
Seoul, Korea.
Setelah Nessa menikah dengan lelaki pilihan hatinya. Ia ikut suaminya yg merupakan warga negara Korea. Nessa juga sudah menjadi warga negara Korea. Suaminya memiliki perusahaan di Korea yg bergerak di bidang usaha desainer perhiasan. Jadi, mau tidak mau Nessa harus ikut tinggal bersama suaminya di Korea dan menetap disana. Hanya pada hari libur saja Nessa pulang ke Indonesia bersama suaminya.
Dan, saat ini Nessa sedang menerima telepon dari Monica. Ibunya bilang kalau Mica akan pergi ke Korea untuk memasarkan usahanya disana. Betapa senang bukan main hati Nessa kala mendengarnya.
Percakapan melalui via telepon Internasional....
Nessa : "Wah, benarkah? Aku sangat senang sekali mendengarnya mom?"
Monica : "Iya, masa mama bohong sama kamu."
Nessa : "Ya udah, ma. Kapan, Mica berangkat."
Monica : "Mungkin, dalam minggu ini ia akan berangkat sayang?"
Nessa : "Okey, mom. Nanti, Nessa akan jemput Mica di bandara!"
Monica : "Terima kasih ya, nak?"
Nessa : "Your welcome, mom?"
Monica : "Bye, baby."
Nessa : "Bye, mom. Muach..."
"Tut"
Percakapan itu berakhir. Nessa merasa sangat senang sekali setelah mendapat telepon dari Ibunya. Lebih senang lagi, karena kabar yg ia terima barusan dari ibunya. Bahwa Mica akan datang ke Korea untuk membuka usaha kerajinan tangannya disana. Mengingat, kerajinan tangannya banyak digemari oleh warga korea.
sekarang Nessa bersiap-siap untuk menyambut kedatangan Mica ke negara tersebut. Ia sudah menyiapkan kamar tamu untuk Mica. Dan, dia juga sudah menyiapkan perlengkapan wanita di kamar mandi dan lemari pakaian. Ia juga sudah menaruh beberapa pakaian untuk Mica. Nessa benar-benar sudah tidak sabar lagi untuk bertemu dengan Mica secepatnya.
.
.
.
.
.
.
Pesawat yg di tumpangi oleh Mica dari Jakarta-Seoul sudah tiba di bandara. Ia turun dari pesawat. Setelah melewati berbagai proses sebelum masuk negara lain. Ia baru bisa melanjutkan perjalanannya kembali. Kini, ia sudah berada di luar bandara. Sambil menenteng koper, ia mencoba untuk menelepon Nessa tantenya.
Panggilan Via Telepon.
Mica : "Tante? Tante dimana? Aku sudah sampai di bandara, tante?"
Nessa : "Apa! Sudah sampai bandara? Aduh, maaf Mica. Tante ketiduran."
Mica : "Apa! Tante ketiduran?"
Nessa : "Iya, Mica?"
Mica : "Loh, jadi jam berapa tante jemput Mica di bandara?"
Nessa : "Waduh, kalau nunggu tante jemput kamu. kayanya bakal lama deh."
Mica : "Jadi, bagaimana dong tante?"
Nessa : "Begini saja, kamu naik taksi saja deh. Nanti, tante kirim alamat via email. Gimana?"
Mica menarik nafas lelah.
Mica : "Iya, deh tante?"
Nessa : "Okey, kalau begitu. Tante kirim alamatnya, ya?"
Mica : "Iya, tante?"
"Tut"
"Duhh, tante gimana sih? Katanya, mau jemput? Gak tahunya malah ketiduran." gerutunya.
Tak lama kemudian, ponselnya bergetar tanda ada email yg masuk.
Buruan ia melihat ponselnya dan membuka email berupa alamat rumah Nessa di kota Seoul.
"Oh, ini toh alamatnya. Gampang, tinggal panggil taksi lalu bilang alamatnya sama pak sopir." ucapnya dalam hati.
Segera ia mencari taksi untuk membawanya pergi dari bandara. Mica sudah sangat lelah sekali.
Saat yg bersamaan....
Tampak seorang pria tampan dengan raut wajah kesal sedang memegang ponsel di telinga dan menunggu suara orang yg ditelepon di seberang sana.
Berbicara dalam bahasa korea.
Stephen Woo : "Won Bin, dimana kau sialan?"
Won Bin : "Ehh??? Aku sedang berada di jalan? Tenang saja, aku akan segera sampai kakak?"
Stephen Woo : "Oh, benarkah?"
Won Bin berkeringat dingin.
Won Bin : "Be...benar, kakak?"
Stephen : "Won Bin, sialan! Dengarkan, aku baik-baik. Jika, dalam waktu 15 menit lagi kau tidak sampai. Maka, aku akan membuat hidupmu sengsara!"
"Tut"
Panggilan selesai.
Nama pemeran utama pria kita adalah Stephen Woo. Pria tampan, seorang CEO terkenal di sebuah perusahaan milik keluarga yg sudah dipercayakan kepadanya. Tampan menawan, memiliki fisik yg membuat wanita jadi ngences ingin ditiduri olehnya. Namun, memiliki karakter yg sangat menyebalkan menurut para wanita yg pernah menjadi pacarnya yakni dingin dan angkuh. Tipe-tipe CEO yg paling banyak digemari kaum hawa. Dan, dibenci kaum adam. Karena, hampir sempurna dan memiliki segalanya. Kekayaan, kekuatan dan kekuasaan serta deretan wanita-wanita cantik yg siap mengantri untuk disentuh olehnya.
Sekarang pemeran utama kita sedang kesal bukan main karena ulah adiknya Won Bin yg telat menjemputnya di bandara. Stephen Woo, baru kembali dari perjalanan dinasnya. Tadinya ia bersama dengan asisiten pribadinya tapi, ia menyuruh asisten pribadinya kembali duluan naik taksi. Sedang, ia menunggu Won Bin yg akan datang menjemputnya. Tapi, ternyata setelah menunggu selama 15 menit ternyata Won Bin tidak datang juga. Kesal menunggu, akhirnya ia pun menyetop taksi.
Taksi yg distopnya itu pun berhenti tepat di hadapan Mica. Mica yg melihat taksi itu berhenti di depannya segera saja ia membuka pintu taksi dan langsung masuk ke dalam. Ia hendak menutup pintu namun, sebuah tangan kokoh menghentikannya.
Stephen Woo : "Tunggu!" ucapnya dalam bahasa korea.
Mica kaget setengah mati ketika ia melihat seorang pria tampan menahannya menutup pintu taksi.
Stephen Woo : "Turun!" ucapnya dingin dan angkuh.
Mica : "Apa!"
Stephen Woo tampak tidak sabar melihat Mica yg tidak mengerti akan kata-katanya. Ia menarik paksa tangan Mica untuk keluar dari taksi. Mica kaget sekali diperlakukan dengan kasar oleh Stephen Woo. Ia menarik paksa Mica sampai keluar dari dalam taksi tadi.
Mica : "Hey...apa-apaan ini, brengsek sialan! Lepaskan tanganku! Sakit tahu!"ucap Mica mengumpat.
Setelah, Mica keluar dari dalam taksi. Stephen Woo melepas tangannya. Lalu, dengan segera Stephen Woo masuk ke dalam taksi. Dan, meninggalkan Mica dengan perasaan kesal bercampur emosi.
Stephen Woo : "Pak, jalan!" ucapnya lagi dalam bahasa korea. Lalu, ia mengeluarkan lembaran uang dan melemparkan uang tersebut kepada Mica yg masih meringis kesakitan memegangi tangannya.
Mica : "Apa! Apa ini! Hey..., dasar keparat sialan! Aku tidak butuh uangmu!!!" teriaknya.
Mica : "Dasarrr..., laki-laki sialan! Awas saja, jika aku bertemu dengannya lagi. Akan kubuat jadi perkedel dia." ucapnya kian bertambah kesal.
"Ck, ini semua gara-gara tante. Aku baru sampai di Seoul dan mendapat masalah seperti ini. Benar-benar menyebalkan!" ucapnya dalam hati sambil memencet nomor Nessa di ponselnya.
Berulangkali, ia menghubungi tantenya tapi tantenya tidak menjawab telepon darinya. Ia jadi semakin kesal saja. Tepat, pada saat itu datanglah seorang pria yg sedang memperhatikannya. Pria itu pun menghampirinya.
Pria : "Permisi, nona?"
Mica menoleh.
Berambung....
Profil Won Bin.
Nama : Won Bin
Umur : 22 tahun
Pekerjaan : -
Karakter : Cowo Mata Keranjang