
Rambut khas dikuncir kuda dan belahan poni ke samping dengan kaos basket menjadi ciri khas Melinda Mardiyaningtyas yg kerap disapa "mel".
Satu satunya gadis pemain basket andalan sekolah yg mempesona, idaman setiap laki laki di sekolahnya. Parasnya cantik berlesung pipi kanan kiri.
"mel awasss...mel , teriak my bestie.
",,plak,,,....".
Bola pun mengenai belakang kepalaku hingga terjatuh pingsan. Pandangan seketika meredup dan tak tau entah mengapa tiba tiba aku terbangun di sebuah ruangan dengan cat berwarna putih lengkap dgn peralatan medisnya.
Dengan langkah gontai mel menuju ke pintu untuk keluar.
"Mel,,,"kata lelaki yg selalu menyebutku bestie.
"hmm" cuma kata itu yg keluar dari mulut manisnya. dia berusaha duduk di bangku yang terletak di depan ruang UKS sekolah.
"masih pusing kah?",,
mel hanya mengaggukkan kepalanya.
"idih tumben manjaaa sekali ini adek abang", sambil mengusap kepala mel.
"ayo ku antarkan pulang", jam bel pulang sudah bunyi dari 10 menit yg lalu. aku juga sudah menitipkan sepedamu di mang ujo. (juru kebersihan sekolah).
Gadis tomboy berparas cantik dan berumur 17 tahun ini sangat menyukai ekskul olahraga basket, ya Melinda Mardiyaningtyas kerap disapa mel ini memang berparas cantik, dan menawan walau berpenampilan seadanya.
Mel sering nongkrong dengan laki laki teman se ekskul basketnya. entah mengapa dia lebih merasa nyaman berteman dgn seorang laki laki dari pada perempuan.
Sahabat dan teman temannya pun tau karakter mel yg apa adanya,ceplas ceplos, humoris sering membuat mrk terhibur dan nyaman, tidak terkecuali bestienya yang bernama ferdinal reinaldi.
Hari yg dinantikan telah tiba, ya kelulusan sekolah. Hari ini semua walimurid sedang berkumpul di gedung auditorium untuk merayakan perpisahan anak anaknya.
Dengan stelan toga dan bersepatu hitam ferdinal duduk dibarisan no 2 dari depan. ya, tempat duduk disesuaikan dengan nilainya.
"yuhuui bestie," sambil mengangkat tangan kanannya.
"mel,..berdecak sebal. idihhh malu maluin ini anak. hadeh hadeh, menggeleng geleng kepala dan duduk pasrah, karena mel memang duduk tepat di depannya, yakni pada barisan nomor 1.
Seusai pembubaran acara mel,ferdinal dan tmn tmn basketnya, foto foto di depan gedung auditorium.
Orang tua ferdinal berjalan mendekati segrombolan teman teman anaknya. Nyonya Tania Aurelia, mendekati mel dan secara khusus mengundang bestie anknya itu untuk makan malam keluarga.
Mel dan tante tania memang sudah berteman lama, bahkan sejak mel kecil, Beliau sangat menginginkan anak perempuan yang cantik, imut dan secerdas mel. Namun takdir berkata lain, setelah melahirkan ferdinal, justru kandungannya harus diangkat krn kanker bersarang di rahimnya.
Mel dan ferdinal sepasang bestie kini sudah lulus dan berniat melanjutkan kuliah di jakarta. Mel dan ferdinal adalah tetangga sejak kecil dan masih bersahabat sampai sekarang, orang tua mereka pun akrab sudah seperti keluarga.
Saat jamuan makan malam bersama,
........."Nal, tante titip mel ya, tolong jagain dia selama dijakarta. km kan punya keluarga besar disana ada tante juga kan disana, sedangkan mel tdk punya siapa siapa yg dikenal, hanya kamu nak yg bisa ibu percaya"....
Orang tua mel menitipkan anak perempuan satu-satunya pada ferdinal, karena mereka satu universitas. Namun tanggapan orang tua ferdinal justru mengejutkan, kedua tetangganya ini menginginkan anak mereka segera menikah, agar bisa lebih intens saling menjaga.
"kalau kau ingin menjaganya, sekalian jaga dunia akhiratnya nak" kata tante tania
"apa...."uhuk uhukk.. ferdinal tersedak
mel yang sedang duduk disebelahnya pun dengan cekatan memberikan minum kepadanya.
"Apa tidak terlalu muda jeng, anak kita kan baru 17 dan 18 tahun." sahut ibu mel.
"Anak kita terkadang kalau bercanda kelewat bates jeng, kadang tak perhatikan saling memeluk gendong gendongan. Daripada menjadi fitnah kan sebaiknya kita nikahkan saja, sambil senyum senyum tante tania mengerlingkan mata pada suaminya."
" iya kan pah..."
"papah pun mengangguk setuju."
"bagaimana jeng,? disana kami punya apartemen atas nama ferdi, kami beli sudah 5 tahun yang lalu, karena memang mau invest utk anak kami kedepannya. Dengan bgini kan mereka bisa tinggal di apartemen yg lebih dekat dengan kampus. hanya 10 menit saja."
"Nanti saya kabari ya jeng, keputusan ada di tangan nak anak. kita sebagai orang tua hanya bisa menyarankan.
Duo bestie ini pun hanya bisa pasrah menerima perjodohan, karena didalam lubuk hati mereka sebenarnya tidak ingin terpisahkan satu sama lain. Sejak TK sampai sekarang mereka sudah terbiasa bersama, namun belum timbul rasa cinta diantara mereka. ferdinal hanya menganggap mel sebatas bestie.