
Sampai....
Tasya melihat sekitar banyak orang berlalu lalang, sebenarnya tasya tidak terlalu suka keramaian apalagi dentuman musik yang sangat keras banyak orang melenggak lenggokkan tubuhnya berjoget ada yang melakukan ciuman yang tidak seharusnya dilakukan di tempat umum,banyak orang yang mabuk, semuanya itu membuat tasya risih dan tak suka sampai ada yang memanggilnya
"Tasyaaaaaaa!!! "teriak para sahabatnya,melambaikan tangannya, devan menggandeng tangan tasya menuju teman²nya kebetulan teman devan juga se meja dengan sahabat tasya,devan pun menggandeng tangan tasya menuju mereka,tasya gugup karna deg-deg an seperti ada sengatan listrik yang entah terasa saat devan menggenggam tangannya
"apa ini kenapa jantungku berasa ingin loncat saat es kutub ini menggenggam tanganku,apa jangan²enggak enggak mungkin ya kali saya....ah sudah lah"gumam tasya
"heii broo lho bener hebat bisa bawa bini lho kesini,hay tasya cantik banget lho malam ini hehehe! "ucap tomy
"oh iya haii, biasa aja perasaan penampilan gw hehe"ucap tasya, devan melirik tomy dengan tatapan mematikan siapa yang menatapnya pasti akan bergidik ngeri, tapi tidak dengan tomy
"hahahahahah santai broo gw berkata apa adannya yakan syaa! "ucap tomy lagi,tasya hanya melihat tomy dengan senyum manis
"udah ayo mulai acara kumpul kita ngobrol mulu nih minum broo gw udah habis 2 gelas kalian juga ya nih! "ucap alex
"yang cewek gausah minum ga baik tapi kalo kalian mau ya gak papa asal jangan banyak²" ucap ergi,dibalas anggukan para cewek,dan yang cewe meminum jus masing²
"lho ga minum van? "tanya leon
"ga! "singkat devan
"halah devan tu cupu ga minum takut bini nye marah hahah nanti pulang ga dikasih jatah!"ucap ergi,devan kesal akan pernyataan ergi dia melihat tasya yang sudah risih melihat suasanannya, tapi dia juga tidak mau dianggap cupu teman²nya
"udah gw pulang aja!"ucap devan dan membawa tasya pulang kerumah, sampai dirumah mereka ganti baju dan tidur
pagi hari
cahaya masuk dari celah-celah tirai kamar,tasya bangun dan melihat dengan jelas wajah suaminya itu karna memang jarak mereka sangat dekat entah sejak kapan mereka tidur berhadapan karna tadi malam mereka tidur pisah ranjang devan disofa dan tasya diranjang,tasya hendak memegang wajah devan tapi diurungkan niatnya lalu dia beranjak dari tempat tidurnya ke kamar mandi untuk membersihkan diri
selesai mandi dia melihat devan masih terlelap tidur dengan sangat pulas dia tidak tega membangunkannya lalu dia pergi untuk memasak sarapan mereka berdua,selesai masak dia hendak membangunkan devan dikamar, saat menaiki tangga dia bertemu devan yang berjalan turun dengan memakai baju santainnya,dengan rambut agak basah terlihat cool dipandang
"makanan untuk sarapan sudah siap"ucap tasya hendak berbalik tapi sayang dia malah kesandung kakinya sendiri dia pasrah jika dia akan jatuh lalu dia memejamkan mata, tapi kenapa lama sekali jatuhnya dia tidak merasakan sakit ditubuhnya lalu dia membuka mata dan terkejut saat wajah devan dan wajahnya dekat sekali detak jantung mereka bergejolak tasya pun sadar kalo dia ditangkap devan yang hendak jatuh lalu dia tersadar akan posisi nya saat ini yang ada ditangga lalu dia berdiri menghadap devan
"terimakasih"ucap tasya,devan tak perduli dia melanjutkan jalannya, sebenarnya devan menghindar karna jantung nya tak karuan saat berada didekat tasya
"dasar manusia es bisa²nya dia dasar sinting! "kesal tasya
mereka sampai dimeja makan dan menyantap makanannya dengan lahap,selesai makan tasya membersihkan piring kotor,devan ke taman disana juga ada kolam renang devan berenang disana, tasya menghampiri devan untuk memberikan jus dan cemilan untuk devan,devan mendekati tasya dan mengajak nya ke tepi kolam
"mau apa lho gw ga bisa berenang ya awas lho kalo nyeburin gw!"tegas tasya, tapi devan hanya tersenyum sinis
tasya dan devan pun duduk di tepi kolam
"gw mau tanya sama lho! "ucap devan tanpa ekspresi
"tanya aja emang ada yang larang! "ketus tasya
"lho ngapain mau gantiin kakak lho,dan lho nikah sama gw? "tanya devan masih dengan pandangan lurus ke taman
"gw terpaksa! "jawab tasya, devan tidak suka dengan jawaban tasya lalu dia melihat tasya tajam tanpa aba²dia langsung mencium bibir tasya bukan hanya mencium bahkan **********, tasya terkejut dia ingin memberontak tapi tenaga devan jauh lebih besar darinnya dan devan memperdalam ciumannya,saat cukup lama devan melepas ciumannya
"gila lho ya lho mau bunuh gw haaa!?"tanya tasya dengan nafas tersengal²
"makannya ceritain semua kenapa kakak lho ninggalin acaranya! "ucap devan tanpa melihat tasya ,tasya hanya pasrah akan kelakuan devan dia pun menceritakan semuannya
"ohh jadi dia kira gw itu udah tua, jelek haa dasar semua wanita tuh sama aja yang diliat itu cuma harta dan penampilan"sinis devan
"ngga semua cewe sama!"kesal tasya dia hendak berdiri dan meninggalkan devan tapi dia malah terpeleset dan..
Byurrrrrrr tasya tercebur ke kolam renang dia meminta tolong agar devan membantunya dia melambaikan tangannya
"dev.. dev.. to.. long.. gw ga.. ga.. bisaaa.. bere.. nang too.. long! "ucap tasya terputus putus, sedangkan devan
"dasar cewe itu dia kira gw ga tau kalo dia bohong ga mempan kali bohongin gw!"ucap devan tak percaya
dan tasya pun pasrah jika dia akan mati tenggelam saat tubuhnya lemas dia....
"wahh dia beneran ga bisa berenang"panik devan lalu..
"Uhukkk uhukkk uhukkkk"batuk tasya,dia pun bagkit tapi tubuhnya yang masih lemas dan dia terjatuh tapi devan dengan sigap menangkap tubuh tasya dan di gendong ke kamar seperti bridal style
Dikamar
tasya terbangun dia melihat sekeliling ternyata dia sudah berada di kamar dia melihat devan yang tertidur disampingnya dengan menggenggam tangannya
"akhhhhhhh! "teriak tasya,dan membuat devan terbangun
"kenapa? "cuek devan
"lhoo! "geram tasya "mencari kesempatan dalam kesempitan ya lho gantiin baju gw kurang ajar lho!"tasya
"heh"sinis devan "lho kan istri gw berhak dong gw lihat tubuh lho! "lanjutnya
"ya.. ya.. tap.. tapi kan"ucap tasya terbata bata
"bukan gw yang gantiin yang gantiin lho tadi pelayan perempuan di sini! "ucap devan meninggalkan tasya
"alhamdulillah lega"gumam tasya,devan kembali mereka pun tidur
pagi hari tasya pergi berangkat ke kuliahnya setelah sarapan dan pamit ke devan, lalu dia melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang sampai dipekarangan kampus dia datang karena dia disuruh mulai magang di perusahaan dan pilihannya jatuh di Alexander Group
lalu dia menuju ke perusahaan itu,dia di awasi oleh megan dia adalah orang yang dipercaya mengawasi anak magang diperusahaan itu
"oke tasya kamu ditempatkan di sini! "ucap ramah mega
"iya terimakasih! "ucap tasya dan tersenyum tulus
banyak orang kagum melihat kecantikan alami dari tasya banyak juga pria yang ingin berkenalan dengannya tapi dia hanya membalas dengan senyuman
"wahhh kantor kita kedatangan bidadari broo! "
"iya gw harus semangat nihh"
"namanya siapa sayang?heheh bercanda "
"minta no hp nya dong! "
"kayanya gw pernah lihat ya? bukannya itu ibu dari anak²ku hehehe"
"cantikk, boleh kenalan"
"muka kek gitu aja dibanggain"
"sokk cantikk! "
dan masih banyak lagi omongan para pekerja banyak yang kagum dan iri,sampai datang sang presdir
"Khemmmmm! kalian disini bekerja apa mau bicara hal yang tidak penting?"tegas presdir "dan kamu ikut keruangan saya! "lanjutnya, para karyawan diam duduk ketempat masing-masing juga mereka tidak mengerti kepada sang presdir pasalnya tidak ada yang bisa masuk ruangannya kecuali orang²tertentu dan tidak pernah ada anak magang disuruh memasuki ruangan sang presdir baru kali ini ada
Sampai diruangan presdir duduk dikursi yang tak lain adalah devan suami tasya
"maaf pak,ada yang bisa saya bantu? "ucap sopan tasya
"duduk! "tegas devan "apa yang kamu lakukan disini? "lanjutnya
"saya magang disini pak! "jawab tasya
"ohh, saat kamu bekerja disini jangan sekali-kali kamu tebar pesona sini kantor bukan club yang biasa untuk para ******"sinis devan
Deggg hati tasya seperti di tusuk banyak jarum
"maaf pak kalau saya lancang, jangan anda samakan saya dengan para ****** seperti yang anda bilang barusan saya disini bukan untuk tebar pesona saya disini untuk menjalankan tugas dari kampus untuk magang di sini dan satu lagi bapak kalau tidak mengerti apa-apa jangan asal bicara, baik terimakasih atas semuanya saya permisi! "ucap tasya dengan nada tegas suara getar dan mata berkaca-kaca dan air mata pun tak kuasa dibendung lagi dia berbalik dan berlaru keluar kantor, banyak yang heran kenapa tasya berlari dan menangis ,sedangkan devan
"apa aku sudah keterlaluan? aku harus mengejarnnya! "ucap devan berlari mengejar tasya banyak tatapan orang bingung mekihat tingkah devan tapi devan tak menghiraukannya