Princes Is Mine

Princes Is Mine
Rahasia Menjadi Nyata



Matahari telah terbit pukul menunjukkan waktu 06.15, seperti biasanya putri Khaning berdandan menjadi putri Dianra yah sosok putri cupu tapi kali ini dia datang ke kampus tidak dengan pengawal pribadi yang banyak tetapi hanya satu mobil dan hanya sebagian pengawal pribadi untuk menampilkan kesan bahwasanya ia memang benar\-benar putri cupu dari kerajaan biasa.


Sesampainya di kampus putri Khaning melihat putri Yiomi yang sudah menunggu tepat di depan gerbang, lalu melambaikan tangannya ke putri Khaning. Yah hanya dia seorang teman yang mampu menerima jelmaan putri Khaning saat ini


“Selamat pagi putri Dianra” sapa putri Yiomi dengan melambaikan tangannya saat putri Dianra turun dari mobil nama samaran putri Khaning


“Pagi! Eh putri Yiomi, kamu udah dari tadi disini?” sapa balik putri Khaning


“Baru-baru juga sih datang! Yaudah yuk masuk kelas” ajak putri Yiomi menarik tangan putri Khaning


Ada yang tidak diketahui putri Khaning saat itu, mengenai pangeran Youl yang sudah curiga padanya dari hari kemarin mengawasinya dari belakang. Sedangkan disisi lain pangeran tidak mengetahui jika ketiga sahabatnya melihat dirinya bertingkah konyol tidak seperti kebiasaan yang dilakukannya selama ini. Saat pangeran Youl berjalan mengintip dibalik tembok, tanpa disengaja ketiga pangeran mengikutinya dari belakang kemudian mengagetkannya. Sehingga membuat pangeran terkejut.


“Woii lagi apa?” usil pangeran In dengan memukul pundak pangeran Youl


“Ah,, aku kira apa, kalian apa-apaan sih. Bikin kaget” teriak pangeran Youl dengan kesal dan melihat ke depan mencari arah putri Khaning


“Yah lagian kamu lagi apa sih? Ngintip sini sana kayak orang lagi mencuri tau!” tutur pangeran In


“Ah sudah, kamu sebenarnya cari apasih? Pangeran Youl?” tanya pangeran Han kebingungan melihat ke depan


“Ah? Itu tadi itu aku lagi ehm.. cari, itu buku aku hilang disini bagian sini perasaan hilangnya, tapi sampai sekarang belum ketemu” ucap pangeran Youl dengan perasaan cemas kalau ketiga sahabatnya nanti mengetahui apa yang dia lakukan


“Buku? Cari buku kok celongok celinguk?, bener nih buku?” tanya pangeran Ben yang dari tadi sudah kebingungan melihat tingkah konyol pangeran Youl


“Iya bener kok”


Pangeran Han yang tidak peduli dengan hal tersebut pergi begitu saja meninggalkan ketiga sahabatnya yang dari tadi ngomel.


“Wah kebiasaan tuh anak, pangeran Han tunggu aku” teriak pangeran In berlari mengejar pangeran Han


Pangeran Ben masih menatap pangeran Youl, karena rasa curiganya masih terbenik dalam pikirannya.


“Ih, apaan sih” ujar pangeran Youl meninggalkan pangeran Ben yang berada di depannya dan masih memandanginya dengan serius ia pergi dan menghembuskan napas.


“Hmm.. ada yang salah pada hari ini” gumam pangeran Ben dengan serius


Suasana kelas


“Putri Yiomi? ada tugas enggak hari ini? tanya putri Khaning memandangi wajah putri Yiomi


“Kayaknya enggak ada deh, kalau seingatku”


Tring..tring..tring


Nada suara handphone putri Khaning berdering dari dalam tas


“Putri Yiomi aku angkat telepon dulu, nanti kita lanjut” ucap putri Khaning mengambil handphonenya yang masih bordering dari dalam tasnya


“Eh kok dia hanya lewat sih, diantara banyak wanita hanya dia yang tak tertarik dengan ketampananku. Berbeda” batin pangeran In


“Perasaan ini, mengapa rasanya bukan hal yang biasa…” batin putri Khaning menatap pangeran Han


“Mengapa rasanya berbeda, tidak biasanya. Ah mungkin karena aku kurang sehat” batin pangeran Han yang juga menatap putri Khaning yang seketika lewat di dekatnya


Seketika keluar dari ruangan putri Khaning melihat siapa yang menelponnya, ternyata ayahnya


“ada apa yang mulia ayah?” tanya putri Khaning saat menelpon


“Jadi begini ayah menaruh headshet kecil di tasmu. Headshet ini berfungsi untuk merekam secara langsung wajah orang yang kamu temui, itu berfungsi agar ayah mampu mengarahkanmu siapa sebenarnya pangeran Han. Ternyata ayah dapat info bahwasanya pangeran Han bersekolah di tempat kampusmu sekarang” jelas raja Hunang melalui telepon suara


“jangan bilang, pangeran Han yang ayah maksud itu pangeran Han yang pernah Yiomi jelasin ke aku. Pikir apa sih aku ini, yang namanya Han kan bukan cuman satu ada banyak tau Khaning” batin Putri Khaning khawatir


“Putri Khaning?” tanya raja Hunang


“I-iyah yang mulia ayah, aku akan memakainya nanti. Kalau gitu kita bicara lagi nanti love you ayah” seru putri Khaning menutup telepon suara


“Tarik napas Khaning, tenangkan dirimu. Yang ayah katakan tadi itu mengenai pangeran Han. Semoga saja bukan pangeran yang satu ruangan denganmu. Huh…” gumam putri Khaning


Setelah putri Khaning berbincang dengan ayahnya ia kembali masuk ke dalam ruangan dengan perasaan cemas.


“Pangeran Han?, tadi itu aku enggak salah dengar kan? Putri ini semakin hari semakin membuatku curiga saja. Siapa sih dia sebenarnya, apa hubungannya coba dengan pangeran Han, tapi siapa tau pangeran Han yang dimaksudya itu orang lain. Ah sudahlah.” Cakap pangeran Youl curiga


Pangeran Youl kemudian berjalan masuk ruangan dia menatap putri Khaning yang memasang headshet ketelingannya dengan tatapan curiga. Pangeran Youl terkejut saat putri Khaning menatap balik dirinya Putri Khaning yang melihatnya seperti itu heran.


“Kamu kenapa?” lirih putri Khaning bingung terhadap pangeran Youl


Mendengar perkataan putri Khaning ia hanya mengeleng-gelengngkan kepalanya. Pangeran In yang melihat mereka mengejek.


“Ehm..uhuk uhuk Cie-cie sos sweet, weet, weet nya. Barangkali kalian udah jadian? Kok pangeran Youl enggak tanya aku sih kan kita best friend yah kan,” ejek pangeran In


“Jadian? jangan salah paham kamu. Kita aja baru kenal disangka jadian. Jadi orang tuh jangan cepat ambil kesimpulan,” bentak pangeran Youl kesal


“Haha,, bercanda kok pangeran Youl, lagian sih ngapaian kode-kodean dengan sih itu tuh siapa lagi nama kamu?” tanya pangeran In melirih putri Khaning


“Putri Kha, Dianra!” ujar putri Khaning dengan tegas


“Adduh hampir saja kecoplasan,” batin putri Khaning cemas


“Ouh jadi namamu putri Dianra yah?” sahut pangeran In


“Kha? Kata ini pernah aku dengar. Putri Khaning?” batin pangeran Han balik badan melirik putri Khaning