My Bestie Love Me Please

My Bestie Love Me Please
Pendaftaran



"Kalau kau ingin menjaganya, sekalian jaga dunia akhiratnya nak", Nasihat tante Tania Reinaldi kala itu selalu terngiang ngiang dikepalaku.


Bagaimana tidak shock jika tetanggaku yang tak lain mama dari Ferdinan Reinaldi mengucapkan hal itu di depan kedua keluarga kami yang sedang makan malam bersama.


'ii..ya..ma aku menyetujuinya" ucap ferdinal kala itu.


Jantung rasanya ingin melompat ke atas piring kala itu....ya tuhan apa ini...Tanganku meremas gaun malam yang berwarna violet pilihan ibuku.


Ck ...ck..mel pun berdecak. Tidak habis pikir dengan mudahnya my bestie mengiyakan nasihat mamanya tanpa bertanya padaku terlebih dahulu. Apakah aku bersedia atau tidak.


Ya kami berdua memang tetangga dekat serta bestie sejak masih TK hingga senin kemarin dinyatakan lulus dari Sekolah Menengah Atas. Kami berdua akan melanjutkan ke Universitas di kota jakarta.


Seusai makan malam aku langsung merebahkan diri di sofa yang berada di balkon


kamarku, tanpa kusadari ibu memperhatikanku dalam jarak 2 meter. Kemudian ibu menepuk pundakku dan membuyarkan lamunanku.


"Bagaimana nak, apa kau menerimanya?" Sambil mengusap kepalaku


"Persahabatan yang diikat dengan ikatan suci pernikahan, huft...entahlah bu. Bahkan ferdinal belum bicara apapun padaku.


"jangan buru buru mengambil keputusan nak, karena menikah hanya seumur hidup sekali,


ibu pun meninggalkanku dibalkon tanpa mendengar jawaban dariku.


Mel yang notabene gadis ceplas ceplos, smart, cantik, apa adanya dan hobi olahraga basket ini diam diam juga menaruh hati pada kapten basketnya. Iya, ferdinal reinaldi itulah nama kapten sekaligus bestie.nya


Gedung admisi di sebuah Universitas negeri ternama di jakarta telah dipenuhi mahasiswa yang sedang lalu lalang mengurus pendaftaran. Mel dan ferdinal baru saja menerima bukti hasil seleksi ujian masuk. Mereka di terima melalui jalur spesial yg hanya bisa di dapat oleh siswa berprestasi di jenjang sekolah SMA.


Ferdinal menunggu mel, di taman depan gedung admisi, dengan 2 cup Capucino kesukaan mel. Saat duduk di taman ferdinal teringat janji yg ia ikrarkan sebelum masuk perguruan tinggi membuat angannya melayang ke kampung halamannya.


Keluarga Reinaldi memang memiliki villa yg cukup sederhana dengan taman bunga yg luas. Bahkan jarak gerbang kerumahnya bisa mencapai 150 an meter. Tanaman hijau menjulang tinggi sebagai pagarnya, menambah kecantikan dan kealamian taman bunga di rumah itu.


"Hoeeyy bestie..mel datang dan menarik topi suaminya itu ke depan Hingga menutupi sebagian wajahnya.


""eeh dasar rese yaaa...", ferdinal pun menarik tangan mel dan membuatnya terduduk di sampingnya.


"nih aku punya sesuatu untukmu".


Hemmm baunya enak sekali.,sahutnya


"iya ini capucino kesukaanmu.


Tak menunggu beberapa lama mel pun meneguk habis cup tersebut.


"eeh haus apa doyan neng".....


Hehee...haus lah bang.


",,,wo dasar, ga ada jaim jaimnya ama suami.


Glek,,..mel menelan salivanya. Meskipun mereka sudah menikah, tapi keadaan masih seperti biasanya, ya sepasang bestie.


Hati Mel selalu bergejolak ketika mendengar kata pernikahan. Bahkan sampai detik ini dia belum percaya kalau kini sudah menikah dengan bestie.nya,..Laki laki yang diam diam dia cintai sejak SMP Cinta pertama seorang melinda Mardianingtyas.


Pada malam pertama pernikahan tidak terjadi apa apa. Ya, mereka tidur di kamar masing masing. Meski orang tua mereka mengharuskan mereka sekamar. Tp ferdinal tau,keadaan. Bahkan memakluminya. Karena pernikahan terjadi karena janji. Janji saling menjaga di luar kota