
Apartemen cukup mewah ditengah ibu kota dengan view pemandangan gemerlap lampu bagaikan bintang bintang di malam hari. Itulah apartemen milik ferdinal yg terletak di lantai 24.
Petugas yg membawakan koper sudah turun kembali ke receptionis. Di ruang tamu, yg cukup luas itu mel mebahkan diri. Menyender pada bahu kursi.
"Mel, km lelah? mau langsung tidur?"
Mel yang semula sudah memejamkan mata, Seketika membelalakkan matanya.
Deg',, ini adalah malam pertama mel bersama suaminya.
Kenapa? Kok kaget? Tidurlah dikamarmu, aq akan tidur di sana kamarku.
Perasaan kecewa seketika berdesir.
Heemm..degan berat langkah gadis itu menyeret kopernya dan menutup mintu kamar. Jeder.."
Ferdinal masih duduk di sofa tamu. Sikunya berada di lutut dan tangannya mengusap wajah dengan kasar.
"hufttt...apa aku bisa menjalani hari hari selanjutnya dengan my bestie. Rasanya aneh, canggung. Biasanya blak blakakan ketawa bareng, kadang ledek ledekan. Masa sekarang harus bermesraan kan aneh.
Jujur mel sangat cantik malam ini. Tp...ah sudahlah..
Laki laki itu pun turut masuk ke kamarnya. Tak berapa lama tante tania telpon.
"Hallo assalamulaikum anak sholeh mama"..
Waalaikum salam mah. Tumben jam sgini belum tidur.?"
Mama kepikiran kamu terus nak."
Aku baik kok mah,tenang aja.
Menantu mama bagaimana?
Dia sudah tidur, kecapek.an hari ini perjalanan jauh dan mampir ke rumah oma..
Tenang saja mah, aku akan jaga menantu mama baik baik.
ya sudah,, selamat istirahat ya nak. Salam buat menantu mama"..
Hmm. Iya mah..
Susai bertelepon dengan mamanya, dia bergegas ke kamar mandi menyalakan keran air hangat. Dan membersihkan diri.
Tok tok...
Suara pintu kamar diketuk,.
Iya,,
Ferdinal masih menggunakan celana kolor dan bertelanjang dada sambil mengeringkan rambutnya.
Ceklek...terbukalah pintu..
Mel ternganga mengagumi lekuk dada suaminya itu.
"sik sikk..ferdinal mengusap poni mel.
Heeehh, malah nglamun ajah inihh dek. Ada apa?
Aaa...anu bang. Katanya ter bata bata
ii, iitu punya obat sakit kepala gak?
Ooo, sebentar aku cari dulu.
Mel yg menunggu di depan pintu pun senyum senyum sendiri. Angan angannya melayang Membayangkan yang telah terjadi tadi.
Mel. ..masuklah. kamu ngapain cuma di depan pintu.
"Enggak.. Aku tunggu disini aja.
Yakin gak pegel nih. Aku carinya obat lama ini, kan belum bongkar barang bawaan.
Iii.iiya deh..aku masuk ya. Sahutnya.
Gadis itu pun terpesona dengan pemandangan di jendela kaca blok di kamar ferdinal.
Waahh...gumamnya. indah bangeet di sini viewnya sangat cocok.
Eh ini anak nglamun lagi di jendela, ck..ck.. ferdinal masih sibuk mengacak ngacak isi kopernya. Dia mencari kotak P3k Yang mama selipkan tadi pagi sewaktu berpamitan. Beliau tau kalau anak lelakinya ini hobi olahraga dan kadang cedera makanya mama selalu menyediakan untuknya.
Ferdinal mendekati mel yg sedang berdiri di depan kaca.
Rambut yg biasanya ia lihat selalu dikucir kuda atau disanggul seadanya dengan karet gelang. Kini tampak terurai, halus dan wangi, sangat terawat.
"Mel,...inih sudah ketemu. Aku ambilkan minum dulu ya,."
Namun tdk ada jawaban. Gadis itu masih berdiri di depan jendela dengan satu tangan yang menempel pada kaca.
"Inih,.diminum dulu.
Tanpa berkata kata mel, langsung meminum obat dari tangan suaminya lalu ia meraih gelas yang ada di genggaman tangannya.
Glek..
Gelas pun ia letakkan di atas nakas. Dan dia duduk di kasur.
Masih sangat pusing,? Wajahmu kelihatan pucat? Apa besok kita ke dokter?
"Tidak apa apa bang, besok juga sembuh.".
Tanpa meminta ijin yang punya kepala, ferdinal dengan sigap meraih bahu dan kepala mel, dia memijat lembut untuk meringankan sakitnya.
Aku kira kamu sudah tidur tadi,
Hmmm...belum kok. Tiba tiba sehabis mandi aku merasa pusing, mungkin darah rendahku kumat.
Ya sudah, berbaringlah sebaiknya malam ini kamu tidur disini. Biar aku bisa tenang menjagamu.
Heemmm..mel menjawab dengan mata terpejam. Karena sakit kepala yang mencekam.
Adzan subuh mulai berkumandang, dan ferdinal sudah menggelar sajadahnya. dia sedang menunaikan kewajibanya.
Mel yg masih menggeliat di atas kasur menandakan ia sudah terbangun.
Dia menatap suaminya, yang sedang berbalut dengan baju koko dan sarung kotak kotak.
"betapa beruntungnya aku, mempunyai suami sholeh, tampan dan cerdas sepertimu bang, semoga kelak kamu bisa mencintaiku sebagai istri,dalam lubuk hati kecilku aku berharap bisa jadi makmum.mu selamanya.