
"Iya, ini pertama kali saya masuk ke kampus ini. Tempatnya indah."
"Silahkan duduk, sebelum itu ibu ingin memberikan beberapa pertanyaan untuk kamu terlebih dahulu,"
"Silahkan Bu." ucap Putri Khaning duduk dan tersenyum manis
"Siapa namamu? Dan apa alasan kamu sehingga ingin sekolah dikampus hijau, dan kamu berasal dari kerajaan mana?"
"Nama saya Dianra, saya memiliki banyak tujuan. Terutama teman-teman baru, saya berasal dari..., kata Putri Khaning yang terpotong sejenak memikirkan sesuatu
"Wadduh mau ambil nama kerajaan apa aku ini..oh." Batin Putri Khaning cemas
"kerajaan Thai bu." Ujar Putri Khaning menjawab pertanyaan Kepala sekolah
"Kerajaan Thai? Ibu tidak pernah mendengar kerajaan ini (berpikir sejenak) hmmm... ah, sudahlah biar Ibu antar kamu keruangan yang kamu ingin geluti." ucap Kepala sekolah
"Terima kasih banyak Bu." ucap Putri Khaning
"Huh..., hampir saja." batin Putri Khaning legah
Putri Dianra berjalan bersama kepala sekolah menuju ruangan yang dipilih oleh putri. Kepala sekolah dan putri masuk ke ruangan tersebut, putri berjalan masuk dan semua tatapan tertuju ke arahnya.
"Baiklah, ini adalah putri Dianra dia berasal dari kerajaan Thai." Ucap kepala sekolah
Semua siswa hanya menatap putri Dianra
"Eh Tunggu apa lagi sapa putri Dianra, dia akan menjadi teman baru kalian,"
"Hai putri Dianra," teriak seluruh pelajar yang ada dalam ruangan
"Eh, kok dia di tempatkan disini sih. Jangan sampai gara-gara dia kelas kita jadi kutukan," gumam salah seorang putri
"Betul tuh, wajahnya aja kayak gitu. Haha...enggak mirip seorang putri,"
"Sudah-sudah, semua diam tidak ada yang berisik lagi!" teriak kepala sekolah
"Putri Dianra kamu bisa memilih tempat duduk yang kamu inginkan,"
Semua Putri dan pangeran tidak ada yang mempersilahkan putri Dianra duduk, mereka hanya mengejek, mengejek dan mengejek terus. Tapi ada satu putri yang baik hati mempersilahkan putri Dianra untuk duduk bersamanya, namanya putri Yiomi
"Putri Dianra?" teriak putri Yiomi
Berbalik..
"Kamu boleh duduk di dekatku, masih tersedia satu kursi," ujar Putri Yiomi menunjuk kursi di dekatnya
Putri Dianra berjalan menuju kursi di dekat putri Yiomi
"Oke untuk semua putri dan pangeran ibu berharap kalian dapat berteman baik dengan Putri Dianra."
Kepala sekolah berbalik dan kembali ke ruangannya.
"Hm,,,berteman dengan putri kayak gitu?, ogah," ucap putri Indah
"Emang, ada-ada aja ibu kepala sekolah mau menyekolahkan putri kayak gitu." Seru putri Chelse
Putri Yiomi berdiri dan beranjak dari kursi dan berjalan membawa botol yang di dalamnya berisi air, lalu melempar air yang ada di dalam botol tersebut ke wajah dua putri yang sedang berbincang.
Prakkk....(suara hentakan air kewajah kedua putri)
"Ah..., yah basah kurang ajar, beraninya kamu lemparkan air itu ke wajahku," teriak putri Indah dalam keadaan marah
"Uhhh,,, basah tau enggak ini gaun keluaran baru, kamu berani basahin," ujar putri Chelse yang membentak Putri Yiomi
"Keluaran baru, keluaran lama. Emang aku pikiran, itu emang pantas untuk kalian berdua, mulut kayak bangkai. Susahin hidup orang aja, kalau sampai ada satu kata keluar lagi dari mulut kalian, awas saja. Air panas yang melayang!"
Kedua Putri yang mendengar bentakan Putri Yiomi hanya diam dan pergi. Putri Yiomi kemudian meninggalkan kedua Putri tersebut dan kembali ke tempat duduknya.
"Eh putri Dianra, kamu enggak usah dengar ucapan mereka tadi. Mereka memang selalu begitu," jelas Putri Yiomi menenangkan Putri Khaning
"Iya, namamu siapa?" tanya Putri Khaning
"Oh, iya aku lupa, kenalin namaku Yiomi"
"Putri Yiomi?, senang berkenalan dengan kamu tadi makasih banyak loh, tidak ada yang sepeduli ini denganku waktu Aku pertama masuk kesini," tutur Putri Khaning tersenyum lebar ke arah Putri Yiomi de depannya