
Misyha melangkahkan kakinya mundur dari kerumunan orang dan John melihatnya langsung mengejarnya dengan sangat cepat, Misyha memasuki Mall yang begitu banyak pengunjung dan ia memasuki tempat toko mas banyak wanita yang di sana.
10 menit kemudiaan ingatannya kembali lupa, dan ia begitu kaget mendapatkan dirinya di Mall. Ia memandang satu persatu wanita yang ada di Mall hingga pandangan jatuh di Misyha namun wanita tersebut pura pura menghiraukannya. ketika ia hendak mengambil foto Misyha langsung menghampiri John dengan biasa saja.
"John lest go" ucapnya mengajak keluar dari Mall
"Tunggu! mengapa kita seperti saling mengejar dan nafasmu pun sama denganku terenggah-enggah"
Misyha bingung menjawabnya dan melihat sekeliling untuk mencari jawaban yang tepat
"Oh ya aku tadi dikejar kejar oleh preman itu ingin melecehkanku dan kamu melihatku ingin mrmbantu mengejarnya namun pikiranmu lupa dan aku menunggu mereka pergi dari tempat ini" dengan santai dan berusaha menyakinkan john.
"Kamu tidak sedang membodohiku kan? " dengan tatapan tajam.
"Tidak, Ayo kita pulang"
............................................................
Misyha pulang ke dalam asrama putri kedokteran dengan nafas dan perasaan yang sangat khawatir karena tadi sudah di ujung nyawanya, Jika ia tidak lupa mungkin disana aku sudah habis .
"Kenapa wajahmu pucat banget sya" Alya
"Kalian tahu gak sekarang nyawa gue lagi terancam"
"Maksud kamu?" langsung mendekat kepada sahabatnya dan beranjak dari kasur
"Tadi gue habis kerumah John anak kedokteran yang sedang sakit Jiwa humornya"
"dan dia mempunyai foto aku satu lagi,kalau sampai dia membunuh kenzo maka aku bisa kena urusan polisi dan beasiswaku di cabut" dengan perasaan panik.
"Ini buku siapa sangat tebal? "
"Ini diary punya John, mungkin kita bisa mengetahui bagaimana kisahnya ia bisa berubah menjadi laki laki yang sadis"
Misyha membuka lembaran kertas yang tertulis dengan begitu rapih dan cover foto ia sangat tampan dan manis.
Flasback
John adalah seorang putra yang sangat jenius dan pandai dalam berbagai bahasa asing.Sejak kecil ia dan adiknya Jonatan selalu dilarang keras oleh ayahnya untuk selalu belajar giat dan masuk kegiatan extrakulikuler Bela diri baik karate, tekondo, tapak suci, merpati putih dan lain lain mereka sudah banyak mempelajari beberapa gerakan menjatuhkan lawannya.
"Kamu sudah lulus dan harus ikut ayah pergi kesuatu tempat"
"Kemana ayah? bagaimana dengan natan, bukankah ia harus ikut kita" dengan pria yang sangat penurut.
"Kamu harus berlatih bela diri dengan nyata dan menghadapi lawan untuk melatih ketangguhanmu"
"Aku kan sudah banyak berlatih yah, dan pertandingan sudah banyak aku menangkan dengan mendali emas".
"Itu hanya pertarungan kecil, Ayah hanya ingin anak ayah tidak menjadi pengecut dan satu lagi kamu ikut ayah tanpa sedikit bantahan"
John dengan polosnya mengikuti jejak ayah menuju suatu tempat yang sangat jauh dari perkotaan dan ia sangat heran lama sekali perjalanan yang ditempuh untuk mencapai tujuan. John ketika bertanya selalu diabaikan oleh ayahnya yang asik dengan handphonenya.
Mobil tiba di tempat begitu gelap dan banyak berbadan besar dan wajah yang begitu menyeramkan, John begitu kaget melihat ia dibawa ketempat dunia hitam dimana ia melihat beberapa orang bergulat dengan mempertaruhkan nyawanya sampai beberapa kali patah.
"Ayah mengapa membawaku kesini? aku ingin pulang" dengan perasaan takut.
"Jangan jadi pengecut, ikuti ayah dan jangan membatah. "