My Husband Is Not Mine

My Husband Is Not Mine
Chapter 20



๐ŸŒŠ KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS ๐ŸŒŠโค๏ธ๐ŸŒน


๐Ÿ’ HAPPY READING ๐Ÿ’


DEG, jantung Jenni terasa berhenti berdetak saat itu juga, senyum yang tadi terbit, kini perlahan mulai sirna, seperti kehidupan yang berhenti kala itu. Kaki milik Jenni bahkan saat ini sudah tidak kuat menopang tubuhnya.


Hancur itu yang dia rasakan saat ini, bayangan akan kecelakaan yang dialami oleh Lola, tentang apa penyebab Lola bisa seperti ini, itu semua karena dia, semua karena dia.


"Jen," panggil Arvan pelan, ketika dia melihat pandang istrinya yang mulai kosong.


"Aku ingin melihatnya, aku ingin membuktikaanya sendiri," pintanya yang terdengar seperti sebuah perintah kepada suaminya.


Arvan menganggukan kepalanya pelan, dan kemudian mulai menuntun langkah istrinya yang terlihat sangat lemah.


Jenni melihat seorang wanita yang tengah tertidur pulas, dengan wajah pucat dan mata yang terus saka terpejam.


Antara nyata dan seperti mimpi, Jenni sama sekali tidak menyangka jika semua ini akan terjadi.


Sahabat yang selalu setia melayani hidupnya, sahabatnya yang selalu ada di saat duka maupun senang, sahabat yang selalu menemaninya di kala dirinya merasa sendiri. Kini -.


Bahkan dia sudah tidak bisa mengungkapkan lagi bagaimana perasaan hatinya saat ini.


"Lola, bangunโ€ž ini aku, kenapa kamu tega seperti ini denganku La? Hiskk โ€ž hissk,โ€ tangis Lola benar - benar tidak mampu ditahan lagi.


Bahkan rasanya dia nyaris gila karena semua ini.


"Kamu tahu, begitu banyak cerita yang ingin aku bagi dengan kamu, begitu banyak rasa sakit yang aku pendam dan ingin aku ceritakan dengan kamu, aku simpan semuanya La, aku simpan sampai saat nanti kedua matamu ini terbuka dan siap untuk mendengarkan semuanya.โ€


"Dia,โ€ tunjuknya pada Arvan.


"Apakah kamu tahu, bagaimana rasa sakit yang pria itรผ berikan kepadaku? Apakah kamu tahu, hidupku hancur - sehancurnya karena pria itu?โ€ Jenni terjatuh dรผdรผk di lantai. Berharap jika ini semua hanyalah sebuah imajinasi belaka.


"Aku mengorbankan hidupku, masa depanku, bahkan kebahagiaanku, demi perjanjian konyol yang aku buat, aku pertaruhkan hidupku demi kehidupanmu, aku memberikan kehormatanku demi nyawamu, tetapi apa? Kenapa kamu dengan begitu mudahnya menyerah La?โ€


Arvan menghela nafasnya kasar, lalu berusaha untuk menenangkan Jenni, dengan memeluk tubuh istrinya. "Jangan sentuh aku! Semua ini karena kamu, Lola mati itu karena kamu,โ€ tuduhnya pada Arvan.


"Kamu sengajakan, kamu sengaja membuat nyawa Lola tidak bisa diselamatkan, karena kamu takut uang kamu akan habis jika terus membiayi pengobataanya? Benarkan?!โ€


"Jenni,โ€ lirih Arvan pelan, berharap bahwa wanita ini tidak terus berpikir macam - macam.


"Oh atau, kamu sudah muak denganku? Kamu ingin menceraikanku, dan karena itu kamu merasa tidak perlu lagi membiayai Lola? hem?"


"Arvannnnn, kenapa kamu jahat?" Tidak ingin Jenni semakin melantur kemana mana, Arvan langsung ingin menggendong tubuh Jenni untuk masuk ke dalam kamar, namun, dengan kasar Jenni menepisnya.


"Jangan sentuh aku! Karena Aku tidak akan pernah mau disentuh oleh pembunuh seperti kamu," melihat kondisi yang seperti ini, Robert yang sedari tadi berdiri tidak jauh dari mereka, langsung beralih menggendong tubuh Jenni.


"Tidak saat ini Lord, Jenni, maksud saya Queen sedang membutuhkan pertolongan saat ini," bantah Robert.


Seumur hidupnya, baru kali ini dia membantah perkataan dari Lordnya, demi wanita yang dia cintai.


Buggghhh, pukulan telak Arvan berikan kepada Robert, merasa bahwa ini sudah kelewataan.


"Kamu harusnya sadar! Siapa posisi kamu! Jangan karena keluarga ini sudah baik dengan kamu, sehingga kamu bisa se - enaknya begini terhadap saya!โ€ Arvan tidak bisa lagi menahan emosinya kali ini. Baginya kesalahan Robert mencintai istrinya ini sangatlah Fatal.


Robert tersenyum kecut, sembari mengusap darah yang terlihat keluar dari sudut bibirnya.


Kali ini dia harus memperjuangkan perasaanya terhadap Jenni, dia tidak bisa melihat Jenni terus menerus disakiti oleh Arvan.


"Jika Anda tidak bisa memberikan kebahagiaan untuknya, lebih baik Anda melepaskannya, karena di dalam sebuah hubungan, tidak akan cukup hanya sekedar materi, Anda menikahinya namun Anda tidak bisa memberikan kebahagiaan untuknya. Lebih baik aku yang mengambil alih kewajiban Anda itu.โ€ Tegas Robert, benar - benar menyatakaan perang untuk Arvan.


"Breenggsssekkk,โ€


Bugghhhhโ€ž bugghhhโ€ž buggghh, Arvan yang kini membabbi buta langsung memukuli Robert dengan sangat bringas.


kini membabbi buta langsung memukuli Robert dengan sangat bringas.


Dan Robert juga tidak tinggal diam, dirinya dengan berani melawan Arvan, meskipun dia tahu jika nyawanya akan menjadi taruhan di dalam semua ini.


"Stoppp!! Stoppp!!" Teriak Jenni, meminta agar keduanya berhenti untuk bertengkar.


Jenni tidak habis pikir dengan keduanya, bisa bisanya di saat duka seperti ini, mereka malah sibuk bertengkar seperti itu.


Membuat Jenni merasa jika kematian sahabatnya adalah sebuah permainan belaka.


*To Be Continue. **


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ™๐Ÿป* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganya๐Ÿฅฐ jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**๐Ÿ˜Ž*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **๐Ÿ˜ญLike,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ*


*Terima kasih**๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ™๐Ÿป*