Novel World

Novel World
masih terjebak



"Bim… kamu bisa keluar" Ucap Rama


Bima menghela nafas nya "hem… ia.. "Ucap Bima dan Bima pun melangkah keluar kamar dari Rama


" Ada apa? "Tanya Rama


" Aku mencintaimu" Ucap Rima menutup mata nya


Setelah beberapa saat ia pun membuka matanya perlahan


Lah..... kok.... aku masih disini?...apa dia gak kaget aku menyatakan cinta sama dia?... aahhh.... sial... harga diriku jatuh... Ucap Rima dalam hati dengan tangan yang memukul-mukul kepala nya


Rama pun tersenyum mendengar ucapan Rima "heh…kamu mencintai aku?.... Dangkal sekali perasaan kamu… " Ucap Rama


"Jantung kamu gak berdebar gitu… atau merasa gimana gitu… ? " Rima mencoba menanyakan perasaan Rama


"Aku sudah bilang kamu bukan tipe aku…dan lagian aku sering mendengar perkataan itu.. " Ucap Rama


"Ishhh… . " Ucap Rima kesal


Rama pun tersenyum melihat tingkah Rima yang kesal dan terus memelintir ujung baju nya.


"Kata Bima kamu gak makan..? " Tanya Rama


"Aku gak mau makan… . Aku mau pulang.. " Ucap Rima masih kesal


"Aku kan sudah bilang… kamu bisa pulang jika kamu bisa menjawab semua pertanyaan aku" Ucap Rama


Rima pun tersenyum karena mendapat ide baru, Rima menarik kerah baju Rama dan memejamkan matanya lalu mencium pipi Rama, Rima membuka matanya tapi lagi-lagi dia tak berhasil "kok gak berhasil… " Ucap Rima


"Tunggu… tadi kamu tiba-tiba nyatain cinta....terus sekarang kamu mencium aku… ini ada apa sih? " Tanya Rama tak mengerti


"Agar aku bisa pulang" Ucap Rima kesal


"Terus kenapa kamu harus nyatain cinta dan menciumku? " Rama bertanya lagi


"Karena aku bisa pulang jika ada perubahan emosi dalam diri kamu" Ucap Rima


"Kenapa harus aku? " Rama masih tak mengerti


"Ya… karena kamu tokoh utamanya… " Ucap Rima dengan nada tinggi dan langsung menutup mulut dengan tangannya


"Apa maksud kamu? " Tanya Rama dan mendekatkan dirinya pada Rima dan Rima pun melangkah mundur….mundur…mundur… . Mundur… hingga ia mentok di dinding


"Rima… JAWAB AKU… . " Bentak Rama


Rima hanya menangis ketakutan, ia tak tahu lagi harus berbuat apa dirinya yang mungil terhimpit tubuh Rama yang kekar dan tinggi


Rama pun mengambil sebuah pistol yang terletak di meja dekat Rima lalu menodongkannya tepat di kepala Rima


"Jawab aku… atau kepalamu aku ledakan" Ucap Rama mengancam


Rima menutup matanya dengan air mata yang membasahi pipinya dan tubuhnya yang gemetar karena rasa takut "aku....gak tahu apa\-apa" Ucap Rima


"Bohong…. Cepat jawab aku"


DOOOORR



Rama menembakan nya ke langit\-langit kamarnya, Bima pun masuk karena mendengar suara tembakan "Ram…ada apa" Ucap Bima melihat Rima yang sudah ketakutan dengan pistol yang ada di tangan Rama


"Ram… kamu jangan gila… " Ucap Bima panik


"Kamu keluar… atau kamu yang aku tembak.. " Ucap Rama


Bima pun kesal dengan tingkah Rama tapi ia juga tak bisa berbuat apa-apa dan Bima pun melangkah keluar dari kamar Rama


"Sampai kapan kamu akan diam? " Tanya Rama mulai kesal


Rima terus membungkam mulutnya dengan rasa takut di pikiran nya, Rama pun melangkah mundur dan


DOORRRR



Rama menembak lengan kanan Rima tepat di bekas tembakan penjahat tempo hari, dan Rima pun jatuh pingsan karena syok, Rama pun merangkul tubuh Rima yang ambruk dengan darah yang mengalir di tangan nya


"BIMA… " Teriak Rama memanggil Bima yang ia tahu tengah berdiri di depan pintu kamarnya, tak lama Bima pun masuk dan ia melihat Rima pingsan bersimbah darah "kamu apain Rima?" Tanya Bima dan bergegas menghampiri mereka


"Jangan banyak tanya… . Kamu panggilkan Dokter…" Ucap tegas Rama dan mengangkat tubuh Rima memindahkanya ke atas tempat tidur, Bima pun menelpon Dokter sementara itu Rama membalut luka Rima dengan sapu tangan agar darahnya tak mengalir lagi


Tak lama Dokter pun datang dan langsung mengobati Rima, Dokter itu heran " Ini… wanita yang sama…..yang tempo hari lengannya tertembak kan? " Tanya Dokter


"Iya…memang ada apa? " Tanya Rama


"Aneh…aku ingat betul lengan nya aku jahit seharus nya ia masih memiliki bekas jahitan nya… Tapi selain luka goresan ini… lengan nya baik-baik saja seperti tidak pernah terluka.. " Ucap Dokter


Rama pun segera memeriksa lengan kiri Rima, dan disana juga tak ada bekas luka tapi Rama tak berbicara sepatah kata pun hingga Rima selesai di obati dan Dokter pun pamit Rama masih berdiri memandangi Rima siapa *sebenarnya dia mengapa dia bisa menyembuhkan lukanya begitu cepat… . Atau dia orang yang berbeda* ? Rama terus bertanya\-tanya dalam hatinya



Rima pun sadar ia melihat Rama berdiri di hadapan nya " Kamu sedang apa? " Tanya Rima


"Kemana perginya luka tembakan tempo hari?.. " Tanya Rama


"Hahhhh…. Jangan-jangan kamu…" Ucap Rima dan menutupi dadanya dengan tangan nya


Rama menggelengkan kepala nya " Heh… aku gak sampai kesana kali… " Ucap Rama "jangan mengalihkan pembicaraan…. Cepat jawab" Tambah Rama


"Hehe… emang penting….tubuh-tubuh aku mau ada luka atau engga bukan urusan kamu…. Nih… yang harus aku persoalkan adalah ini… " Ucap Rima menunjuk luka nya


"Semua yang berhubungan dengan kamu adalah urusan aku… dan soal luka itu… itu cuma kegores....gak lama juga bakalan sembuh… " Ucap Rama


"Hah… gampang banget sih melukai orang… gimana dengan kejiwaan aku… aku trauma tau.. " Ucap Rima memasang wajah lugunya


Rama tertawa mendengar ocehan Rima "hahahaha…apa… kamu trauma? " Ucap Rama


"Ishhh… . "Ucap Rima marah dan memukul perut Rama tapi belum juga pukulan nya mendarat tangan nya telah digenggam Rama, dengan muka sangar nya Rama menggenggam kuat tangan Rima, Rima pun berontak menarik tangan nya untuk melepaskan genggaman Rama


" Lepasin…. Ihhh…lepasin…. Sakit tau" Rengek Rima


Rama pun mendekatkan wajahnya pada Rima "kenapa… kamu itu susah banget ungkap siapa kamu sebenarnya… apa jika aku tahu sesuatu tentang kamu kamu akan celaka? " Tanya Rama


"Bukan aku yang akan celaka tapi kamu… " Ucap Rima


Bersambung...


terimakasih.. 😊