One and Only

One and Only
Eps 2



Eps 2


Pukul 17:30


“aku pulang dulu yaa “


“iyaa hati-hati yaa, ohh iyaa Bii hampir lupa. Nanti aku mau jalan yaa sama Zeze dan Via”


“ Mau kemana, jam berapa? Biar aku antar aja”


“ke mall, jam 19:30 nanti.Gak usah jemput Bii kamu istirahat aja yaa, aku nanti juga di jemput sama mereka” Ucap Ayana lembut


“yaudah, aku pulang. Assalamualaikum”


“Waalaikumsalam”


Skip mall..


“Aku mau beli sepatu dulu dong” ucap via


“Yaudah kita ketempat sepatu”


“Tapi kita beli es krim dulu yaa” dengan wajah memohon Zeze


“Okeee” jawab Ayana dan Via


Sekarang mereka sudah selesai membeli sepatu tapi Ayana tak sengaja melihat orang yang di kenalnya


“Mungkin salah orang” gumamnya pelan


Tetapi saat di tempat makan dia kembali melihat orang itu dan betul ternyta itu Bobby bersama dengan wanita lain tolong garis bawahi WANITA LAIN.


“Siapa wanita itu” batinnya. Tapi Ayana tidak memperdulikannya, mungkin itu temannya


Tapi setelah Ayana memperhatikannya mereka terlihat dekat bahkan Bobby menggandeng tangannya, hati ayana sakit melihatnya. Tapi dia masih berfikiran positif.


Keesokannya Bobby datang untuk menjemput Ayana


“Assalamualaikum”


“Waalaikumsalam, masuk Bobby. Ayananya bentarlagi turun”


“Iya Mommy”


“ Kamu udah sarapan?”


“Udah Mommy tadi sama Bunda” Mommy pun hanya berah tanpa suara


Tak berapa lama Ayana pun turun dari kamarnya


“Mommy, Aya sarapan di mobil aja yaa”


“Yaudah ini sarapannya” sambil member kotak makan


“Bii ayoo!!” sambil berjalan keluar rumah


“Mommy kami berangkatya” menyalam Mommynya


“Daddy tidak di salam?” dengan wajah sedihnya yang baru keluar dari kamar


“Maaf Daddy. Hihik .. kami pergi yaa” sambil menyalim dan memeluk Daddynya diikuti dengan Bobby


“Assalamualaikum” ucap mereka


“waalaikumsalam”


Didalam Mobil***


“Bii semalam kamu pergi keluar?” Tanya Ayana sambil memakan bekalnya


“enggak, aku dirumah” ucap Bobby tanpa melihat Ayana.


“….” Ayana hanya diam menanggapinya


Sesampainya disekolah mereka masih diam dengan pemikiran masing-masing


Semalam saat aku sampai dirumah aku melihat sepupu perempuan ku datang, umurnya lebih muda 3 tahun dari ku. Dan dia mengajak aku pergi ke mall, karena aku tidak tega menolaknya jadi akupun membawanya pegi ke mall. Dia memang sangat manja kepada ku karna dia sudah menganggap ku seperti abangnya dan aku menganggapnya adik ku. Dan tadi Ayana menanyaku apa kah aku keluar semalam, aku terpaksa berbohong. Takut dianya khawatir, mungkin itu yang terbaik.


AYANA POV


Kenapa Bobby berbohong tentang semalam, siapa wanita itu, kenapa dia tidak menceritakannya pada ku ? Begitu banyak pertanyaan di kepala ku. Huhh sudahlah mungkin nanti dia akan memberitahu ku. (karena Ayana orangnya kalau pacaran tidak terlalu mengekang pasangannya dan selalu percaya jadi dia tidak pernah mempermasalahkannya. Tapi kalau dibohongi dia akan sangat marah, dia akan menunggu waktu yang tepat untuk bicara.)


Sekrang mereka sudah sampai disekolah, dan sudah duduk di bangku masing-masing. Bobby mungkin anak yang dingin tapi dia tidak nakal, bahkan dia sangat pintar, sopan dan tentunya tampan. Bobby adalah ketua tim basket, dan ketua osis, bahkan dia juga sering mengikuti olimpiade dan memenangkan berbagai piala. Berbeda degan Ayana dia tidak seperti Bobby, dia hanya gadis biasa tidak mengikuti organisasi, tidak telalu pandai, tetapi dia terkenal dengan cantiknya dan sifat ramahnya apa lagi dia berpacaran dengan Bobby. Satu sekolah pasti mengenal pasangan ini, pasangan yang sangat unik menurut mereka satu dengan sifat ramahnya dan yang satu dengan sifat dinginnya. Semua orang pasti heran bagai mana bisa mereka bersatu dngan sifat masing-masing. Tapi itulah mereka yang saling melengkapi dengan sifat masing-masing.


“ Assalamualaikum, Selamat pagi semua…..” sapa bu Rumi guru bahasa Indonesia.


“ Selamat pagi buuu…..” jawab semua murit serempak


“ Baiklah hari ini kita akan ulangan persiapkan diri kalian 15 menit keluarkan kertas dan penanya. Jangan sampai ada yang mencontek temannya” ucap bu Rumi dengan tegas. Dan seluruh murit mengeluh karna ulangan dadakan ini


***


Sepulang sekolah Bobby dan ayana tidak langsung pulang tapi mereka pergi makan terlebih dahulu karena Ayana menginginkan sate yang ada di dekat taman rumah Bobby. Setelah selesai makan sate mereka ke rumah Bobby terlebih dahulu. Saat sampai di rumah Bobby mereka pun masuk


“Assalamualaikum Bundaaaa…” teriak Bobby


“Waalaikumsalam, kenapa teriak sihh nak?” jawab Bundanya


“maaf Bunda” ucap Bobby dengan wajah datarnya


“ Ehhh ada Ayaa, sini sayang sama Bunda” heboh Bunda Bobby tanpa memperdulikannya


“ iya Bunda” jawab Ayana dengan senyum sambil menyalim tangan Bunda Bobby


“ Bunda, Ayanya jangan diajak yang aneh aneh yaa”


“ iya iyaa, ihh dasar posesif” Jawab Bundanya


setelah dari rumah Bobby, mereka pergi jalan-jalan ke pasar malam, disana mereka bersenang-senang. Dan setelah itu Ayana di antar pulang oleh Bobby dan Bobby pun langsung pulang ke rumahnya.


Sesamapinya Bobby dirumahnya dia langsung mandi dan istirahat


19:00


Ting… (bunyi handphone Bobby)


Sayang :* (pastinya bukan Bobby yang membuat nama kontak ini)


Bii langsung istirahat yaa jangan keluar lagi, jangan main game terus, nanti sakit lagi


Anda


Iya .. iyaa


Sayang :*


Aya mau pergi dulu yaa sama Mommy belanja, sama abang Al juga perginya


Anda


Iya, hati-hati yaa


Read


Setelah itu pun Bobby tertidur. Dan sekitar 30 menit dia di bangunkan oleh Aruna Arsyana Sanjaya (sepupu Bobby), Una panggilannya gadis itu mengajak Bobby pergi keluar untuk membeli buah-buahan, karena yang ada di rumah telah habis. Ohh iya Una ini sepupu Bobby yang berada di Amerika karena orang tuanya pindah kesana, dia datang ke rumah Bobby hanya untuk liburan selama 2 minggu, sekaligus mengunjungi neneknya.


Saat di dalam mobil


“Bang” … panggil Una


“Hmm..”


“ Katanya Abang punya pacar kok gak dikenalin sama Una?” Tanya gadis itu polos


“ Tadi dia main kerumah kamunya aja yang pergi” jawab Bobby datar


“Yaampun Bang. Tadikan Una kerumah nenek, lagian Abang datangnya waktu Una gak dirumah. Pokoknya kenalin sama Una, nanti Una marah kok gak dikenalin.” Ancam Aruna dengan tangan di lipat di dada


“Iya” jawab Bobby singkat sambil mengelus kepala Aruna sayang