Peacey Dover and The Fairy Kingdom

Peacey Dover and The Fairy Kingdom
a scar



"Peace, Kau melamun?"


(Drake mencoba menegur Peacey yang sedang memikirkan tentang mimpi buruknya)


Drake sangat yakin, Peacey pasti tidak akan melupakan begitu saja soal mimpi anehnya itu


Selama Peacey mulai mengigau tentang mimpi itu, Drake pun bertanya-tanya


Sebenernya apa yang Peacey mimpikan?


Drake hanya tau Peacey selalu meneriakan kata Ayah


"Drake, apa Kau pernah bermimpi tentang Ayah dan Ibu?"


(Peacey menyambut pertanyaan Drake dengan pertanyaan lain)


Drake membenahi posisi duduknya


Kemudian mengarahkan badan nya ke arah Peacey


"Mimpi? Ya, Aku lebih sering bermimpi tentang Ayah dibandingkan Ibu. Kenapa Peace?"


(Drake mulai memancing Peacey dan berharap Peacey akan menceritakan mimpinya)


"Hm, tak apa Drake. Aku hanya rindu sama mereka. Ini hari pertamaku masuk ke Sekolah Peri. Sekolah itu menjadi saksi bisu kehidupan mereka kan Drake? Apa mereka akan bahagia melihat ini?"


(Peacey menunduk, sedikit sedih bercampur dengan rasa senang, karna akhirnya tiba waktunya Peacey untuk meneruskan kehidupan seperti kedua orang tua nya)


Drake kemudian merangkul Peacey


"Kau tau, hal yang paling mereka sukai adalah kita hidup di lingkungan Peri. Mereka menghabiskan waktu disana hingga saat terakhirnya. Walaupun Aku tau, Kau akan banyak beradaptasi. Tapi ketahuilah Peace, seandainya Ayah dan Ibu masih ada, mereka pasti sangat menunggu-nunggu hari ini"


(Drake mencoba menghibur Peacey yang sedikit-sedikit mulai tersenyum)


"Walaupun Ibu seorang Dudley?"


(Peacey menambahkan)


"Ibu itu seorang Dudley yang hebat Peace, Ibu banyak belajar tentang dunia peri saat Ayah sibuk mengajar di Newgrange dulu. Dan.. siapapun pasti tau, Kau ini adalah hasil dari kehebatan nya"


(Drake memukul pundak Peacey sambil tersenyum)


"Aku? Apa maksudmu Drake?"


(Peacey berubah serius)


"Ya, Kau Peace. Hingga tiba saatnya nanti Kau akan tau maksudku. Bersenang-senang lah dulu Peace"


(Drake tersenyum)


Peacey ikut tersenyum


Walaupun sebenarnya masih bingung


Aku hasil dari kehebatan Ibu?


-


Peacey duduk menghadap kaca bis yang mereka tumpangi


Di kepala Peacey sangat penuh tanda tanya


Soal mimpi itu, dan soal omongan Drake


Hingga tiba lah mereka di Meldon River



"Drake, apa memang selalu ramai seperti itu?"


(Dari kejauhan, Peacey melihat Meldon River yang penuh dengan orang-orang)


"Apakah Kau tegang Peace?"


(Drake tersenyum, sambil sedikit mengejek Peacey yang tampak tegang)


"Ah tidak, apa mereka semua dari bangsa peri?"


(Peacey kemudian bertanya lagi tapi Drake tidak merespon)


Peacey terlihat tampak antusias tapi ada rasa khawatir di hati nya


Hari ini adalah titik awal semua perubahan dalam hidupnya


Ia yakin hal-hal baru akan menghiasi hari nya


-


"MELDON RIVERRRR SUDAH SAMPAI"


(Tiba-tiba sang kenek bis melantangkan suaranya)


"MELDON RIVEEEEER"


(Sang kenek bis berteriak lagi)


"Ya, kami turun"


(Drake membalas sang kenek)


Kemudian Bis itu berhenti


Peacey dan Drake turun bersama dengan koper-kopernya


Lalu bis itu pun pergi


"Selamat datang di Meldon River , Peacey Dover"


(Drake melihat ke arah Meldon River yang sudah ramai dengan orang tua yang mengantar anak-anaknya pergi menuju Asrama Newgrange)


Peacey dan Drake saling bertatapan dan kemudian tersenyum


-


Peacey dan Drake berjalan menelusuri Meldon River hingga sampai lah mereka di hulu sungai nya


Disana terdapat beberapa kapal yang parkir


"Peacey, itu kapal mu"


(Drake menunjuk sebuah kapal berwarna hijau bertuliskan Newgrange Canal Express)



Di depan mata Peacey sudah tersedia sebuah kapal bergaya kuno yang lumayan besar


Gaya ini benar-benar menunjukan khas Asrama Newgrange yang kuno dan elegan


"Seperti biasa Peace, kita akan ke Newgrange melewati kanal ini. Aku akan ke kapal ku. Jaga dirimu baik-baik ya!"


(Drake memukul pundak Peacey sambil berlalu menuju kapalnya)


Peacey mulai menuruni anak tangga untuk masuk ke kapal nya


Di depan pintu kapal, sudah ada seorang Peri yang membantu nya menuju tempat duduk


Peri itu berbusana sangat rapi, memakai setelan jas dan ada bunga mawar merah segar di saku kanan nya


Para Peri memang sengaja membaur seperti kaum Dudley jika sedang tidak di dunia nya


Tidak bersayap dan tidak terbang tentunya


-


(Peri itu mengadahkan tangan nya meminta ID Peacey)


"Oh, ini"


(Peacey mengeluarkan ID dari kantongnya dan memberikannya ke Peri itu)



"Peacey Dover?"


(Tanya Peri itu setelah melihat ID Peacey)


Mata Peri itu tiba-tiba bersinar dan bicaranya pun berubah gemetar


"Ya, Aku"


(Peacey menjawab pertanyaan Peri itu dengan wajah bingung)


"Ah, aa..aa..aa..akhirnya"


(Peri itu masih gemetar dan terlihat ingin menyentuh tangan Peacey)


Karna merasa takut, Peacey menyembunyikan tangan nya ke belakang


"Ah, maaf. Ada apa?"


(Peacey bertanya pada Peri itu)


"Selamat Datang Tuan Peacey, mari ku tunjukan tempat duduk mu"


(Peri itu tidak membalas pertanyaan Peacey. Ia berubah diam dan langsung mengajak Peacey masuk ke kapal)


Peacey pun mengikuti nya dari belakang


Rasa takut Peacey mulai menghilang


Hanya saja rasa bingung nya yang bertambah


Baru sebentar saja Peacey sampai di tempat ini, Ia sudah menemukan banyak pertanyaan


-


Di dalam kapal sudah ramai dengan anak-anak seusia Peacey


Peacey berjalan di koridor kapal sambil sesekali tersenyum dengan anak lain


"Kapal ini terlihat tidak seluas di dalam nya. Aneh sekali. Kenapa di dalam sini terlihat begitu luas?"


(Peacey berbicara dalam hati, masih terpesona dengan desaign interior kapalnya)


Hingga tibalah di sebuah ruangan bernomor A0810


Peri yang mengantar Peacey membuka pintu dan mempersilahkan Peacey untuk masuk



Peri itu membungkukkan badan nya dan mengayunkan tangan nya, mempersilahkan Peacey untuk masuk ke ruangan di depan nya


Peacey tergagum dengan desaign ruangan nya


"Kapal ini memang luar biasa. Terimakasih sudah mengantarku"


(Peacey berterimakasih kepada Peri yang sudah mengantarnya kemudian Peacey menyimpan koper nya di samping kursi)


Kemudian Peri itu berpamitan pada Peacey dan menutup pintu ruangan


Peacey duduk menghadap jendela


"Jika ini sesuai dengan yang Drake bilang, satu ruangan ini akan diisi oleh 3 orang. Berarti masih ada yang lain yang akan datang"


(Ucap Peacey sambil melihat-lihat kesekitar ruangannya)


Peacey menunggu kedatangan 2 orang calon teman nya hingga sedikit tertidur


Dan kemudian..


"BRUKK BRUKK BRUKK"


(Suara seperti kegaduhan terdengar hingga membangunkan Peacey)


Ternyata ada satu murid yang baru datang sedang menata kopernya


Murid itu terlihat malu karna diantar oleh Ibu nya sampai ke ruangan


Kemudian murid itu melihat Peacey dan menyuruh Ibu nya segera pergi


"Aku sudah besar Bu, Aku bisa melakukan ini sendiri"


(Murid itu berbisik kepada Ibunya dan bersikeras menyuruh Ibu nya pergi)


"Duh Kau ini, kalau nanti ada yang lupa bagaimana? Ibu juga yang akan repot!"


(Ibu itu juga terlihat bersikeras untuk tetap di ruangan dan membantu anaknya merapikan koper)


Setelah kopernya rapi kemudian si Ibu pergi meninggalkan anaknya sambil sekali menyapa Peacey


Sang anak menghampiri tempat duduknya dan duduk bersebrangan dengan Peacey


Mereka saling berhadapan dan tersenyum


-


"Hello, Aku Gough. Gough Humphey"


(Anak itu kemudian memperkenalkan dirinya sambil mengulurkan tangan)


Dengan penuh semangat Peacey menyambut uluran tangan nya


"Hai, Aku Peacey. Peacey Dover"


(Peacey pun memperkenalkan dirinya)


Gough terkejut setelah mendengar nama Peacey dan menarik tangan nya kembali dengan cepat


"Wow, Peacey Dover?!"


(Gough yang masih terkejut memastikan kembali nama Peacey)


Lagi-lagi Peacey melihat hal yang tidak biasa ketika orang lain mendengar namanya


Peacey hanya terdiam karna tingkah aneh teman nya itu


"Boleh aku lihat bekas luka di tangan mu?"


(Gough tetiba menanyakan hal yang diluar dugaan Peacey)


Peacey semakin bingung dengan reaksi Gough


"Apa maksudmu bekas luka?"


(Peacey kemudian memperlihatkan kedua tangan nya ke Gough)


Tidak ada luka ataupun bekas luka di tangan Peacey


Peacey pun tidak pernah tau ada bekas luka di tangan nya


Gough semakin penasaran