
Sisil... Bukannya aku meninggikan diriku ataupun membandingkan kemampuanku dengannya tapi memang Sisil anak yang kurang bisa dalam semua mata pelajaran.
Guru Pengawas : Oke anak-anak silahkan dikumpulkan lembar soal dan jawabannya selepas itu kalian boleh istirahat.
Sisil : Bu! Sebentar saya belum menyelesaikan ujian saya
Guru Pengawas : Sisil? Kamu kurang berapa soal yang belum terjawab?
Sisil : Kurang 10 bu..
Guru Pengawas : Baiklah saya beri tambahan waktu 10 menit selesai nggak selesai tetep dikumpulkan
Sisil : I I iya bu..
Aku menunggunya diluar kelas sambil melihat dijendela saat dia mengerjakan. Aku merasa kasihan padanya karena dia memang selalu lambat jika mengumpulkan pada saat ujian.
10 menit berlalu...
Guru Pengawas : Sudah 10 menit Sisil.. Apa kamu belum selesai megerjakan?
Sisil : Maaf bu.. Kurang 5 soal lagi..
Guru Pengawas : Anak-anak diberi waktu istirahat cuma 20 menit setelah itu mereka masuk Dan bimbingan untuk UN Matematika besok, selesai nggak selesai cepat kumpulkan!
Sisil : Iya bu..
Sisil menemuiku diluar kelas dan kelihatan bahwa wajahnya sedih. Aku menghiburnya dan mengatakan semuanya akan baik-baik saja. Diapun tersenyum kecut lalu aku mengajaknya makan bekal bersama.
Kringgg.. Kriinggg...
Waktunya semua anak-anak kelas 6 SDN Malang 3 masuk kekelas masing-masing untuk mendapat bimbel tambahan. Tak Lama setelah itu guru pun memasuki kelas dan suasana hening mendengarkan dengan saksama. Bimbel berlangsung selama 60 menit setelah itu kita diperbolehkan pulang.
Kali ini Sisil sepertinya sedang kesal karena terlambat mengumpulkan ujiannya. Tak seperti biasa yang setelah pulang sekolah Sisil kerumahku, kali ini dia ingin cepat pulang.
Sisil : Kamu pulang duluan aja.
Me : Loh kamu nggak kerumahku dulu? Mama pasti nyiapin makan siang buat kita
Me : Kamu kenapa sih Sil kok kayak kesel gitu?
Sisil : Aku nggak kenapa-kenapa, udah aku mau nelepon mama.
Me : Oh.. Yaudah deh Sil aku pulang dulu ya! Kamu hati-hati dijalan byeeee!
Sisil : Ya.
Diapun menelepon ibunya,
Sisil : Halo? Assalamualaikum ma?
Mama Sisil : Halo waalaikumsalam, kenapa nak?
Sisil : Sisil mau cepet pulang ma, capek nih.. Mama bisa jemput nggak?
Mama Sisil : Kok tiba-tiba kamu pengen langsung pulang? Dinda mana?
Sisil : Udah aku suruh pulang duluan
Tante Linda masih terheran-heran kenapa Sisil nadanya seperti itu dan ingin cepat minta dijemput. Tante Linda memang punya bisnis online. Biasanya juga mengantar pesanan pelanggan dan baru bisa istirahat jam 3 sore. Tante Linda bilang tidak bisa jemput , namun ada yang aneh dengan sifat Sisil hari ini.
Oh ya kalo kalian heran mengapa aku bisa mengetahui percakapan mereka, karena memang aku menguping dibalik tembok tangga. Bukan karena apa... tapi aku heran aja kenapa Sisil berubah? padahal hari ini masih UN pertama. Apa dia marah kepadaku? atau kepada guru pengawas? entahlah aku tidak tau namun dia kelihatan murung sejak selesai mengumpulkan tugasnya.
Sisil itu sensitif, jadi selama ini aku yang selalu menghiburnya saat dia termakan omongan orang. Aku yakin kalo dia tersinggung dengan sesuatu hal. Jam sudah pukul 12.00 lebih baik aku pulang dan menanyakan kabarnya diWhatsapp...
.
.
Vote author jika kalian mendukung untuk karya novel selanjutnya! Silahkan pada mampir kak! kritik dan saran atas feedback bisa ditampung ♥
-Ree Panpan-