Mysterious House

Mysterious House
Usaha Yang Sia-sia



"Oh? Kak? Ada apa?" Tanya NamJoon


"Emmm" Seseorang tersebut pun berjalan dan duduk di samping NamJoon tepat di birai kasur Jungkook


"Ada apa kak?" Tanya NamJoon lagi


"Huufffffhh..... 3 hari lagi" Hela nafas seseorang tersebut


"Kak.... Bisa kah kau tunda kepergianmu? Pergi ke suatu tempat agar kau tidak di cari" Ucap NamJoon


"Percuma..... Usaha itu akan sia-sia nantinya. Mereka akan membunuh 3 adik bungsu kita agar aku kembali" Ujar Seokjin


"Kau tau bukan? Mereka sangat berbahaya untuk diserang. Tidak gampang pula untuk dibunuh. Jadi tetap dalam permainan sesuai apa yang aku rencanakan dan tolong jaga adik-adik juga Joon, aku percaya padamu" Lanjut Seokjin


"Huffftt..... Baik laahh" Ucap NamJoon


"Walau kita masih menjalankan permainan ini, harap untuk terus berjaga-jaga di markas kita sampai aku pulang dan pindah rumah" Ucap Seokjin


"Pindah?" Bingung NamJoon


"Sesudah aku pulang, kita semua akan pindah, Joon. Tempat dimna kita bisa berkumpul lagi" Jawab Seokjin


"Kenapa harus berpindah? Kita lebih nyaman disini" Tegas NamJoon


"Jika kau tidak ingin ketiga adik bungsu kita digantung, maka kau harus mematuhi peraturan ini, Joon" Tegas Seokjin balik


"Lebih baik kita bahas ini di markas" Lanjut Seokjin yang tak ingin mendapatkan banyak pertanyaan dari adiknya itu


"Okeeyyy" Jawab NamJoon pasrah


NamJoon dan Seokjin pun kembali ke bawah. Tak lama, Jimin dan Taehyung sudah rapi dengan pakaiannya. Bila kalian menanyakan Apakah Jimin dan Taehyung tahu? Mereka tidak tahu apa-apa karena memang itu pembicaraan dari kakak-kakak nya. Pikir mereka, yang di bahas oleh kedua kakaknya itu adalah masalah perusahaan yang saat ini diluar kendali.


Jungkook yang masih terbaring lemah di kasur, hanya bisa menuruti perintah dari sang kakak-kakak nya. Tidur kembali dengan pulasnya. Tanpa memperdulikan kedua kakaknya berbicara tepat dibirai kasurnya.


"Taehyung?" Panggil Jimin


"Apa?" Jawab Taehyung


"Sepertinya, aku sedikit curiga dengan keempat kakak kita" Ucap Jimin


"Kenapa?? Curiga seperti apa yang kau maksud, Kak?" Tanya bingung Taehyung


"Nanti saja kita bahas. Ayo kita sarapan, mungkin mereka sudah menunggu" Ujar Jimin yang tidak ingin menjawab kecurigaannya


Sebelum turun bersama, Jimin dan Taehyung berkesempatan untuk mencium kening Jungkook dengan lembut. Setelah melakukan hal itu, Jimin dan Taehyung turun ke dapur dan sarapan bersama dengan keempat kakak nya.


"Pagi semuanyaa" Sapa Jimin


"Pagi jugaa" Sapa balik HoSeok dan Yoongi


"Bagaimana Schedule kalian hari ini?" Tanya lembut HoSeok


"Seperti hari kemarin, Kak. Kami akan melakukan kerja paruh waktu setelah pulang sekolah" Jawab Jimin yang tidak lupa dengan senyumannya


"Bisakah kalian menundakan kerja kalian? Untuk hari ini saja" Ucap HoSeok


"Besok saja. Hari ini Kakak banyak jadwal. Besok, kami akan menjemput kalian ke sekolah dan setelah itu kita akan menikmati liburan kita" Ujar Seokjin sambil menghidangkan makanan yang telah ia sajikan untuk sarapan pagi Adik-adiknya


"Lagi pun Jungkook sudah sembuh, kan? Jadi sebaiknya besok kita adakan liburan" Lanjut Seokjin


"Liburan?!" Senang Taehyung


"Yaaa.... Kita akan berpuas liburan" Senang HoSeok juga


"Dimana?!" Semangat Taehyung dengan senyum kotaknya


"Dii.... Pulau Jeju??" Pikir Seokjin


"Oke kita akan kesana!" Semangat Taehyung


Semua tertawa melihat kesenangan Taehyung. Sudah lama mereka tidak berlibur dan senang seperti ini. Terlebih, jika Taehyung dan Jungkook yang memang senang dengan pemandangan, itu akan membuat kedua anak Harimau dan Kelinci ini melompat kegirangan.


"Tapi kenapa harus besok? Kenapa tidak hari ini?" Tanya Taehyung


"Hari ini akan ku siapkan semua proposal untuk beberapa hari kedepan" Jawab Seokjin


"Jika kalian terus berbicara, kita tidak akan makan sampai tahun depan!" Ujar Yoongi sedikit kesal yang sedari tadi hanya menjadi pendengar dari ke ocehan kakak dan Adik-adiknya


Setelah mendengar kesal Yoongi, semua pun makan dengan tenang. Tidak ada lagi yang berani melontarkan pertanyaan. Kalau memang Yoongi yang mengangkat bicara, itu berarti dia sudah sangat tidak nyaman dengan suasananya. Dan yaaa di akhirnya pun semua diam seribu bahasa.


"Kak, kami berangkat" Ucap Jimin yang ingin pergi tetapi di halangi oleh Seokjin


"Biar kakak yang menghantarkan kalian hari ini" Ujar Seokjin yang berdiri tepat didepan Jimin dan Taehyung


"Hah?" Bingung Jimin


"Oh... Okaayy" Ucap Taehyung


"Tunggu di mobil, Kakak akan menyusul" Ucap Seokjin


Taehyung pun membentuk O di tangannya yang ber isyarat Baik. Jimin yang masih bingung dengan tingkah laku sang Kakak tertua pun terseret karena ulah Taehyung yang menyeretkan Jimin ke mobil yang di maksud oleh Seokjin.


Sesampai dimobil


"Tae? Apa kau merasakan apa yang kurasa?" Tanya Jimin


"Sepertinya..... Tiba-tiba saja Kak Seokjin ingin mengantarkan kita. Katanya, hari ini jadwalnya sibuk" Jawab Taehyung yang masih berpikiran


"Kalian sudah siap?" Tanya Seokjin yang sudah berpakaian Jas


"Sudahhh" Sumringah Taehyung


"Pakai sabuk pengaman kalian" Ucap Seokjin


Jimin dan Taehyung pun menurut.


Di sepanjang jalan...


"Kenangan....." -Taehyung


"Kita selalu bergandeng tangan...."-Jimin


" Jan nyanyi dongg.... Malah di sambungin_-" -Author


SKIP


Di sepanjang jalan, hanya ada lantunan musik yang terdengar. Dengan suasana yang sedikit cerah, matahari yang semakin bersemangat untuk mencerahkan hari-hari dan tidak lupa menyambut kehadiran orang-orang yang sedang melakukan aktifitas mereka masing-masing.


"Jam berapa kalian pulang?" Tanya Seokjin secara tiba-tiba


"Kata Kakak, hari ini Kakak sibuk. Jangan membuat Kakak semakin sibuk. Urus saja urusan kantor terlebih dahulu" Jawab Jimin yang melenceng kan jawaban dari pertanyaan yang di maksud Seokjin


"Tidak masalah bagiku, Jim. Untuk kalian, aku rela melakukan apapun" Ucap Seokjin sambil terukir senyuman di wajah tampannya itu


"Sekarang, jam berapa kalian pulang?" Tanya Seokjin lagi


"Tidak tentu, Kak. Mungkin hari ini sekitar jam 3 kami akan pulang" Jawab Taehyung


"Tapi hari ini kami bekerja, Kak" Ucap Jimin


"Baiklah.... Jam berapa kalian pulang bekerja?" Tanya Seokjin yang masih seputaran kata Pulang


"Sekitar jam 9? Kau boleh menjemput kami sekitar jam segitu" Jawab Taehyung


"Okaayy. ShareLock sekitar jam 8 yaa" Ucap Seokjin yang mengerem kan mobilnya yang berhenti tepat di depan gerbang sekolah Jimin dan Taehyung


"Dadahh, Kakk" Ucap Jimin sambil melambaikan tangannya yang sudah keluar dari mobil tentunya


Begitu juga Taehyung yang melambaikan tangannya. Seokjin hanya membunyikan Klakson mobilnya dan menjalankan mobilnya untuk membelah kota Seoul di pagi hari dengan aktifitas yang padat pastinya.


๐Ÿน[SeokJin]


"Huufftt" Hela Seokjin yang mengendarai mobil menuju kantornya


"Bagaimana bisa aku meninggalkan mereka semua? Ahhhh.... Aku takut semua itu. Tapi bagaimana pun aku harus melakukannya" Omong Seokjin dengan dirinya sendiri


"I'm Scary right now" Takut Seokjin yang malah men jadi-jadi


๐Ÿฃ๐Ÿฏ[Jimin&Taehyung]


Setelah melihat mobil sang Kakak sudah mulai jauh dan tidak terlihat, Jimin dan Taehyung pun pergi ke kelas. Dengn perasaan curiga terhadap kakak tertuanya itu, Jimin semakin tidak fokus dengan apa yang dia dngar.


------------


**Hayoo๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†๐Ÿ˜† maapnya... Novel ku ini emng terinspirasi dari temen Jepang ku heheh๐Ÿ˜†๐Ÿ˜† maap kalau emg agak gk nyambung heheh๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†


Happy Reading guyss luv kalian byk๐Ÿ’œ๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ**