Queenaya & Matthew

Queenaya & Matthew
pulang bareng



pukul 08.10 queen selesai bekerja, dia sudah melihat matt menunggu di depan cafe dengan duduk diatas motornya, queen yg melihat itu tersenyum ia pun bergegas keluar.


"sorry lama ya?"


"ga, naik" ucap matt mengulurkan tangan membantu queen naik


matt tersenyum didalam helm full facenya, lalu mereka berdua meninggalkan cafe.


ditengah jalan queen ingat dia blom makan, perutnya sudah mulai meronta minta makan tapi dia gengsi.


"turun" ucap matt


selama perjalanan tadi queen diam memikirkan gimna caranya supaya dia bisa makan dengan matt, kalau dia yg ngajak duluan gengsi bro.


"ini bukan kost an gue matt" heran queen melihat di depannya bukan kost annya melainkan tempat nongkrong.


"ini markas gue dan teman-teman gue, gue ada urusan tiba-tiba, kita di sini dulu bentar" ucap matt mengulurkan tangannya membantu queen turun dari motornya.


"eh bos udah dateng" basa basi randi


matt berlalu tanpa mengubris omongan radit tadi, menggandeng tangan queen mengajak masuk, dan duduk di sofa


"beli makanan" perintah matt ke salah satu anggota nya menyodorkan uang seratus ribuan 4 lembar


"siap bos" ucap pria itu sambil menghormat


"satu nasi goreng jgn pedas, minum nya lemon tea jgn banyak es! sisa nya lo beli sama yg lain" perintah matt


mereka yg berada di markas kebingungan tumben bos mereka memesan biasanya dia akan makan apa yg mreka beli dan si bos tidak pernah mau makan nasi kalau sudah malam begini.


matt yg sadar dengan mreka yg menatapnya heran hanya memutar bola mata malas


"pesan saja!" perintah matt tegas


queen yg melihat itu bingung antara canggung dan gatau mau ngapain, dia hanya mengenal beberapa teman matt


"sorry gue baru bisa datang" ucap raden yg baru saja datang


"it's ok, gmana kejadiannya?" tanya matt srius


"ok markas B di serang geng artas, mereka seperti nya salah paham sama anak anggota kita,, mereka mengira anggota kita menantang sewaktu lewat dari markas mereka" jelas raden


"ada korban?"


"syukur nya ga ada korban, hanya markas yg diserang dan banyak barang yg sudah di rusak"


"ok konfirmasi kan ke anak-anak jgn ada ke markas B, minggu depan kita kesana undang secara resmi ketua arkas" ucap matt tegas


raden menganggukkan ucapan matt dengan segera menghubungi ketua penjaga markas B


"nih bos" ucap pria itu memberi pesanan matt


"thanks" ucap matt mengambil dan memberi makanan itu ke queen yg dari tadi asik main HP di samping matt


"makan"


"buat gue? tnya queen


"iya mkn, siap makan kita balik" ucap matt


"makasih" ucap queen senang,, tanpa babibu lagi melahap makanannya dia sudah sangat lapar, dia tidak peduli lagi dengan keadaan sekitarnya yg sedang memerhatikan queen heran.


"apa liat-liat? " tnya matt tegas ke anggota


"bu bos yah bos? tanya salah satu anggotanya


" iya calon bu bos" jawab radit menggoda matt


"jgn ada yg ganggu" tegas matt


"lo gamau? tanya queen menyodorkan sendoknya ke matt


matt yg melihat itu langsung menerima suapan itu dengan senang hati, dia tersenyum tipis sangat tipis dan sebelum ada yg menyadari dia mengubah wajah nya menjadi datar lagi.


" mau lagi ga? tanya queen menyodorkan sendoknya


"makan aja" ucap matt


"suapin dong" ucap radit ke farhan dengan manja


"mkn sendiri" ucap farhan mls


radit suka bertingkah manja hanya untuk farhan, dia suka melihat wajah kesal sekaligus jijik jika radit sudah mulai menggoda nya. jika radit tidak menggoda farhan sehari saja dia akan merasa ada yg kurang dalam hidupnya.


"blum pulang lo berdua? tanya raden kepada farhan dan rizki adek stambuk mereka, rizki adalah anak paling muda di antara anggota yg lain sehingga dia selalu di jaga.


"blum bg,, magerr, ntar kalo gue pulang pasti di suruh ama emak gue bg" ucap riski


"lah kalo lo knp blom pulang? tanya radit


" gue malas di kost sendiri" ucap farhan


"mau gue temenin ga mas? " goda radit mengelus tangan farhan


"ogah gue sama modelan kaya lo" tolak farhan jijik


"eh jgn gituu ntar lo beneran suka sama gue mampus lo" ucap radit ga trima


"kalo pun gue nge homo ga sudi gue sama lo, type gue tinggi, semok, mulus,, kalo lo mau setidaknya harus semok dulu" ucap farhan


"bangsat lo" ucap radit mengelakkan kepala farhan


mereka hanya tertawa dan menggeleng kan kepala melihat farhan dan radit, mereka sudah sering melihat mereka berdua bacot mulut tapi tetap saja lucu. kalo yg lain melihat dan mendengarkan apa yg baru saja farhan dan radit bicarakan pasti sudah berpikir mereka ini homo.


seperti sekarang queen tertawa keras melihat mereka berdua, dia berpikir bahwa mereka berdua sangat cocok sebagai pasangan.


matt yg melihat queen tertawa lepas tersenyum, dia bisa gila hanya melihat queen yg tertawa, dia sudah jatuh cinta dengan gadis yg tertawa disamping nya itu.


"udh, kita balik udah malem" ajak matt


"eh iya lupa keasikan, makasih ya udah ngajak ke sini" ucap queen


"gpp kok lo main ke sini, nanti kalau lo mau main kabari gue nanti gue jemput, disini aman ga usah takut" ucap raden


"iya pasti bg, makasih yah tawaran nya nanti aku sering ke sini" ucap queen senang


"gue yg jemput" ucap matt dia ga trima kalau queen akan di bonceng pria lain selain dirinya


"iya iya lo yg antar jemput, posesif amat bro" ucap radit tertawa


"balik" ucap matt berdiri dia sudah sangat malu


"duluan ya bg" izin queen pulang


mereka yg di markas serempak mengangguk sebagai jawaban, queen yg melihat itu terkekeh melihat keakraban mereka.


sesampainya di depan kost queen


"makasih ya" ucap queen tulus, dia tidak menyangka bahwa matt sangat baik kepada nya dan dia juga sangat nyaman dengan matt dia gatau kenapa dia merasakan aman sekaligus nyaman dengan matt.


"hmm, masuk ,, gue balik" ucap matt mengelus kepala queen lembut


queen menganggukkan kepalanya dengan malu, dia merona hanya dengan perbuatan matt kepadanya dia sangat senang


"Hati-hati ya, kabarin kalau udah sampe" ucap queen


"iya udah sana" ucap matt menunggu queen masuk,, dia akan pergi setelah memastikan queen masuk ke kost dengan selamat.