
My Colorful life
Aku anak kedua dari dua bersaudara, Aku merasa sangat beruntung karena tidak kekurangan kasih sayang sedikitpun dari kedua orangtuaku dan saudaraku.
Namun dibalik semua itu tetap saja ada kekurangannya, selalu ada celah untuk hadirnya masalah, entah masalah keluarga atau masalah keseharianku. Namun aku bersyukur untuk masalah keluarga, kami bisa melewatinya apapun itu. Maka dari itu aku sangat mensyukurinya.
Terkadang jika aku mempunyai fikiran buruk untuk mengeluh tentang nasibku, pasti selalu saja ada hal baik yang hadir difikiran sehingga aku langsung segera mengubah semua fikiran buruk menjadi hanya memikirkan hal-hal yang baik.
Aku mengartikan Kehidupan yang berwarna sebagai kehidupan yang banyak cerita, bukan cuma hal-hal indah tapi hal-hal seru dan bahkan sedih kan?
Aku mempunyai karakter yang ceria, lincah, suka mencari tahu hal-hal baru.
Namun terkadang juga terkesan pemalu dengan orang baru, sehingga kebanyakan dari mereka akan mempunyai persepsi yang sama tentangku, yaitu AKU PEMALU.
Usiaku 22 tahun dan tentu aku mempunyai banyak kisah keseharian yang akan aku ceritakan.
Mungkin akan ada banyak hal yang terkesal aneh dan berlebihan, namun itu benar-benar hal yang terjadi, dan memang betul aku merasa itu aneh dan lucu secara bersamaan jika aku mengingat-ingat lagi.
Tapi semua yang terjadi tentu akan menjadi kenangan yang berharga, bukan?
Aku tidak mengatakan bahwa aku dan hidupku istimewa, namun yang membuat Karakterku, keseharianku, Keinginanku, Kisah cinta dan kisah masa-masa sekolah menjadi istimewa adalah diriku sendiri, bukan?. Semua itu sangat indah,lucu,aneh,mengharukan dalam satu waktu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
MASA-MASA SEKOLAHKU
Setiap aku masuk ke sekolah baru, jujur ada perasaan ragu dan khawatir apakah aku bisa mendapat teman baru, apakah aku bisa beradaptasi dengan baik?. Sangat menyebalkan hidup dengan rasa ketakutan dan kekhawatiran seperti ini, apakah orang lain juga seperti itu? Atau mereka bisa dengan mudah melakukan apapun?. Pertanyaan seperti itulah yang selalu terngiang-ngiang diotakku dulu.
Padahal saat aku mulai memasuki usia dewasa ini aku baru paham bahwa semua orang hidup dengan masalah masing-masing.
Banyak yang salah paham dengan tipe wajahku, dengan ekspresi datarku saat pertama bertemu orang lain maka orang lain kebanyakan mempunyai persepsi bahwa aku orang yang dingin,pemalu, dan bermuka datar. Aku sampai berfikir apakah semua orang selalu biasa saja dan mudah saat baru bertemu orang lain? Apakah semudah itu untuk beradaptasi?.
Sering aku bilang bahwa aku tidak bermaksud menunjukkan ekspresi seperti itu, kalau aku bisa membela diri aku akan berkata, aku memang terlahir dengan wajah seperti ini, aku harus mengamati orang lain saat pertama bertemu, baru aku bisa menunjukkan karakter asliku.
...----------------...
Kegiatanku sehari-hari sama seperti kebanyakan murid SMA pada waktu itu, bangun tidur - bersih-bersih - sarapan - berangkat pagi. Oh iya aku adalah tipe orang yang suka berangkat lebih awal saat masuk sekolah ataupun untuk janjian. Karena menurutku jika aku berangkat diwaktu yang hampir mepet maka aku akan merasa tidak ada waktu untuk menikmati sedikit waktu setelah berangkat lebih awal. Misal aku berangkat pagi dan sepi maka aku bisa mengatur mood untuk melakukan kegiatan selanjutnya. Semua ini adalah tentang Mood, mungkin karena aku adalah tipe orang yang moody.
Selain itu juga karena ayahku mendidiku untuk disiplin terhadap waktu, jangan sampai membuat orang lain menunggu hanya karena kita tidak disiplin.
Kata ayah itu merepotkan orang lain.
Maka sebaiknya jangan sampai mempunyai kebiasaan seperti itu, walaupun aku juga masih dan harus selalu belajar untuk menjadi orang yang bisa selalu tepat waktu. Selain untuk diri sendiri tentu dengan melakukan kebiasaan yang baik untuk diri sendiri setidaknya bisa mengurangi resiko merugikan orang lain.
...----------------...
Awal masa-masa orientasi siswa selalu tersedia banyak kejadian yang unik dan seru, meramaikan suasan itu dengan melakukan kegiatan bersama orang-orang baru yang unik, bertemu teman baru yang asing, masuk di kelas dengan tipe yang sama dengan suasana yang berbeda pada awalnya, namun terasa sama saja dengan kelas-kelas yang lain, sepi saat pelajaran, ramai saat istirahat dan pulang, bukan?🤭
Seiring berjalannya waktu tanpa kusadari, dengan pribadi yang sebenarnya suka berteman dan mengobrol, mencoba untuk beradaptasi dan mengenal satu sama lain tanpa rasa malu dan berusaha senatural mungkin. Dengan itu aku bisa dengan mudah berteman dan akrab dengan teman-teman dikelas.
Tentu tidak semuanya menjadi akrab pada akhirnya, tapi tetap saja kita satu kelas dan otomatis kita teman kan? sekedar tahu nama atau ternyata tidak begitu nyaman untuk bercerita lebih dalam tentang banyak hal itu wajar, karena kita saat itu hanyalah remaja-remaja yang masih diliputi rasa gengsi yang besar dalam banyak hal.
Ada yang mau berteman karena alasan tertentu, ada yang tulus, ada yang santai, itu sudah biasa bagiku. Yang penting aku tidak mencari masalah dengan sengaja kepada orang lain kan?
Soal mereka memilih-milih teman itu bukan urusanku. Aku disekolahkan untuk belajar, mencari pengalaman, dan bonusnya adalah mempunyai banyak teman. Satu yang pasti aku lebih menyukai berteman dengan orang yang karakternya berbeda denganku. Dulu aku termasuk tidak sadar dengan ini, namun saat aku melihat kembali kebelakang, ternyata aku berteman dengan tipe manusia yang berbeda-beda karakter dan hobi.
Menurutku itu membuatku saling menyeimbangkan diri dan saling melengkapi, dengan itu aku bisa mendapat banyak hal baru. Kalau soal hobi tanpa disadari kita bisa dengan tidak sengaja dipertemukan dengan orang yang sefrekuensi dalam hal hobi, ataupun bisa jadi juga sangat berbeda. Namun itu tidak masalah karena inti hubungan adalah kenyamanan.
Selama ini aku berteman dengan cukup banyak orang dengan perbedaannya masing-masing, dari segi karakter, kisah hidup dan permasalahan, dan dengan mudahnya mereka suka mencurahkan isi hatinya denganku, keluh kesahnya yang disampaikan kepadaku membuatku sadar untuk selalu menjadi pribadi yang bersyukur. Aku sangat berterima kasih karena berarti mereka mempercayaiku, tapi aku bisa dibilang orang yang tidak mudah menceritakan keluh kesahku, entah kenapa.
Aku tidak mencoba menjadikan teman-temanku harus sama denganku, atau membuat mereka harus sesempurna mungkin untuk membuatku selalu merasa nyaman. Bukan berarti juga karena aku nyaman aku harus menceritakan setiap detail permasalahanku kepada orang lain, terkadang aku merasa hal seperti itu tidak terlalu perlu. Aku hanya senyamannya saja kalau soal curhat urusan pribadi. Kalau aku ingin bercerita ya cerita kalau tidak ya tidak.
Apa aku aneh? Apa aku salah ?