
Menjelang tanggal pendaftaran masuk Perguruan tinggi, mel dan ferdinal berkemas kemas.
Besok pagi, mobil pribadi keluarga akan mengantarkannya ke rumah keluarga besar mereka di jakarta. Ayah ferdinal ternyata seorang CEO perusahaan besar di jakarta. Mel pun tampak tak percaya setelah melihat kemyataannya. Karena selama ini ayah dan mama bestie.nya hidup dengan sederhana di Bandung. Kakek my bestie dikenal sebagai pengusaha kebun teh di desa kami, makanya ayah ferdinal sebagai keturunannya mengelola kebun tersebut.
Setibanya di gerbang komplek perumahan mewah, Mel membuka jendela mobil. Matanya terpana melihat indahnya rumah rumah yg berbentuk istana.
"bang, kita mau kemana? katanya mau ke apartemen? Tanya mel..
"..aku akan memperkenalkanmu pada omaku. ibu dari ayahku.
Tadi mama menelfonku dan memberi tahu omaku bahwa aku akan ke jakarta hari ini dengan istriku. Oma memberiku pesan agar Setibanya di sini aq harus mampir, untuk makan malam.
"apa,,,? makan malam dengan tampilanku begini??
Jelas lah mel berubh ke mode panik, krn saat ini dia hanya mengenakan celana jeans robek robek hitam dan kaos oblong polos berwarna putih, dengan syal yg melingkar di leher.
Tenanglah, oma.ku kan pernah mengenalmu waktu km SD. ya meski sudah lama tak bertemu sih. Pasti oma bisa maklum dan menerimamu apa adanya, sudah tenang saja.
",,,tapi bang"...sttt...
Tangan ferdinal menempel di bibir mel. Sebagai tanda tidak diterima penolakan.
"ihh.. Curang ah. Tau gitu tadi aku dandan dulu kan.
"tenang sudah cantik kok my bestie" sambil mengacak acak rambut mel bagian poni.
Gerbang utama telah terbuka. Rumah mewah bernuansa putih gold, dengan lampu lampu LED menambah kemewahan istana oma. Tak lama kemudian, Asisten utama rumah tangga yang bernama pak Hilman datang menyambut serta membukakan pintu.
"Selamat datang tuan muda.." sambil membukakan pintu mobil.
Ferdinal pun menyambut dengan hangat,kedua tangan bersalaman dan berpelukan. Seperti ayah dan anak yang sudah lama tidak bertemu.
Oma sudah menunggu anda di rooftop utk makan malam. Atau barangkali anda mau menginap dulu dan mandi tuan muda. Tawarnya.
",.... Iya pak tolong siapkan baju untukku dan istriku. Kami mau mandi dulu dan membersihkan diri.
Tentu saja tuan. Nyonya sudah menyiapkan baju untuk kalian kenakan malam ini.
Permisi tuan muda, kami yg bertugas untuk melayani anda.
Ferdinal pun mempersilakan masuk.
"ini baju anda tuan."
iya kak, tolong layani istri saya. Ferdinal meraih tuxsido dan berjalan ke kamar mandi untuk berpakaian. Seusai membereskan diri, dia melangkah dari belakang,
" mel sudah siapkah..oma menungu kita. "...iya,...mel pun menoleh.
Seketika ferdinal terpana akan kecantikan istrinya. Selama ini dia hanya mengenal sosok yang tomboy dan Berpenampilan seadanya, tapi malam ini mel terlihat sangat menawan, bahkan lebih cantik dibanding saat acara pernikahan.
Tentu saja beda, kali ini yg merias adalah juru make up artis terkenal sekaligus make up artis keluarga besar. Sedangkan kemarin waktu acara pernikahan hanya seadanya. Ferdinal mulai terpana akan kecantikan mel, bahkan dia tak sungkan untuk menggandeng istrinya itu untuk bertemu omanya di rooftoop.
"tolong bantu aq ya bang, km kan tau aku tidak mahir menggunakan high heels seperti ini, aku takut mempermalukan dirimu di depan oma.
"sudah tenang aja aq akan memegamimu seperti basket agar tak menggelinding hhh...
mel pun mencupit bahu suaminya.
"aww...sakit tauk mel. Ck..desisnya.
Halo oma assalamualaikum, ferdinal pun mencium tangan oma dengan takzim. Begitupun dgn mel yang sigap mengikuti gerakan suaminya. Wanita yang sudah menginjak 70 tahun ini masih terlihat sehat, dan segar meskipun guratan guratan diwajahnya tertutup make up sebagian.
Cucu kesayangan oma,..
oma pun memeluk ferdinal. Sini nak duduklah mel, tidak usah sungkan. Anggap seperti rumah sendiri ya nenek sudah menganggapmu seperti cucu nenek sendiri. Oma pun mengelus rambut mel. Dengan senyum malu malu mel menganggukkan kepalanya. Dengan sigapnya pelayan melayani mereka. Tidak banyak perbincangan yg terjadi. Karena oma tau mrk menikah krn tania yg menginginkannya.
Sesusai makan malam, Mereka langsung pamit pulang ke apartemen, karena hari sudah larut dan jam pun menunjukan pukul 23.00 malam.
Setibanya di loby bawah pelayan menyambut mereka dan menyerahkan kunci apartemen kepada ferdinal. Tante tania telah mempercayakan apartemen tersebut kepada sahabatnya. Untuk dijaga kebersihannya setiap hari, jadi asisten pelayannya menunggu di lobi untuk menyambut mereka.
Kunci di dapat, tak butuh waktu lama mereka sudah sampai di depan pintu apartemen di lantai 24.
Ting...
ferdinal, menempelkan kartu pada ganggang pintu. Dan terbukalah.