
Saat ini waktu telah menunjukkan pukul 2.30 pagi, namun Justin tetap terjaga dan hanya fokus ke layar laptopnya. Entah apa yang sedang dikerjakannya tapi yang jelas ia terlihat sangat serius.
Tok tok tok.... seseorang mengetuk pintu ruang kerja Justin.
Masuk ! " ucap Justin"
Apa yang sedang kau lakukan? ini sudah sangat larut, sebaiknya kau harus istirahat! " ucap seorang pria yang tak lain pamanya sendiri.
Aku sedang sibuk mencari bagaimana cara meminta maaf kepada wanita! Jelas Justin.
Hahahahahahahahahahahahahaha!!!!!! kau benar-benar sangat lucu Justin " tawa sang paman yang sangat keras.
Kenapa paman tertawa, ada yang lucu! " tanya Justin yang terlihat kesal".
Tentu saja kau sangat lucu, kau itu terkenal sebagai pangeran yang dingin, berkuasa, dan di takuti oleh semua orang tapi baru kali ini aku melihat mu sangat stress mengenai sesuatu dan terlebih lagi itu tentang wanita hahahaha!!! Jelas Paman.
Sudahlah jangan ganggu aku !!! setidaknya kau membantuku bukan malah menertawakan ku seperti itu! " ucapa Justin.
Baiklah ! aku bisa membantumu mengenai itu karena aku lebih berpengalaman darimu tentang wanita " ucap paman
Ok cepat jelaskan padaku! " perintah Justin"
ok, pertama kau harus tau bahwa wanita itu suka hal yang romantis meskipun tidak semua tapi kebanyakan seperti itu! " Paman mulai menjelaskan dan duduk di sofa".
Romantis??? " tanya Justin yang terlihat penasaran".
Iya seperti bunga, hadiah, makan malam yang romantis dan perlakuan mu yang seakan-akan membuatnya merasa sebagai wanita spesial bagimu " jelasnya".
Oh baiklah aku mengerti, terima kasih paman! "ucap Justin yang tersenyum".
Ok,,, good luck ya!!!! " jawab Paman".
Keesokan paginya Pangeran Justin terlihat sudah rapi dengan setelan jas dark grey dan kemeja putih, setelah itu ia menuju meja makan untuk sarapan dan disana juga sudah duduk seorang gadis cantik,,,, ya itu Rose.
Selamat Pagi Yang Mulia!!! " ucap para pelayan serentak sambil membungkukkan badan".
Cihh,,, apa-apaan mereka, sangat hormat dengan pria jahat sepertinya " umpat Rose di dalam hati".
Kau baru saja mengataiku dalam hati ya! " ucap Justin yang tersenyum manis".
Apa!!! bagaimana dia bisa tau? " batin Rose".
Jawab!!! " bentak Justin yang berpura-pura menjadi kesal".
Rose pun sontak membulatkan matanya karena kaget.
Ti,,, ti,,, dak yang mulia " jawab Rose yang terlihat takut".
Uhuk,,, uhuk,,, maaf anda bilang apa? " tanya Rose yang batuk karena kaget".
Tidak ada ! panggil saja aku Justin dan kau tidak perlu bicara se formal itu padaku dan satu lagi setelah selesai makan kau harus ke kamar ku! jelas Justin yang terlihat dingin seperi biasanya".
Ya Tuhan,,,, apakah dia akan mengukumku lagi!! " batin Rose yang tanpa sadar menurunkan tangannya karena gemetaran".
Baik! " ucap Rose dengan tersenyum paksa".
Sarapan pun berlangsung hikmat tanpa adanya suara selain suara piring dan sendok. setelah itu Justin pun beranjak ke kamarnya dan begitupun Rose.
Tok tok tok...
Maaf nona, pangeran Justin meminta nona ke kamarnya! " jelas pelayan itu".
Baiklah ! " jawab Rose".
Rose pun langsung bergegas ke kamar Justin karena khawatir dia akan marah jika menunggu terlalu lama. Setibanya di pintu, ia melihat seorang pria yang tak lain adalah sekretaris dari Pangeran Justin.
Silahkan masuk nona, Yang Mulia telah menunggu anda di dalam! " jelas sekretaris"
Tanpa menjawab Rose pun langsung masuk, di dalam ruangan terlihat Justin yang berdiri di balkon kamarnya.
Kemarilah !!! " ucap Justin".
Rose pun langsung menghampiri Justin dengan ekspresi wajah yang takut.
Ada apa kak Justin memanggil ku kemari? " tanya Rose".
Duduklah! " perintah Justin yang tersenyum senang karena mendengar Rose yang memanggilnya seperti itu".
Rose pun duduk dan diikuti oleh Justin, waktu itu suasana sangat menakutkan bagi Rose karena ia merasa ada sesuatu yang di rencanakan oleh Justin.
Aku ingin mengajakmu ke suatu tempat malam ini dan kau tidak bisa menolak! " ucap Justin yang langsung to the point".
Ya Tuhan apa yang ia rencanakan, apa aku akan dibunuh " batin Rose".
Tenang saja aku tidak akan membunuhmu " ucap Justin".
Apa!!! di tahu yang sedang kupikirkan, apa dia bisa membaca pikiran " batin rose dengan pandangan yang terfokus ke Justin".
Ba... ba... baik !!! " jawab rose yang langsung menundukkan pandangannya karena Justin berpaling ke arah nya".
HEY GENGS MAU TAU KELANJUTAN NYA,,,, SABAR YO,,,, AUTHORNYA LAGI SIBUK LAWAN CORONA HAHAHA