
Eps 4
“ Iya udah tidur aja nanti kalau udah sampai kakak banguni yaa” jawab Bobby lembut
“kenapa tadi cuman jalan aja?” Tanya bobby masih penasaran
“Ya gak papa, Aya belum butuh apa-apa. Semuanya masih bagus kok, gak boleh boros” jawab Ayana sambil tersenyum. Bobby pun langsung memegang tangan Ayana dengan sebelah tangannya dan mengelusnya lembut, jarang sekali ada wanita yang orang tuanya mampu bahkan sanggup membeli seluruh mall untuknya bersikap sperti ini dan Bobby sangat senang melihatnya.
Sesampainya kerumah Ayana, Bobby pun tidak mampir karena Aruna telah tertidur dan kelelahan, karena Aruna terbiasa untuk tidur siang, jadi karena pergi jalan-jalan jadilah dia tidak tidur siang. Sesampainya mereka di rumah Aruna terbangun dan segera masuk kekamarnya untuk mandi. Sedangkan Bobby iya memilih untuk berbaring di tempat tidurnya dan segera istirahat.
Dirumah Ayana
“Assalamualaikum”
“Waalaikumsalam, langsung mandi yaa sayang, setelah itu makan malam” ucap Mommynya
“Okey Mommy” setelah itu Ayana pun naik ke kamarnya
Dirumah Bobby*
Tingg……
0612 1317 xxxx
sayang…. Aku kangen, besok kita ketemu yaa. I Love You
Bobby melihat pesan itu tanpa berniat membalasnya. ‘Kenapa dia kembali’ gumam Bobby dalam hati. Yang memberi pesan itu adalah Ciara Chandani orang yang dulu sangat di sayang oleh Bobby, tapi sekarang dia sangat membenci wanita itu. Bagaimana Bobby tidak membencinya disaat Bobby ingin mengutarakan perasaannya di saat itu juga wanita itu terlihat tengah bermesraan dengan seorang peria yang lumayan tua darinya. Sehingga Bobby tidak jadi mengutarakan perasaannya dan mencari tau tentang wanita itu, disaat itu lah lelaki itu mengetahui bahwa wanita itu bukan wanita baik yang sering dilihatnya. Dia hanya wanita yang ingin mendapatkan harta yang berlimpah dengan berbagai cara, termasuk menjadi simpanan pria hidung belang. Dan dari situlah sikap Dingin Bobby dimulai, tidak berperasaan dan jarang tersenyum. Sehingga Ayana datang dan perlahan merubah sifat Bobby agar kembali seperti Bobby yang dulu. Seketika lamunan Bobby pun hilang saat suara ketukan pintu terdengar
Tok tok tok….
“ Kak ayo turun makan…..” terian Aruna dari balik pintu
Keesokan paginya disekolah Bobby melihat dimejanya ada surat yang bertuliskan “sayang nanti pulang kamu sekolah kita jumpa di café ‘131shit’ yang ada di dekat sekolah kamu. cici” ya itulah isi dari surat itu.
Bobby pun langsung membuangnya ke keranjang sampah.
“Kenapa Bii?” Tanya Ayana penasaran
“Gak papa” jawab Bobby dingin. Ayana pun menyerngit bingung, dan bertanya dalam hati ‘kenapa pacarnya ini?’
Setelah pulang sekolah Bobby langsung mengantarkan Ayana kerumahnya, tanpa banyak pembicaraan yang di lakukan mereka di dalam mobil. Disekolah pun Bobby selalu saja diam dan terkadang melamun sendiri. Takterasa mobil Bobby sudah berada di pekarangan rumah Ayana, Bobby pun masih diam, hingga Ayana memecah keheningan
“Bii makasih yaa, aku turun” ucap Ayana sambil memegang pintu mobil dan hendak keluar mobil, tapi tiba-tiba Bobby menggenggam tangan Ayana dan dengan cepat memeluknya hingga wajah Ayana berada di dada bidang Bobby. Ayana diam saja, dia berfikir mungkin pacarnya ini sedang memiliki banyak masalah sehingga ia menjadi pendiam. Setelah 10 menit dengan posisi saling memeluk Bobby pun melonggarkan pelukannya dan menatap Ayana. Setelah itu ayanapun tersenyum dan pamit keluar mobil.
Ayana menatap mobil Bobby yang perlahan menghilang dari pandangannya dan memikirkan tentang Bobby hari ini ‘huuhh sudahlah mungkin dia sedang banyak pikiran’ gumamnya sambil berjalan masuk ke dalam rumah dan menuju kamarnya. Segera membersihkan badan dan istirahat.
Di café ‘131shit’, Bobby melangkahkan kakinya masuk kedalam café dan melihat wanita yang di bencinya dusuk disana. Bobby pun menghampiri meja itu dan tanpa disangka wanita taktaumalu itu hendak memeluk Bobby, seketika lelaki itu langsung menjauh dari wanita itu. Sementara wanita it hanya tersenyum dan mempersilahkan Bobby duduk terlebih dahulu.
“Aku seneng banget kamu mau datang kesini”
“Gak usah banyak bacot, apa yang lo mau?” ucap Bobby dingin
“Aku mau kita kayak dulu lagi”
“Jangan mimpi, gue ingatkan lo sama gue gak pernah punya hubungan apa pun”
“Tapi Bobby, kamu dulu sangat mencintai ku” ucapnya dengan wajah menjijikkan di mata Bobby
“HAH. . . itu dulu dan itu sebuah kesalahan!!!!”
“Maaf Bobby, aku gak seperti yang kamu pikirkan”
“Lo pokir Gue buta? Mulai sekarang jangan ganggu kehidupan gue”
“Terserah!!” ucap Bobby sambil pergi ke luar Café dan menatap wanita itu tajam.
Keesokan paginya sekolah di gemparkan dengan adanya siswi baru berparas cantik, yaa siapa lagi kalau bukan Ciara Chandani.
Gadis berpenampilan anggun dengan rambut yang terurai setiap orng akan terpesona dengannya kecuali Booby, Alga dan Arga yang mengetahui sifat busuk darinya. Bahkan ketiga pemuda itu Nampak jijik melihatnya.
“Hehh wanita ular kok bisa di sini” Tanya Alga pada Bobby. Yang ditanya hanya mengangkat bahunya saja tanpa berniat membalasnya dan melanjutkan aktivitasnya bermain game.
Sementara Alga hanya mengangguk saja.
Satu Bulan kemudian, Hari-hari Bobby disekolah pun seperti berada dineraka, kemana pun ia pergi selalu saja di ikuti oleh ciara dan mereka juga satu kelas, dia sangat muak dengan wanita itu.
Ayana heran kenapa wanita itu selalu mengikuti Bobby kemanapun dan selalu mengganggunya. Ayana sempat bertanya kepada Bobby tapi yang ditanya tidak memberikan respon, bukannya Bobby ingin menyembunyikannya hanya saja menurut lelaki itu, itu tidak terlalu penting sehingga harus di ceritakan kepada Ayana makanya ia selalu diam apabila ditanyai masalah itu.
“Aya Aku mau ke atap sebentar yaa, kamu kekantin sama mereka aja. Kepala aku pusing” ucap Bobby, dan Ayana hanya mengangguk saja, dia akan membiarkan Bobby untuk menenangkan pikirannya.
Tanpa mereka ketahui Ciara mendengar bahwa Bobby ingin keatap, dia pun segera mengikutinya.
Dikantin Ayana, Via, Zeze, Alga, dan Arga memesan makanan untuk mereka, setelah selesai makan Ayana melihat jam tangannya dan ada waktu sekitar 10 menit lagi untuk pelajaran selanjutnya. Kemudia ia berdiri dan pergi ke tempat penjual roti ia membeli roti dan air mineral. Setelah itu ia menghampiri meja sahabatnya
“Aku nyusulin Bobby bentar yaa” ucapnya pada temannya
“Mau di temenin gak?” ucap Arga
“Gak usah aku sendiri aja” balas Ayana sambil berjalan menuju atap
Sesampainya di atap Ayana melihat Bobby dan wanita sedang berpelukan Ayana pun terkejut dan menjatuhkan airmineral dan roti yang ia bawa. Bobby yang melihat itu langsung melepaskan pelukan Ciara, yaa wanita yang memeluk Bobby itu adalah Ciara, wanita itu tidak mau melepaskan pelukannya dari Bobby.
Ayana yang melihat itu pun tak tahan dan ia menangis saat itu juga dan ia langsung lari meninggalkan mereka berdua.
Sesammpainya Ayana dikelas ia langsung menyandarkan kepalanya di meja Via pun heran dan segera menghampiri Ayana, tak berapa lama Alga pun menghampiri meja Ayana.
“Kenapa yang?” Tanya Alga kepada Via, yaa mereka berpacaran begitu pula dengan Arga dan Zeze mereka juga berpacaran. Mereka jadian beberapa minggu yang lalu dan secara bersamaan.
Memang kedua saudara kembar itu tertarik dengan sahabat Ayana ini dari awal pertemuan tapi mereka tidah menunjukkannya, karena mereka masih ingin meyakinkan perasaan mereka. Dan tanpa mereka ketahui Via dan Zeze pun menyukai merka jailah mereka sekarang tengah berpacaran.
“Gak tau nihh dari tadi aku tanyain diam aja gak nyahut” balas Via. Tak berapa lama Arga dan Zeze pun masuk kekelas, mereka berdua baru kembali dari perpustakaan mengembalikan buku. Dan mereka heran melihat Ayana yang tengah menangis di mejanga
“kenapa Al?” Tanya Arga
“Gak tau” jawab Alga bingung
Di atap sekolah
“Lo gila yaa meluk gue?” Ucap Bobby dengan dingin, ia pun masih sangat terkejut dengan kejadian ini karena saat Ayana datang Ciara juga baru memeluknya Bahkan Bobby tidak mendengar langkah kaki dari Ciara, makanya dia sangat terkejut dengan kejadiaan ini
“Gak Bobby, aku kangen sama kamu”
“HEH ASAL LO TAU, LO GAK ADA HUBUNGAN SAMA GUE !!!” teriak Bobby
“Gak, aku tau kamu masih sayang dan cinta sama aku”
“LO BUTA HAHHH, LO GAK BISA LIAT KALOK GUE ITU BENCI SAMA LO !!!!” UCAP Bobby sambil pergi
“Bobby.. Tungguuuu!!!!!”
“JANGAN IKUTI GUE BIT**” Setelah mengatakan itu Bobby pun turun dari atas atap dan langsung menuju kelas. Sementara itu Ciara sangat senang melihat Ayana menangis.
Sebenarnya tujuan Ciara kembali untuk mendekati Bobby dan mendapatkan hartanya, karena dulu ia tidak mengetahui bahwa Bobby sangatlah kaya, bahkan diusia mudanya ia sudah memiliki perusahaannya sediri. Dan Ciara sangat menyesali itu.