MY COLORFUL LIFE

MY COLORFUL LIFE
PART 2 - THIS IS ME



...----------------...


AKU SEBAGAI REMAJA


Aku sebagai remaja hanyalah gadis yang masih berproses untuk menjadi dewasa disegala hal secara fikiran dan hati. Terkadang entah apa yang aku hadapi itu akan terasa berat dan menjadi beban saat itu. Aku malu dengan diriku sendiri saat mengingat masa-masa itu, Ada banyak hal yang bisa aku fikirkan matang-matang daripada itu. Tapi penyesalan selalu datang terlambat kan?


Aku rasa pemikiran buruk itu sangatlah mengganggu mentalku saat itu.


Aku merasa tidak punya banyak hal yang bisa aku lakukan, selalu merasa kurang dan terlambat dari orang lain.


Ahhh itu sangat buruk :(


Kenapa aku harus seperti itu, disaat orang lain juga merasakan hal yang bisa saja lebih berat bahkan sangat mengganggu kehidupannya?


Aku menyesal sudah menjadi pribadi yang kurang bersyukur selama ini :(


Dulu bisa dibilang aku termasuk pribadi yang aneh, aku sendiri yang mengatakan itu. Kalau aku fikir sekarang ada banyak penyesalan sekaligus pembelajaran. Aku berfikir bahwa " Kalau aku tidak melakukan kesalahan lantas dari mana aku bisa belajar hal2 baik itu? " Tentu aku tidak langsung menyadari bahwa itu adalah Pembelajaran hidup. Terkadang ingatan tentang kejadian buruk membuat otakku terus menyalahkan diri sendiri, dan itu akan terus seperti itu sampai aku merasa bosan, lupa, lalu ingat lagi saat merasa terpicu oleh kejadian yang membuat mentalku sedikit goyah. Itulah fasenya, selalu seperti itu. Dengan mental yang tidak stabil, fikiran yang suka kalang kabut, negative thinking, overthinking, aku bosan dengan itu.


"Padahal apa sih bebanku saat itu? masalah apa yang memicuku? " saat mulai berdamai dengan diri sendiri aku mulai menyaring segala keluh kesah yang pantas aku fikirkan.


Sampai akhirnya aku sadar masalah terberatku dulu adalah orang-orang bahkan orang terdekatku tidak memahami rasa sakitku saat menjadi korban bully.


Masalah terbesar seorang anak remaja ini adalah bullying, pertemanan, percintaan, seolah-olah itu hal terberat dalam hidupku. Sekarang aku bisa menertawai hal ini untuk membuat diri sendiri merasa lega dan tidak terbebani sama sekali.


Soal kisah cinta bahkan sampai sekarang aku tidak terlalu memikirkan, terkesan monoton dan sangat jauh dari kisah-kisah drama yang aku tonton. Tentu aku tidak membayangkan harus sedramatis itu untuk kisah cintaku.


Tentu dari ketikanku ini kalian bisa tahu aku bukan gadis yang populer dengan kecantikannya, populer dikalangan lawan jenis saat sekolah, tapi setidaknya aku bisa berdiri dan dikenal orang karena karakterku dan prestasi selayaknya siswa-siswi di sekolah. Aku harus percaya diri dengan apa yang dititipkan padaku kan?


Masalah pertemanan yang terdiri dari beberapa orang, begitu rumit hanya karena kami "wanita", selalu diantara teman-temanku aku adalah perantara kepopuleran mereka, tempat curhat soal percintaan, tempat "mak comblang" antara para lelaki dengan mereka.


Disisihkan oleh teman pria hanya karena aku tidak secantik teman wanita lain itu sudah menjadi hal biasa dan aku tidak perlu terkejut jika terjadi hal seperti itu lagi. Aku pun tidak merasa harus memaksakan diri untuk menjadi "tipe ideal" mereka, tidak memaksakan untuk berteman dan cocok dengan mereka. Aku punya cara sendiri untuk menciptakan hal-hal yang indah.


Walau terkadang merasa bahwa aku tidak beruntung masalah percintaan, tapi tidak menjadi masalah besar, yang terpenting adalah mencapai impian, membahagiakan diri sendiri dan keluarga. Karena bagiku definisi "Cinta" itu luas, bukan sekedar kisah cinta masa remaja, aku tidak merasa perlu untuk menghabiskan masa-masa muda dengan kisah cinta itu. Karena aku punya jalan sendiri.


...----------------...


Entah kenapa dulu aku harus berada difase "Menjadi orang lain", dengan selalu ketakutan bahwa aku akan diterima orang lain jika aku melakukan ini, itu. Selalu khawatir mereka akan suka atau tidak, terlalu berekspektasi berlebih terhadap orang lain.


Yang kulakukan jika melakukan kesalahan adalah menangis, saat mendapat masalah aku malah terkesan mencari pembenaran dan pembelaan supaya hati lega, padahal itu bukan hal yang tepat untuk menjadi dewasa.


Atau jika orang lain berbuat kesalahan pasti aku yang akan merasa sangat bersalah. Aku selalu menjadi pribadi yang tidak bisa leluasa mengekspresikan diri.


Hanya karena takut orang lain akan berfikiran buruk tentangku.


Karena itulah aku merasa sangat bersalah dengan diri sendiri.


Padahal kalau aku bisa membandingkan diriku dengan yang dulu sekarang aku lebih bisa santai dan menerima diri sendiri,mencoba berdamai dengan diri sendiri atas segala hal yang kulalui dulu.


Aku sangat bahagia sekarang, punya teman yang baik-baik, Aku bisa ceria seperti biasanya, aku punya mimpi, aku melakukan aktifitas dengan bahagia.


Tentu aku harus selalu berproses, karena kalau aku merasa puas itu bukanlah bentuk kedewasaan, itu hanyalah obsesi tanpa aksi belaka.


Wajar jika kita masih sering kebingungan dengan jati diri kita, karena kita memang perlu introspeksi terhadap apapun yang ada didiri kita, untuk bisa terua maju dan memperbaiki diri tentu banyak proses yang harus dilalui, tidak semuanya berbentuk pengalaman indah pastinya. Masa mudaku dan mungkin orang lain juga diliputi segala ketakutan, keraguan disetiap langkah. Namun yang pasti mencari tahu letak dan posisi diri untuk terus bisa tepat mengambil langkah adalah proses yang harus dilalui siapapun.


Mungkin bagiku baik dan buruk itu berbeda-beda pandangan dengan orang lain, tapi aku yakin kalian semua akan menentukan versi baik, buruk dari segala hal sesuai porsi kalian.


Semua serba berproses, tidak ada kata terlambat selagi mau mencobanya.


Tidak masalah orang akan terus mencari kekurangan kita, mencaci maki jalan dan pilihan kita. Karena yang tahu itu dengan tepat adalah diri kita, yang akan menanggung resiko dan bertanggung jawab adalah kita, BUKAN ORANG LAIN.


Sangat wajar dan mungkin kita sudah terbiasa dengan kata-kata orang lain yang mengiringi langkah kita, entah dalam bentuk semangat ataupun menjatuhkan. Menurutku setidaknya itu bentuk kepedulian mereka atas apa yang kita kerjaan. Semua perlu waktu pastinya, soal menerima dan menolak adalah urusan hati masing-masing. Tidak ada yang mudah awalnya, kecuali hanya rasa terbiasa, maka akan jadi berbeda bagi kita apapun itu.


Tersesat, terlambat, terlalu lama, berbeda jalan.. Bukankah ini perbedaan yang sudah pasti kita miliki?


Setiap orang mempunyai awal dan akhir yang berbeda, akan ada rasa tidak percaya diri dan ketakutan lain jika kita tidak berusaha membersihkan niat dan semangat mencoba.


Dari apa yang aku lakukan tentu tidak semuanya "berhasil" sesuai harapan, tapi karena aku mengobah pola pikir dengan apa yang sudah terjadi yang diiringi doa dan kerja keras maka aku merasa berhasil dalam melewati satu pengalaman itu.


Mungkin sekarang aku tidak terlalu bingung untuk mendeskripsikan tentang diriku. Setidaknya aku cukup tahu letak pesonaku🤭 Namanya manusia punya kekurangan dan kelebihan, bukan?


KARENA AKU ADALAH AKU