My husband is a Prince

My husband is a Prince
Eps 5 Kepulangan Sang Paman



Tiba-tiba seorang pria paruh baya datang dan memasuki ruangan dimana Justin menghukum Rose dengan keji, ya dia adakah Robert paman Justin. Robert yang melihat kejadian itu sontak menghampiri Justin dan langsung menamparnya dengan sangat keras hingga sudut bibirnya mengeluarkan darah segar. para pengawal yaang menyaksikan itu hanya terdiam.


Justin!!! apa yang sudah kamu lakukan dengan Rose? kau sudah gila ya! " ucap Robert dengan wajah yang sangat marah".


Iya aku sudah gila dan benar-benar marah dengan gadis pembangkang ini! " tegas Justin dengan mengepalkan tangannya dan menatap Rose dengan sangat tajam".


Huftt.... baiklah kita akan bicara nanti! pengawal! bawa Rose ke kamarnya dan panggilkan dokter kerajaan untuk merawat lukanya dan " ucap Robert setelah menarik napas dan membuangnya dengan kasar".


Robert yang merupakan adik kandung dari Raja sebelumnya alias ayah dari Pangeran Justin sangat tau dengat sifat keponakanya itu. ya meskipun dia adalah adik sang Raja namun ia lebih memilih untuk tinggal di luar istana tanpa menyandang status kerajaan. Robert dan Istrinya kembali ke Istana untuk menjaga dan merawat Justin yang saat itu usia nya masih sangat muda dan itu juga atas perintah sang Raja yang tertera di dalam surat wasiat. Namun, ia memilih untuk menyandang status sebagai Kepala Pelayan dibanding harus menjadi Pangeran.


Di dalam ruangan kerja Pangeran Justin terlihat duduk dan menyandarkan kepalanya di kursi kerjanya. Robert pun masuk dan duduk di hadapan Justin.


Justin! tidakkah kau sadar bahwa yang telah kamu lakukan terhadap Rose bisa membuat nya celaka bahkan meninggal? " ucap Robert yang menatap Justin".


Aku tahu paman dan saat ini aku benar-benar menyesal, aku merasa hilang kesadaran saat itu karena yang aku ingat hanyalah wajah Rose yang terlihat bahagia dengan pria itu " jelas Justin dengan wajah yang sangat menyesal".


Aku sangat mengerti kalau kamu sedang cemburu tapi gunakanlah akal sehat mu, kau seorang pangeran dan tak lama lagi akan menjadi raja " ucap Robert yang berusaha memberikan nasehat".


Baiklah ! aku mengerti! terima kasih karena paman telah menyadarkan ku " ucap Justin sambil menatap Robert".


Itu sudah menjadi tugasku dan sekarang kau harus minta maaf padanya " tegas Robert yang telah berdiri dan memegang bahu keponakan nya itu".


Robert pun bergegas keluar dari ruangan kerja itu dan terlihat Justin yang sangat merasa bersalah.


Tok,,, tok,,,, tok " tiba-tiba seseorang mengetuk pintu ruangan kerja Justin".


Masuk! " Jawan Justin".


Maaf yang mulia kami sudah merawat luka nona Rose sesuai dengan perintah Pak Robert dan saya juga sudah memindahkannya kembali ke kamarnya " jelas Robert yang sedang berdiri dan menundukkan pandangannya".


Bagus! sekarang kau boleh pergi! " ucap Justin tanpa melihat dokter itu".


Pangeran Justin pun kembali ke kamarnya dan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dan menenangkan pikirannya. setelah beberapa saat ia pun keluar dengan handuk melingkar di pinggangnya. Pangeran Justin terlihat sangat tampan dengan postur tubuh yang tinggi, otot perut yang six pack dan wajah yang sangat dingin namun mempesona. Banyak wanita bangsawan dan para Puteri yang memperebutkannya namun dia sama sekali tidak tertarik



Pangeran Justin


LANJUT HEHEHEH


DON'T FORGET TO VOTE YE...


☺️☺️☺️