
John menjadi sosok yang begitu tangguh dan berotot, semua bendapun tidak mempan dengan tubuhnya karena ia terus berlatih hingga menjadi seperti sekarang. Ia memasang foto foto didalam apartementnya dan ibundanya mengangap bahwa anaknya gila sehingga ada pihak polisi yang mencari tahu tentang perubahannya dan ia tinggal bersamanya untuk mengontrol emosi John.
John sudah terbaring dengan rantai yang begitu kuat di badannya namun ketika bangun ia bagaikan singa kelaparan yang akan mencabik-cabik mangsanya.
Pak polisi sedang mencari sesuatu di laci dan menemukan buku diary ketika hendak membaca tiba tiba John mengamuk.
"Arghhhh" dan langsung menghantam pak polisi.
Johnpun membanting tubuh pak polisi benerapa kali ke dingding hingga dara keluar dari wajahnya dan semua perlawanan pak polisi sia sia karena kekuatannya seperti 10 orang dalam 1 badan manusia. Johnpun mengikatnya dan mencabik cabik tubuh polisi dengan pisaunya sambil tertawa dan mempotonya sebelum ia simpan polisi dalam lemari dan diberi tulisan
"Don't Open"
ia menulisnya agar tidak lupa.
................................................
15 menit kemudian ia lupa dan bingung dengan rumah yang sedang berantakan ia mengelilingi setiap sudut ruangan berceceran darah.
" Ini ada apa??
aku sedang dimana??
dan darah siapa yang banyak berceceran di lantai. "Tanyanya dalam hati heran
tiba tiba ada seorang wanita memencet bel
"Teng tong" 3x
John heran siapa yang berani mendatanginya dan ia langsung membereskan semuanya secara bersih dan rapih dengan waktu 10 menit.
"John" ucap wanita tersebut.
"Ini aku, Friend kamu" sambil memperlihatkan Fotonya.
"masuk" dengan langkah santai dan ruangan yang begitu kedap suara dan hampa.
"Kita bertemu dimana? " tanyanya heran.
"namaku Misyha, aku teman kuliah satu jurusan kedokteran" menjelaskan.
"Hmmm, Ada keperluan apa anda kemari?" dengan tatapan tajam.
"Saya hanya ingin bertemu denganmu" ucapnya dengan gugup.
"untuk apa? " dengan tatapan ingin membunuh.
Misyha memberanikan diri untuk mencari balasan yang tepat karena yang dihadapannya adalah seseorang yang berbahaya.
"Saya hanya ingin mengajakmu berjalan jalan"
"saya sibuk sihlahkan anda keluar! Tahu pintu keluar"
Misyha meninggalkan Apertement dengan tangan kosong tanpa membawa apapun di dalamnya. dan ia akan memutuskan kembali lagi nanti berharap pemilik rumah tidak ada ditempatnya.
Tiba tiba ia mendapatkan telepon dan menulisnya di tembok besar "KENZO IS KiCK" dan mendapatkan suatu bisikan yang selalu ia dengar.
John lalu pergi dengan baju serba hitam dan tatapan yang selalu tajam menuju sebuah acara besar tentang di dalam Aula.
"Kita panggilkan Kenzo Prawija"
Kenzo menaiki posidium panggung dan semua terlihat kepadanya, ada dua mata yang menatapnya sangat kejam dan ia mengambil kamera dan langsung jadi fotonya lalu ia tuliskan "Kenzo" dengan mengores tangan sedikit darah yang menetes di atas foto tersebut sambil tersenyum menang.