
Beberapa tahun kemudian.....
Semenjak peristiwa kaburnya Jessica dari penjara. Membuat khalayak ramai demikian heboh. Akan peristiwa itu. Banyak masyarakat yg mengutuk keras kejadian itu. Dan, ada pula yg hanya diam dan mengelus dada saja bila mengingat kejadian itu.
Demikian juga halnya yg dilakukan oleh Rosalina. Ia pun hanya mengelus dada saja pasca peristiwa itu. Setelah, beberapa tahun waktu berlalu peristiwa yg sempat membuat heboh itu pun akhirnya berlalu begitu saja. Sebab, memang tidak ditemukan dimana jejak Jessica dimana pun di negara tersebut.
Akhirnya, pihak kepolisian pun menyimpulkan Jessica sudah meninggalkan negara Indonesia dan menuju negara asalnya. Pemerintah Indonesia pun akhirnya menjalin kerjasama dengan pihak pemerintah Australia dalam usaha pencarian Jessica yg kabur. Namun, usaha tersebut nihil dan tidak membuahkan hasil.
Hal itu sungguh menjadi polemik di Indonesia dan di Australia. Namun, kedua negara ini akan tetap mencari dan berusaha agar dapat menemukan dan menangkap Jessica sesegera mungkin. Untuk itu kedua negara itu pun juga menjalin kerjasama dengan beberapa negara di belahan dunia untuk menemukan Jessica dan menangkapnya. Tapi, usaha tersebut belum membuahkan hasil yg bagus.
Tapi, meski begitu mereka akan terus berusaha untuk menemukan Jessica. Sekarang, seiring dengan berjalannya waktu telah banyak membuat Rosalina dan Aldrich sedikit demi sedikit melupakan kejadian itu. Tampak sekali, Rosalina sedang mengurus keperluan suami dan anak-anaknya. Mica yg sudah mulai tumbuh dewasa sekarang sudah menginjak usia 21 tahun. Serta Ziqi dan Ziqo yg beranjak remaja dan memasuki usia yg sama kira-kira 16 tahun. Karena, Ziqi dan Ziqo lahir di hari yg sama hanya menit yg berbeda.
Seperti biasa di pagi hari Ziqi dan Ziqo akan berangkat sekolah. Dan, Mica sedang sibuk mengurus usaha kecil-kecilannya di rumah. Ia suka membuat kerajinan tangan dan memasarkannya melalui internet. Banyak juga yg melirik kerajinan tangannya itu. Hingga, hasil kerajinannya juga diminati oleh pasar luar negeri bukan hanya di Indonesia saja. Dan, pasar yg paling meminatinya adalah pasar Korea. Di antara begitu banyak peminat pasar di luar negeri. Lebih banyak yg meminati hasil kerajinan tangannya itu berasal dari negara Korea.
Mica tidak mau melanjutkan kuliah karena ia sudah terlalu sibuk menekuni usahanya yg sudah menjamur kemana-mana. Ayah sambungnya, Aldrich selalu mendukung usahanya itu. Dia juga memberi kucuran dana untuk membiayai usaha yg Mica yg sedang berkembang itu. Selain, Aldrich ada juga Nessa adik kandung Aldrich yg kini sudah menikah dengan lelaki pilihannya yg warga negara Korea.
Nessa juga mendukung usaha Mica dalam kerajinan tangan tersebut. Dan, Monica ibu dari Aldrich jika ada waktu luang juga membantu Mica yg cantik itu untuk membuat kerajinan tersebut. Ia sangat menyayangi cucu-cucunya. Bukan, hanya Ziqi dan Ziqo saja. Monica sangat menyayangi mereka semua. Karena mereka semua adalah satu keluarga, keluarga Jefferson. Jadi, baik Monica dan Stefano juga Inggrid sangat menyayangi cucu-cucu mereka semuanya. Mereka tidak ada pilih kasih, meskipun Mica bukanlah cucu kandung mereka tapi mereka semua tetap menyayanginya.
Karena, saking sayangnya mereka pada Mica. Mereka menyarankan Mica untuk pergi ke Korea saja agar lebih mudah memasarkan kerajinan tangannya disana. Sekalian, bisa mendirikan toko pernak pernik khas Indonesia disana. Mica juga bisa sekalian tinggal bersama Nessa dan suaminya.
Monica : "Bagaimana, kalau kamu tinggal di Korea saja bersama bibimu Nessa."
Mica : "Nenek? Apakah, tidak akan merepotkan bibi disana?"
Monica : "Tentu saja tidak! Lagian, kerjaannya disana ia hanya mengurus suaminya saja selain mengurus usahamu disana. Kenapa, tidak tinggal disana saja. Sekalian, kamu juga bisa memasarkan usahamu disana. Tentu kamu tidak rugi kan? Malah kamu akan dapat untung besar. Disana kan, lebih banyak peminatnya."
Mica : "Nenek? Disini juga peminatnya banyak. Bagaimana, bisa aku meninggalkan usahaku disini?"
Monica : "Soal itu kamu tidak usah khawatir! Biar nenek bersama mama mu yg mengurusnya. Bagaimana???"
Mica : "Baiklah, nek?"
Monica : "Oh, ya? Jangan, sampai kamu tergoda laki-laki disana ya? Hehehe...."
Mica menggaruk-garuk kulit kepalanya yg tidak gatal.
Monica : "Bukan apa-apa. Nenek, hanya ingin yg terbaik untuk dirimu saja. Kalau bisa carilah lelaki seperti papamu. Bertanggung jawab pada keluarga dan bisa menyayangimu sampai akhir. Itu saja, yg nenek inginkan untukmu Mica?"
Mica : "Iya, nek? Mica tahu kok? N'tar Mica cari duplikat papa Jeff disana. Hahaha...." ucap Mica sambil tertawa keras.
Monica juga ikutan tertawa. Ia mengelus kepala penuh sayang. Seakan, ia melupakan kejadian sejenak tentang Jessica. Meski ia khawatir namun ia tidak boleh memperlihatkannya di hadapan keluarga bahagia yg ada di hadapannya ini. Apalagi, memperlihatkannya pada Rosalina. Itu pasti akan membuatnya jadi ketakutan setengah mati karena ia ingat apa yg telah dikatakan oleh Jessica kala itu. Bahwa, Jessica bilang semuanya belum berakhir. Ia akan datang lagi untuk balas dendam.
Kata-kata terakhir itulah yg membuat Rosalina merasa shock. Bukan ia takut pada Jessica. Tapi, ia takut jika Jessica akan menyakiti anak-anaknya. Tidak masalah jika Jessica hanya menyakiti dirinya. Tapi, dia tidak rela jika Jessica menyakiti keluarganya. Rosalina tidak akan sanggup jika ia harus kehilangan anggota keluarganya. Cukuplah, ia hanya kehilangan Agatha saja. Tapi, jangan sampai ia kehilangan keluarganya. Karena, semuanya sangat berarti bagi dirinya.
Bersambung.....
ROSALINA 3
Pemeran utama dan karakter
Mica Jefferson (21) tahun.
Cantik dan Imut Menggoda.
Lembut dan Sedikit Galak
Visual
Stephen Woo (30) tahun
Tampan Rupawan
Dingin dan Angkuh
Visual