
Setelah berbincang, kami menyantap makanan dan minuman kami sampai habis dan menunggu bel pulang.
Waktu menunjukkan pukul 13.00 siang. Aku merebahkan diriku kekasur sambil bermain handphone. Disaat yang tak terduga ada notifikasi masuk dan ya disitu tertera nama Sisil, sahabatku. Langsung kubuka pesan itu dan isinya hanyalah...
Pertengkaran..
Tidak penting seberapa jauh makna persahabatan bagiku kala itu, yang terpenting aku tidak ada salah apapun. Benar kan? tentu saja semua anak kecil berpikir seperti itu karena mereka hanya bisa menginginkan egonya terpenuhi.
Pikiranku berubah dengan memikirkan hasil raport besok. Yang mengambil orangtuaku dan yah sebenarnya aku ingin ikut, tapi pasti ada Sisil jadinya aku dirumah saja.
Hari esok pun tiba dan menunjukkan pukul 07.30 pagi. Itu artinya orang tuaku harus berangkat sekitar setengah jam lagi karena undangannya ditulis jam 08.00 pagi. Aku langsung pergi untuk menemui mereka dan melihat apakah mereka sudah siap kesekolahku atau belum.
Ternyata sudah kuduga mereka selalu siap diawal waktu apalagi mereka adalah orang yang perfeksionis hahaha.
Me : Selamat pagi papa,mama!
Papa dan Mama Dinda : Selamat pagi juga!
Papa Dinda : Wah anak kesayangan papa udah bangun nih? biasanya kalo nggak kesekolah tidurnya molor hahaha
Me : Nggak tau pa tadi aku kebangun mungkin pengen cepet-cepet liat hasil nilaiku hehe
Mama Dinda : Mama yakin kamu pasti mendapat nilai yang bagus sayang. Yang penting harus terus berusaha ya kan kamu pengen kesekolah favorit itu
Me : Iya ma insyaallah kan orangtuanya kalian ya pasti anaknya pinter dong! satunya guru satunya arsitek hehe
Jam 08.00 pun tiba dan mereka langsung pergi kesekolahku mumpung aku dirumah sendiri, mending karaokean sendiri. Aku tau kok suaraku jelek tapi ya itu hobiku kalian juga pasti sama kan? hahaha.
25 menit kemudian
Ada bunyi notifikasi masuk tapi aku tidak melihatnya karena masih sibuk menyanyikan lagu Red Velvet haha sambil membayangkan aku menjadi membernya. Tapi pesan itu terus masuk dan membuat handphone ku tidak berhenti berdering. Terpaksa akhirnya aku menyudahi kegiatanku itu dan membukanya.
"hah? dari Lucas? ngapain dia ngespam aku kayak gini" batinku. Tidak kubaca semuanya tapi hanya point-point penting yang kubaca seperti..
"Hai Dinda, apa kamu sibuk? aku ingin mengatakan sesuatu.. tolong buka pesan ini secepatnya! aku menunggu!"
Ini aneh sekali jarang banget Lucas mengirimiku pesan. Jangankan pesan, mengajak ngobrol aja jarang padahal dia ketua kelasku. Aku menjawab salah satu pesannya,
"Iya kenapa cas? tumben ngespam?"
Tapi tidak kunjung dibalas.
15 menit kemudian
Orang tuaku datang dan langsung gembira melihatku karena katanya aku mendapat juara lagi dan nilaiku bagus! itu artinya aku bisa masuk kesekolah favorit itu tanpa test dong? aku sangat gembira mendapat situasi seperti ini. Disatu sisi aku memang bahagia, tapi disisi lain aku merasa cemas.. bagaimana dengan Sisil? jika aku satu sekolahan dengannya bukankah akan terasa tak mengenakkan? aku pasrahkan semuanya pada Tuhan saja.
PPDB dibuka 2 hari setelah aku menerima raport dan hasilnya aku mendapat urutan kedua dengan nilai tertinggi. Syukurlah nama Sisil tidak ada disana. Itu artinya aku sudah merasa bebas dari sifat manjanya itu. Sekolah ini memang mengedepankan prestasi daripada uang jadinya aku juga merasa tenang dan tidak membebani orang tuaku. Aku langsung menemui mereka dan menunjukkan hasil itu, mereka menjawab bahwa mereka sangat senang tapi ada satu kejutan lain...
.
.
.
Maaf atas keterlambatan uploadnya ya, author masih sibuk ahaq terimakasih pembaca noveltoon!🤗