
di kekaisaran bulan merah terlihat pangeran ke 7 baru saja keluar dari ruang kerja kaisar setelah pergi akhirnya dia sampai dikamar nya dan tiba tiba dia tertawa keras.
" HAHAHAH SEORANG RANAH PRAJURIT BARANI MENANTANG RANAH JENDERAL LELUCON MACAM APA INI " pangeran ke 7 berbicara dengan nada merendahkan.
" baiklah kalo itu keinginan mu pangeran Zhao fan biar kekuatan kita yang membuktikan ".
.
..
...
dipagi hari berikutnya di kamar pangeran Zhao terlihat putri chu yang tertidur mulai menggeliat dan membuka matanya mengusap matanya sebentar memandang ke sekitar dia merasa bingung karena sekarang dia tidak berada dikamarnya.
" hmm kau sudah bangun " dia memandang ke arah suara dan melihat kakaknya pangeran Zhao yang membawa nampan.
setelah mengingat apa yang terjadi semalam membuat wajah nya memerah sampai ke telinga.
" apakah kau demam adik chu wajah mu memerah "
" aku tidak apa apa "
" mendekat lah saat nya sarapan " ucap Zhao fan sambil menyodorkan sendok berusaha untuk menyuapi putri chu.
" aku bisa makan sendiri kakak " melihat kakaknya yang ingin menyuapi nya putri chu merasa malu dan melihat ke arah lain.
" oh benarkah padahal dulu kalo tidak ku suapi kau tidak ingin makan " mendengar ucapan kakaknya yang membahas tentang masa lalu membuat putri chu ingin memukul kakaknya sekeras mungkin.
" baiklah kakak aku makan jadi berhentilah mengoceh "
" gadis pintar " mereka akhirnya menikmati waktu berdua mereka tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang mengawasi mereka dari pintu yang belum tertutup sempurna.
" bisakah kalian lebih mesra lagi " sebuah suara menghentikan kegiatan mereka menoleh ke pintu disana terdapat wanita yang mirip dengan putri chu hanya saja lebih dewasa.
" salam selir2 " Zhao fan memberikan hormat nya sementara putri chu bersembunyi di dalam selimut pangeran.
" tidak perlu terlalu formal pangeran Zhao kau sudah ku anggap putra ku sendiri " ucap selir kedua disertai senyuman.
" apa yang ibu lakukan disini " menoleh ke putrinya yang masih bersembunyi didalam selimut selir kedua lalu memandang pangeran Zhao dengan ekspresi yang masih sama namun dia tiba tiba menyatukan tangan nya dan akan melakukan gerakan membungkuk namun dalam sekejap mata pangeran Zhao sudah berada di depan nya dan menahan bahu selir kedua.
" Ibunda kedua tolong jangan seperti ini semua bisa dibicarakan terlebih dahulu " selir kedua saat ini tidak bersuara karena terkejut jarak dia dan pangeran Zhao adalah 3 meter namun dia tidak bisa merasakan pergerakan pangeran Zhao yang tiba tiba muncul di depannya selir kedua sendiri memiliki ranah jenderal perak namun dia tidak bisa melihat gerakan pangeran Zhao itu berarti satu hal pangeran Zhao lebih kuat darinya.
setelah kembali menegakkan tubuhnya selir kedua tersenyum ke arah pangeran Zhao.
" hmm seperti nya kau bersembunyi sangat dalam pangeran Zhao " pangeran Zhao hanya menanggapi dengan senyuman.
" kalo begitu aku tidak akan kuatir dan tolong berikan pangeran ke 7 sedikit pelajaran agar dia sadar bahwa apa yang dilakukan nya tidak benar dan apakah kau berhasil membangkitkan garis keturunan mu pangeran Zhao " bukan tanpa alasan selir kedua menyuruh pangeran Zhao untuk memberikan pangeran ke 7 pelajaran karena watak dari pangeran ke 7 sangat keras kepala dan terkesan sombong itu dikarenakan dia memiliki pendukung permaisuri 1 apalagi dengan garis keturunan spesial kera api yang mendekati garis keturunan langit membuat nya menjadi semakin sombong.
setelah selir kedua dan putri chu pergi kini hanya tersisa pangeran Zhao yang sedang melamun .
" hmm garis keturunan kah..... seperti nya disini garis keturunan dianggap berkah dan sangat berharga bagi kulivator mungkin mereka akan terkena serangan jantung kalo mereka tau aku memiliki 2 garis keturunan spesial dalam diriku lebih baik aku bersiap untuk nanti sore di arena kekaisaran " garis keturunan di dunia ini dibagi menjadi 3 golongan yaitu.
- garis keturunan bumi terdapat 10000
- garis keturunan langit terdapat 1000
- garis keturunan surga 100
.
..
...
kabar mengenai pertarungan antara pangeran ke 7 melawan pangeran ke 10 tersebar sangat cepat ini dibuktikan dengan banyaknya jumlah penonton di arena kekaisaran.
' tok tok tok ' " masuk "
" salam pangeran anda dipanggil oleh yang mulia ke kastil bambu " kastil bambu adalah tempat dimana selir ke 3 ibu dari Zhao fan tinggal.
" saya permisi "
" em "
.
..
...
di kastil bambu terdapat 5 orang yang terdiri dari 2 perempuan dan 3 laki laki.
" putri ning silahkan diminum tehnya Zhao fan akan kesini sebentar lagi " putri ning tunangan dari pangeran ke 10 Zhao fan dari kekaisaran naga putri ning anak dari permaisuri ke 3 kekaisaran naga dikenal sebagai putri paling berbakat karena memiliki garis keturunan spesial .
" terimakasih selir Zhao "
" tidak perlu terlalu kaku putri ning kita akan menjadi keluarga jadi panggil saja aku ibu " putri ning hanya tersenyum menanggapi ucapan selir Zhao.
tok tok tok
" masuk " pintu terbuka dan terlihat pangeran Zhao yang mengenakan pakaian bangsawan yang elegan berwarna hitam dengan jubah berwarna merah gelap memasuki ruangan tidak lupa dengan topeng hitam dengan ornamen emas setengah wajah nya memberikan nya kesan misterius bagi siapapun yang melihatnya.
" salam ibu " Zhao fan memberikan salam kepada mereka semua dan ikut duduk di sebelah ibunya yang menghadap putri ning beserta tiga pengawal yang berdiri di belakang nya.
" bagaimana kabar anda pangeran Zhao " putri ning yang terlebih dulu membuka percakapan.
" seperti yang anda lihat putri ning " mendengar ucapan Zhao fan putri ning sedikit Bingung biasanya Zhao fan akan menanggapi ucapan nya dengan senyuman ataupun wajah senang namun kali ini hanya ada nada datar dan wajah tanpa ekspresi.
" aku akan langsung ke intinya pangeran Zhao ini tentang pertunangan kita aku ingin.." belum selesai putri ning berbicara pangeran Zhao memotong ucapan nya.
" kau ingin mengakhiri hubungan kita bukan " ucap Zhao fan sambil menyodorkan sebuah kertas.
" apa ini "
" surat pemutus pertunangan " putri ning mengambil surat itu dan membacanya.
" kau.." mata putri ning tiba tiba memerah seharusnya dia yang memutuskan hubungan ini tapi justru pangeran Zhao lah yang melakukan nya ini sebuah penghinaan baginya.
" karena sudah selesai aku pergi dulu aku masih harus... " namun sebuah teriakkan menghentikan ucapan pangeran Zhao.
" DASAR PANGERAN CACAT BERANINYA KAU MELAKUKAN INI KEPADA KU " putri ning berbicara sambil memandang tajam wajah pangeran Zhao aura ranah jenderal perunggu tahap menengah menguar dari tubuh putri ning sedangkan para pengawal pribadi putri ning tidak mengira akan menjadi seperti ini mereka saat ini tidak berada di wilayah mereka sendiri namun putri ning berani bersikap kasar kepada seorang pangeran.
" putri ning sadarilah dimana saat ini kau berada " putri ning yang mendengar ucapan pangeran Zhao langsung mencoba mengendalikan amarahnya.
" akan kuingat penghinaan ini " setelah mengucapkan itu putri ning langsung keluar dari ruangan.
sementara itu ibu Zhao hanya memandang kepergian putri ning dengan pandangan datar dia tahu ini semua akan terjadi cepat atau lambat awal nya dia merasa kuatir namun setelah melihat sikap anaknya dia menjadi lega.
" ibu aku akan bersiap untuk pertarungan ku"
" semoga kemenangan menyertai mu anakku"
.
..
...
di arena kekaisaran semuanya sudah tidak sabar menunggu pertandingan yang akan dimulai.
" hey menurut mu siapa yang akan menang"
" bukan kah sudah jelas bahwa pangeran ke 7 yang akan keluar sebagai juara aku mempertaruhkan setengah kekayaan ku kepada pangeran ke7 " mungkin Zhao fan akan tertawa mendengar ucapan penonton itu karena Zhao fan sendiri sudah mempertaruhkan seluruh kekayaannya untuk dirinya sendiri.
" para hadirin sekalian kali ini kita akan menyaksikan pertandingan antara pangeran ke 7 qie dien melawan pangeran ke 10 Zhao fan untuk kedua pangeran silahkan memasuki arena "