kok, teriak-teriak?"
Mica : "Tante! Ini, mama mau ngomong sama tante."
Nessa : "Oh, sini. Kebetulan, tante juga mau ngomong lho sama mama kamu."
Mica : "Tante pasti mau gosip sama mama soal cowo tadi. Ya, kan?"
Nessa : "Ehh??? Enggak, Mica sayang?"
Mica : "Awas, ya kalau tante bicara yg tidak-tidak sama mama."
Nessa garuk-garuk kepalanya yg tidak gatalπππ
Nessa : "Iya...iya, duhh..nih bocah cerewet amat. Sudah sana."
Mica menarik nafas lelah. Ia pun beranjak dari sana. Tinggallah, Nessa sedang berbicara lewat telfon dengan Rosalina.
Nessa : "Halo, kak Rossie?"
Rosalina : "Hai, juga Nessa. Bagaimana, kabarmu?"
Nessa : "Aku baik-baik aja kok kak?"
Rosalina : "Baguslah, kalau begitu. Oh, ya Nes? Aku titip ya Mica sama kamu."
Nessa : "Iya, kak. Kakak tenang aja, dia bakal aman kalau sama aku."
Rosalina : "Aku percaya sama kamu. Sudah dulu ya, kakak kamu baru saja pulang."
Nessa : "Oh, oke!"
"Tut"
Nessa selesai berbicara dengan Rosalina. Ia menghampiri Mica dan memberikan ponselnya kepada Mica.
Nessa : "Nih, ponsel kamu."
Mica : "Oohh...tante sudah selesai bicara sama mama?"
Nessa : "Sudah."
Mica : "Tante gak ngomong yg macem-macem kan ke mama?"
Nessa : "Yah, enggaklah. Ngapain juga, Tante ngomong yg macem-macem sama mama kamu."
Mica : "Entah mana tahu. Tante kan orangnya kepo luar biasa. Sampai-sampai Papa sama Mama pacaran aja keponya kebangetan."
Nessa : "Hehe..., Mica keponakan tersayang tante. Duhh..., imutnyaaaa...!"
Nessa mencubit pipi Mica yg berisi.
Mica : "Ihhh, sakit tante?"
Nessa : "Biarin."
Mica memegang pipinya yg memerah karena ulah Nessa yg mencubit pipinya tadi.
Nessa : "Sudah kamu mandi sana. Bau, tahu gak."
Mica : "Ihhh..., tante heboh banget sihh."
Nessa : "Bentar lagi om mu pulang lohh...? Apa, kamu mau menyambut om mu dengan badan bau begini?"
Mica : "Hehehe..., tante. Aku memang bau. Aku akan mandi dulu. Sekarang, tante keluar dulu dari kamarku."
Nessa : "Ya, baik. Baiklah. Dasar, keponakan cantikku."
Nessa segera keluar dari kamar Mica. Ia menggelengkan kepalanya melihat tingkah Mica sama persis seperti dirinya dulu. Nessa juga melangkah menuju kamarnya. Ia juga mau mandi karena sebentar lagi suaminya akan pulang.
Hyun Seok suami dari Nessa adalah seorang pengusaha muda yg sukses. Meskipun, usianya masih muda tapi usahanya sudah cukup berkembang maju dan pesat. Suaminya memang cukup berbakat dan bersaing dalam dunia bisnis.
Hyun Seok kembali ke rumah dalam keadaan lelah. Saat, ia kembali Nessa sudah menantinya di depan pintu. Rupanya Nessa sudah selesai mandi. Dan, saat ia melihatnya ia tidak tahan untuk segera merangkul dan mencium kening istrinya itu. Nessa mencegahnya.
Hyun Seok kecewa berat.
Hyun Seok : "Kenapa?"
Nessa memberi kode kepada dirinya. Hyun Seok pun mengerti akan kode tersebut setelah ia melihat Mica disana sedang duduk manis di sofa ruang tamu keluarga.
Hyun Seok : "Oh. Maaf istriku, kukira hanya kita berdua saja yg tinggal di rumah ini. Tapi, ternyata ada Mica juga disini."
Nessa tersenyum.
Nessa : "Ayo, masuk."
Hyun Seok : "Iya, istriku?"
Hyun Seok segera masuk ke dalam rumah. Ia menghampiri Mica dan langsung menyapanya.
Hyun Seok : "Mica."
Mica sedikit kaget ketika Hyun Seok memanggilnya.
Mica : "Eh, Om? Sudah pulang?"
Hyun Seok : "Sudah. Gimana, perjalananmu ke negara ini. Apakah, melelahkan?"
Mica menggeleng sambil tersenyum.
Mica : "Tidak, om? Malah, sungguh menyenangkan. Meski tadi aku sempet kesal juga."
Hyun Seok : "Kesal? Kesal kenapa?"
Mica : "Um? Itu. Ah, sudahlah tidak perlu diceritakan. Buat bad mood saja."
Mica mengerucutkan bibirnya.
Hyun Seok : "Ya sudah kalau begitu. Om mau mandi dulu. Kamu sama tantemu dulu ya?"
Mica : "Iya, om?"
.
.
.
.
.
.
Sementara itu di tempat lain...
Rumah Pribadi Stephen Woo.
Hyerin Akana seorang gadis muda yg tergila-gila pada Stephen Woo. Gadis berdarah antara Korea-Jepang ini sangat menyukai Stephen. Sampai-sampai hampir setiap hari ia datang ke rumah Stephen hanya untuk sekedar basa basi saja dengan orang tua Stephen.
Hyerin : "Selamat sore, tante."
Ibunya Stephen yg biasa dipanggil Ny.Woo itu menyambut kedatangan Hyerin disana.
Ny. Woo : "Oh, Rin kau datang?"
Hyerin : "Iya, tante."
Ny. Woo : "Stephen belum kembali dari kantor. Gimana, kalau kamu tunggu disini saja."
Hyerin : "Iya, tante."
Hyerin duduk di ruang tamu bersama Ny. Woo. Mereka berbincang-bincang sampai akhirnya Stephen kembali ke rumah.
Ny. Woo : "Nah, itu dia Stephen sudah pulang. Ayo, Hyerin pasang senyum manis padanya. Jangan, cemberut begitu?"
Hyerin : "Ah, iya tante."
Stephen masuk ke dalam rumah. Ia melihat Hyerin disana sedang duduk sambil memasang senyum manis padanya. Melihat hal itu, tentu saja membuat Stephen jadi mau muntah melihatnya. Stephen meminta ibunya untuk menyuruh Hyerin pulang.
Stephen : "Ma, suruh dia pulang saja. Aku bosan melihatnya datang setiap hari."
Ny. Woo : "Stephen, kok kamu begitu sama Rin. Dia datang kesini, mau ketemu sama kamu lohh?"
Stephen : "Cukup, Ma!"
Stephen sangat ketus pada mamanya dan Hyerin. Ia langsung naik ke lantai atas menuju kamarnya berada. Ia tidak mempedulikan Hyerin disana yg sedari tadi datang dan menunggu dirinya.
Bersambung...
R O S A L I N A 3