
AYAH SISIL DATANG..
Ayah Sisil : Assalamualaikum! Sisil? Bu?
Mama Sisil : Waalaikumsalam! Kamu kapan sampai? Kok nggak ngabarin dulu? Kamu istirahat dikamar aja ya pasti capek, jangan diruang tamu soalnya ada Dinda. Aku buatin kopi dulu buat kamu. Itu Sisil habis jatuh dari sepeda tapi gapapa kok udah baikan katanya
Ayah Sisil : oh.. Ada Dinda. Nanti aku jenguk dia, daridulu ya suka ceroboh haha bikin kangen sama sikapnya. Yaudah aku mau bicara sama Dinda dulu. Gimana kabarmu nda?
Yup! Ini ayahnya Sisil namanya om Henry, dan ibunya Sisil namanya tante Linda. Ayah Sisil kerja dipertambangan tepatnya diluar kota yaitu kota Kalimantan Timur. Biasanya om Henry pulang setiap 6 bulan sekali selama dua minggu, kalau udah berakhir masa liburnya om Henry terus balik lagi ke Kalimantan. Aku langsung menjabat tangannya dan berbincang-bincang sejenak.
Me : Iya om ini Dinda. Alhamdulillah baik, om sendiri gimana kabarnya? Sisil selalu cerita kalo dia rindu diajak main sama om
Ayah Sisil : Alhamdulillah om kabarnya juga baik kok cuma kadang agak capek. Om juga rindu banget sama Sisil apalagi Kalimantan Timur sama Malang kan jauh tapi rencananya sih om mau ajak dia main minggu depan.
Me : Oh iya om, tadi sepedanya Sisil Dinda taruh dirumahnya tetangga om dikompleks tahap 2 soalnya tadi Dinda bonceng Sisil pulang
Ayah Sisil : Wah iya iya makasih banyak ya Dinda, nanti biar om ambil.
Setelah kami berbincang, om Henry langsung pamit istirahat ke kamarnya. Aku sekalian pamit pulang karena udah jam 14.00 siang.
Setelah berpamitan kepada ortu Sisil dan Sisil juga udah baikan, aku pulang sendiri naik sepeda. Setibanya dirumah semua aktivitas berjalan seperti biasa. Dan tak terasa waktu berlalu, keesokan harinya adalah UN untuk menentukan kita mau lanjut ke SMP. Aku ingin ke SMPN 1 Cipta Bangsa karena disana adalah SMP favorit anak-anak pintar. Sedangkan Sisil, dia juga ingin ke SMPN itu juga. Kita sepakat untuk menjalani pendidikan bersama-sama. Karena menurutku, Sisil adalah sahabat serta penyemangatku. Waktu UN pun tiba dan tempat duduk kami terpisah. Dia didepan sebelah kiri dan aku dibagian belakang tengah.
Me : Gimana Sil? Udah siap belum buat UN?
Sisil : Aku gugup sih.. Aku tebak, kamu santai aja kan? Yeee kan sahabatku yang satu ini pinter disemua mata pelajaran, jadi nggak ada problem haha
Me : Apaan sih Sil aku cuma bisa aja kok, yang penting kita usaha bareng biar danem nya tinggi dan masuk SMPN 1 Cipta Bangsa!
Setelah selesai ngobrol, kita balik ke bangku masing-masing menunggu guru pengawas datang. Kami semua telah mempersiapkan alat tulis dimeja dan berdoa agar diberi kemudahan dalam mengerjakan soal nantinya.
Guru pengawas kelas kami tiba 5 menit setelah kami mempersiapkan peralatan ujian dan memberi murid-murid arahan mengerjakan soal UN,
Guru Pengawas : Selamat pagi anak-anak! UN pertama hari ini adalah Bahasa Indonesia, harap dikerjakan dengan teliti dan benar. Waktu 90 menit dan jika sudah selesai silahkan dikumpulkan beserta soalnya.
Murid - murid : Selamat pagi bu, baik bu!
Kami mengerjakannya dengan teliti dan hati-hati dan aku selalu berdoa agar kami semua lulus dengan hasil yang baik. Aku selesai dalam waktu 65 menit dan kulihat Sisil masih belum selesai mengerjakan.
Kriinggg.. Kringgg..
Waktu 90 menit pun sudah hangus dan kami serempak mengumpulkannya dimeja guru kecuali..